Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Dua Wanita Hamil


__ADS_3

Setelah dari perusahaan Aditya, Bobi langsung kembali ke kantor nya. Dia kini lebih memilih fokus ke perusahaan nya, ketimbang memikirkan kesedihan yang mulai berlalu.


"Adsila, meskipun kamu tidak memilih ku. Kamu akan menjadi bintang di hati ku, nama mu tak akan redup" gumam Bobi di dalam hati nya mengiringi setiap langkah kaki nya meninggal perusahaan Aditya.


Brak.


Tanpa sengaja seseorang menubruk bahu Bobi. Sehingga dirinya terhuyung ke belakang. Namun dia tidak terjatuh seperti orang itu.


Tanpa dapat mengenalinya, Bobi mengulurkan tangan untuk membantu wanita itu berdiri.


"Makasih" dengus wanita itu.


Bobi hanya tersenyum tipis, lalu dia hendak melangkah pergi.


"Sebentuk" ucap wanita itu lagi, dia berbalik menatap Bobi.


"Bukan kah kamu Bobi Malay?" tanya Weira dengan ragu, dia takut salah orang.


"Yup, kenapa ?" Tanya Bobi mengangkat satu alis nya.


Fyuu...


Weira menghembuskan nafas lega, akhirnya dia bertemu juga dengan pria ini. Putra Ria Malay yang selalu di ceritakan oleh mama nya.


Bobi masih menatap wanita itu, dia sedikit merasa tidak asing dengan wajah nya.


"Aku Weira, putri dari sahabat mama mu" ucap Weira memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan.


"Aku tidak perlu menyebutkan nama ku bukan?" Sahut Bobi, namun dia tetap menyambut uluran tangan Weira.


Mendengar jawaban Bobi,membuat Weira terkekeh pelan. Di dalam hatinya dia merasa sedikit lega. Ternyata Bobi tidak seburuk yang dia bayangkan.


Bobi menatap Weira, lalu menatap kedalam perusahaan Aditya.


"Rekan bisnis Aditya Dairon?"tanya Bobi.


Weira tertegun, dia sampai lupa dengan tujuan nya datang ke sini.


"Oh astaga, aku lupa. Aku sudah ada janji dengan manager marketing perusahaan ini"


"Oh begitu" balas Bobi.


Weira mengangguk pelan, dia masih memamerkan senyum manisnya. Saat melihat wajah Bobi, tiba-tiba Weira merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya. Jantung nya berdegup cepat, perasaan nya tidak karuan.


"Yaudah aku masuk dulu"


"Oh tentu, aku juga mau pulang"jawab Bobi mempersilahkan.


Weira pun tersenyum lagi, kemudian dengan berat hati dia terpaksa berbalik dan masuk ke dalam kantor Aditya.


Sedangkan Bobi, dia kembali melanjutkan langkahnya menuju ke mobil nya terparkir.


"Cantik juga, pilihan mama tidak terlalu buruk" gumam nya tersenyum tipis.


Weira masuk ke dalam lift, dia menekan tombol menuju ke lantai ruangan Aditya.


Sebenarnya dia bertemu Aditya, bukan manager nya.


Ting.

__ADS_1


Langkah ringan Weira langsung menuju ke ruangan Aditya.


"Mau kemana?" Cegat Rangga. Kebetulan dia juga ingin masuk ke dalam ruangan boss nya.


"Mau ketemu Aditya" jawab Weira cuek.


"Gak boleh!" Ucap nya, Rangga merentangkan tangan nya agar Weira tidak masuk ke dalam ruangan Aditya.


"Apaan sih, ganggu aja deh" Weira jadi kesal, dia mendorong Rangga, kemudian masuk ke dalam ruangan Aditya.


"Aditya Ak-" ucapan Weira terhenti,dia melihat ada Adsila ada di sana bersama Aditya yang sedang makan.


"Boss" Rangga terhenti, seperti yang dia duga. Adsila berada di dalam ruangan boss nya.


"Ada apa? Kenapa kalian berdiri di sana?" gumam Adsila menatap mereka heran.


"Adsila! Aku tidak suka asisten suami mu melarang ku menemui kalian!." Adu Weira.


"Huh?" Rangga melongo mendengar nya. Dia kan hanya tidak mau Weira masuk dan membuat keributan. Tapi, mengapa dirinya yang dibsalahkan.


Sementara Aditya malah santai melanjutkan makan siangnya.


"Rangga, mengapa kamu melarang nya?" tegur Adsila.


"Lah, aku kan , gak- "


"Udah deh, kamu gak usah banyak alasan!" Potong Weira. Wanita itu melenggang duduk bersama Adsila.


Hal ini tentu membuat Rangga terkejut, sejak kapan mereka seakrab ini. Huh, Rangga menghela nafas berat. Dia merasa usaha nya sia sia sudah.


...********...


Saat tiba di dalam rumah, Adsila dan Aditya tercengang melihat pemandangan yang luar biasa.


"Ini cucu ku!" ucap Titi menarik tangan Adit.


Tak mau kalah, Hana menarik tangan Adit kearahnya. "Ini keponakan ku!!!"


"Tidak, ini cucu ku!" Teriak titi


"Tidak!!" Tarik Hana.


Lena yang saat itu ada di sana mencoba melerai mereka berdua. Dia menarik Adit dari kedua wanita hamil itu. Namun, Titi dan Hana dengan serempak mendorong Lena jauh dari mereka.


Kemudian, Adit kembali jadi rebutan. Wajah masam bocah itu terlihat sangat jelas.


"Mengapa aku yang menjadi bulanan mereka" pikirnya.


Adsila melebarkan matanya, melihat putranya yang ditarik kesana dan kesini.


"Putra ku!!!" Pekik Adsila, dia berlari mendekati mereka.


"Cucuku!"


"Keponakan ku!"


Teriak Titi dan Hana secara bersamaan. Untuk beberapa detik, mereka terdiam dan saling menatap.


Namun, setelah itu mereka kembali ribut.

__ADS_1


"Nasib jadi orang imut"dengus Adit.


Hub.


Adsila berhasil memeluk putranya, lalu menyuruh Adit segera berlari pergi kearah Aditya.


"Ihh Adsila, kenapa kamu bawa Adit!"ucap Titi kesal.


"Tau ini, aku mau meluk dia tahu" sahut Hana.


"Kasian putra ku, kalian pikir dia Boneka huh?" Ucap Adsila kesal.


"Dasar anak pemarah!"


"Adik pemarah"ujar Hana.


"Anak!" Balas titi.


"Adik!" Balas Hana tidak mau kalah.


Adsila mendengus kesal, sekarang malah dirinya yang menjadi bulanan bibi dan sahabat nya.


"Rangga dan Bian yang menusuk, kenapa aku dan keluargaku yang menjadi korban." Gerutunya.


"Ahahaha.... Mama tahu kan sekarang rasanya" tawa Adit meledek mama nya ayang kini menggantikan posisinya.


"Ihh Adit, mama kan nolongin Adit tadi, kenapa malah Adit ketawain!"sangga Aditya.


"Biarin aja, kan itu bibi nya dan juga sahabat nya" celetuk Adit.


Bocah tengil itu langsung berlari kearah Lena, dia meminta gadis itupun untuk menggendong nya.


"Sayang aunty"ujar Adit sambil mengecup pipi Lena.


"Uuuu....Sayang juga" balas Lena terpesona dengan sikap manis keponakan nya.


Sedangkan Adsila, dia malah terhuyung ke kiri dan kanan. Suaminya mendekat ingin menolongnya, tapi dengan kompak, Hana dan Titi mendorong nya jauh.


Bruk!


Aditya terjatuh di lantai, akibat dorongan kuat dari Hana.


"Arrggg....Rangga!!!! Bian!!!!!" Teriak Aditya mulai habis kesabaran.


"Iya boss!!!!"sahut keduanya serempak.


Rangga dan Bian langsung berlari masuk kedalam rumah. Mereka baru saj tiba dan terkejut mendengar panggilan Aditya.


"A-ada apa boss?" Tanya Bian gugup, mata nya melebar melihat istrinya tengah bertengkar dengan Hana, namun yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah, Adsila yang menjadi objek perdebatan istri nya dan istri Rangga.


Pantas saja Aditya berteriak marah. pikirnya.


Rangga dan Bian langsung mendekati istri mereka. Memeluk nya dan membuat jarak di antara keduanya.


Fyu..


Adsila berdiri dengan tubuh yang sudah berantakan. rambut acak acakan, pakaian sedikit kusut.


Dengan nafas terengah, Adsila berjalan sempoyongan mendekati suaminya.

__ADS_1


"Sayang" ucap Aditya, dia langsung memeluk istrinya dan membawanya pergi masuk ke dalam kamar


__ADS_2