Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Bertemu Weira


__ADS_3

Setelah menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Adsila segera bersiap, dia akan mencari pekerjaan.


"Doakan mama yah nak" bisik Adsila pada Adit yang masih tidur. Kemudian, diikuti dengan kecupan di seluruh wajah Adit.


Adsila tersenyum, tatapan matanya terlihat sendu menatap wajah polos putranya.


Setelah siap, Adsila segera keluar dari kamar. Dia melihat bibi nya duduk di meja makan.


"Selamat pagi bi"


"Pagi sayang"


Adsila ikut duduk bersama bibi nya, dia menuangkan segelas air putih, lalu meneguknya sampai habis.


Titi tersenyum senang, akhirnya dia bisa berkumpul bersama kedua Keponakan nya dan juga cucu nya.


"Nak, apa kamu yakin ingin mencari pekerjaan?"


Adsila mengangguk, dia sangat yakin. Dia merasa tidak enak jika dia tidak bekerja. Apalagi adik nya masih sekolah, anak nya juga butuh susu.


Adsila tidak mau menyusahkan bibi nya yang hanya seorang buruh. Pekerjaan Titi adalah menyetrika dan mencuci baju tetangga sekitaran komplek tempat mereka tinggal.


Jika untuk makan dan keperluan sehari hari, gaji Titi sudah mencukupi. Namun, jika untuk susu dan bayar uang sekolah Lena. Tentu tidak akan cukup.


Maka dari itu, Adsila memutuskan untuk mencari pekerjaan.


"Bi, tolong jaga Adit yah. " pinta Adsila. Dia merasa tidak enak pada bibi nya.


Titi menggeleng, dia tidak merasa keberatan sama sekali.


"Kamu tidak perlu sungkan sayang, serahkan saja Adit pada bibi. Semuanya akan aman, kamu fokus lah mencari pekerjaan!"


Adsila tersenyum, dia bangkit dari kursinya. Lalu memeluk Titi.


"Terimakasih bi"


Titi mengangguk, dia membalas pelukan Adsila.


Setelah sarapan bersama bibi nya, Adsila pun berangkat mencari pekerjaan. Apapun itu, asalkan halal. Adsila tidak mempermasalahkan nya.


Mencari pekerjaan tidak lah semudah yang di bayangkan. Sudah seharian Adsila berjalan menyusuri kota. Masuk ke toko dan tempat tempat yang mungkin membutuhkan karyawan baru.


Namun, sampai sekarang, sore hari. Adsila masih belum mendapatkan pekerjaan.


Adsila beristirahat di sebuah minimarket. Dia membeli minuman, lalu duduk di kursi yang memang di sediakan di depan minimarket tersebut.


"Huh, seharian aku berjalan mencari pekerjaan. Tapi, sampai sekarang masih belum menemukan nya"


Adsila menghela nafas berat, menyapukan punggung tangan nya di kening. Menghapus jejak keringat yang bercucuran.


*Ya Tuhan, apakah tidak ada satu pun pekerjaan yang baik untuk saya?.


Kasihan anak saya, dan juga Adik saya. Mereka membutuhkan biaya. Bibi tidak mungkin bisa memenuhinya*.


Adsila meneguk habis minuman nya, lalu melempar botol minuman yang sudah kosong ke tong sampah.

__ADS_1


Aku harus lebih bersemangat lagi!


Adsila menyemangati dirinya. Mengingat adik dan juga putranya, membuat semangat nya kembali muncul.


Saat dia berbalik ingin pergi dari minimarket itu. Tanpa sengaja Adsila menabrakkan tubuh nya dengan tubuh seseorang.


Bruk~


Tubuh Adsila tersurut ke belakang. Dia terkejut, lalu menunduk minta maaf pada orang itu.


"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja" sesal nya.


Karena tidak mendengar jawaban dari orang itu. Adsila memberanikan diri untuk mengangkat pandangan nya.


"Non, baju anda.." Adsila terkejut, baju wanita yang di tabrak nya kotor terkena minuman. Dia bergerak hendak membersihkan nya.


"Jangan sentuh!"


Adsila terhenti, dia menatap wanita yang berteriak menghentikan dirinya.


"Maaf nona, saya tidak sengaja. Baju anda jadi kotor karena saya" ujar Adsila.


Wanita itu menatapnya sinis, tangan nya terkepal menahan emosi.


"Kau membuat baju ku rusak, kau tahu ini baju mahal???" bentak wanita itu.


"Maaf nona, saya tidak sengaja. Sini saya akan membersihkan nya" ujar nya lagi. Namun wanita itu kembali menepis tangan nya.


"Jangan di sentuh! terkena minuman saja hidup ku sudah semakin gila. Apalagi tangan mu menyentuhnya!"


Adsila membalas tatapan mata wanita itu, dia merasa kesal mendengar perkataan wanita itu.


"Saya tahu baju anda mahal, tapi saya kan tidak sengaja. Saya juga bisa membersihkan baju anda dengan tisu jika anda mau"


Emosi Adsila tersulut, namun dia berusaha untuk tetap menahan nya.


"Mulut mu sangat tajam, tak sebanding dengan kondisi tubuh mu yang miskin ini!" cemooh Weira.


Adsila menghela nafas, menelan saliva nya seperti menelan emosi.


"Lalu, apa mau mu nona? apa dengan menghina ku, kau bisa mengembalikan baju mu bersih?"


Bruk.


Weira dengan keras mendorong tubuh Adsila. Hingga wanita satu anak itu terhempas ke lantai.


"Nona , kau-" Adsila hendak melawan, tapi kaki wanita itu menahan tubuh nya.


"Cih, wanita miskin seperti mu. Tidak pantas bersanding dengan Aditya! tidak pantas!"


Deg.


Adsila terkejut, bagaimana wanita asing ini tahu tentang dirinya dan Aditya.


Dengan susah payah, Adsila mendorong kaki Weira dari atas tubuh nya.

__ADS_1


Adsila segera berdiri, matanya menatap lurus ke manik mata Weira yang juga menatap kearah nya.


"Kenapa? kau terkejut? aku mengenal Aditya?" Weira tersenyum sinis.


"Siapa kau?" tanya Adsila memicingkan mata nya. Dia merasa tidak pernah melihat wanita ini.


orang orang terus berlalu lalang di depan mereka. Tidak ada yang peduli dengan apa yang Adsila dan Weira lakukan.


Bahkan, ketika Adsila dan Weira berkelahi. Tidak ada yang terlihat peduli.


"Aku, Weira! tunangan Aditya Dairon!"


Duarr..


Jantung Adsila seperti melompat dari tempat nya. Dia sangat terkejut mengetahui wanita ini adalah wanita yang sangat Aditya cintai.


Masih teringat dengan jelas, kejadian 3 tahun silam. Aditya melecehkan dirinya karena sakit hati pada Weira.


Pantas dia sangat mencintai nya. Wanita ini sangat cantik.batin Adsila


Melihat Adsila tetap diam tanpa ekspresi, Weira mengambil bekas air minum orang lain di meja samping meja Adsila.


Lalu, dia menyiram air itu pada wajah Adsila.


Byurrr..


Adsila terkejut, dia mengelap wajahnya kasar.


"Awas jika kamu berani mendekati calon suami ku!" tegas Weira.


"Maaf nona, anda salah sasaran. Aku bukan siapa siapanya pria itu. Mau menikah atau bersama aku tidak peduli."


Setelah mengucapkan hal itu, Adsila memutuskan untuk pergi dari sana.


Baru beberapa langkah, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Adsila.


Dia terkejut dan hendak pergi dari sana.


"Sayang"


Adsila menoleh, dia terkejut melihat siapa yang baru saja memanggil dirinya.


"Mama?" gumam Adsila terkejut. Dia tidak menyangka bisa melihat mama nya di sini.


Ria turun dari mobil, dia menghampiri putri angkatnya. Sudah hampir 1 Minggu mereka tidak bertemu. Membuat ria sudah rindu berat.


Siapa dia?


Weira pura pura masuk ke dalam minimarket itu. dari dalam dia memantau pergerakan Adsila.


Sayang nya, Ria malah membawa Adsila pergi bersama nya.


"Sial! " umpat Weira memukul kaca minimarket dengan kepalan tangan nya.


Weira pun ikut meninggalkan minimarket dengan rasa kesal.

__ADS_1


__ADS_2