
Hari yang di tunggu tunggu telah tiba, Adsila dan Aditya akan menikah.
Saat ini wanita cantik itu tengah bersiap di kamar pengantin.
Ceklek.
Hana masuk ke dalam kamar pengantin, dia tersenyum saat Adsila menoleh padanya.
"Apa sudah siap?" tanya Hana lembut.
Adsila tersenyum, tentu saja dia sudah siap. Tapi, jantung Adsila berdetak cepat. Dia sangat gugup, karena ini adalah kali pertama baginya.
"Jangan gugup, aku bersama mu, wanita hebat seperti mu, harus tetap kuat" ujar Hana menggenggam tangan Adsila.
"Terimakasih yah Hana, kalau bukan karena kamu yang membantu ku, mungkin aku masih terkurung di dalam gudang itu"
Hana tersenyum, Adsila terlalu berlebihan. Dia melakukan semua ini tulis dari hatinya.
"Musuh kita sama, kamu tidak perlu berterimakasih pada ku. Kita adalah team yang kuat"
Adsila tersenyum, dia mengangguk pelan membalas ucapan Hana.
"Bagaimana dengan rencana kita? apa semuanya sudah siap?" tanya Adsila.
"Tentu, aku sudah mempersiapkan segalanya. Pernikahan mu tentu akan berjalan dengan lancar"
Tuk!!! Tuk!!
Kedua nya menoleh kearah pintu, kemudian saling menatap.
"Ayo Adsila, ini waktunya. Kebahagiaan akan menghampiri kita"
Tuk!!! Tuk!!
Suara ketukan kembali terdengar.
"Iya sebentar, kami sudah siap!" seru Hana. Dia membantu Adsila berdiri.
"Kamu sangat cantik Adsila"
Hana menatap Adsila dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Adsila mengenakan gaun pengantin berwarna putih bersih. Lengan nya hanya sampai sikut saja, jadi kesan nya sangat elegan dan mewah dengan hiasan berlian. Dia sangat cocok mengenakan nya, Adsila terlihat seperti bersina.
Adsila menunduk malu, dia tidak percaya diri ketika Hana menatapnya.
"Hei, kenapa kamu malu?. Aku benar-benar serius. Kamu terlihat sangat cantik. Aku yakin, Aditya pasti akan terpanah melihat mu"
"Hana, kamu berlebihan sekali"
Hana membukakan pintu untuk Adsila, terlihat di depan kamar itu Rangga berdiri menunggu mereka.
"Kenapa la-... Ya ampun Adsila, ini beneran kamu?" decak Rangga kagum.
"Iya dong, cantik kan" jawab Hana bangga.
"Ini mah lebih dari cantik, aku yakin boss pasti ngiler melihatnya." ujar Rangga.
Hana ikut tersenyum, apa yang kekasihnya katakan adalah benar.
"Ayo, acara nya akan segera di mulai" ajak Rangga
"Yuk!"
Hana menggandeng Adsila, mereka berjalan pelan, keduanya terlihat anggun berjalan beriringan.
Proses pernikahan pun di lakukan. Seperti yang Rangga dan Hana katakan, Aditya melongo melihat kecantikan Adsila.
__ADS_1
Sejak proses pernikahan di mulai, Aditya tidak melepaskan pandangan matanya dari Adsila.
"Awas liur nya netes boss" kekeh Rangga menggoda Aditya.
Secara spontan Aditya mengelap sudut bibirnya.
Mereka semua tertawa, Aditya benar benar terlihat konyol.
"Apaan sih kamu!" dengus Aditya kesal.
"Mama!!!!...."
"Eh pangeran mama"
Adit berlari kearah Adsila, lalu meminta di gendong oleh mamanya.
Lena ingin mengambilnya, tapi di larang oleh Adsila.
"Tidak apa apa Lena, dia pasti kangen setelah 1 hari gak jumpa" ucap Adsila.
"Iya, Adit kangen banget sama mama. Papa sembunyikan mama jauh banget"
Mata Aditya melotot, putranya menuduh dirinya yang menyembunyikan istri nya.
"Sayang, papa tidak menyembunyikan mama. Siapa yang mengatakan itu?" tanya Aditya.
Adit langsung menunjuk Rangga, sementara pria itu memalingkan wajahnya dan berpura pura tidak mendengar.
"Sudah ku duga, pasti kau pelakunya " geram Aditya.
"Hehe...Maaf boss, jika tidak begitu, Adit terus menangis dan mencari mama nya"
"Huh...Apa hanya itu alasan yang kau milik?",
"Hehe..."
bahagia.
"Tenang lah tuan, anda bisa memarahi dia nanti. Sekarang kita nikmati acara kita ini"
"Benar, yuk kita bergabung bersama yang lain" kata Titi.
Acara pernikahan Adsila dan Aditya di laksanakan di hotel mewah milik Aditya.
Tamu undangan tidak terlalu banyak yang datang ke hotel ini. Karena pernikahan nya di buat 2 tempat.
Setengah dari tamu undangan nya berada di hotel dekat dengan rumah. Sedangkan acara sebenarnya di hotel dekat dengan perusahaan.
Semua ini di lakukan untuk mengelabui musuh. Adsila dan Hana mengetahui apa yang Maya dan Jasmin rencanakan.
Lihat lah sekarang, Maya berada di tengah pesta Adsila dan Aditya. Namun, sejak tadi acara telah di mulai tapi pengantin nya tak kunjung muncul.
"Ma" Jasmin menghampiri nya, dia baru saja memeriksa hotel ini, mencari keberadaan pengantin nya.
"Seperti nya Adsila dan Aditya tidak ada di hotel ini!"
"Apa?" Maya terkejut, bagaimana bisa mereka tidak ada di acara ini.
"Hallo Haloo...."host mulai berbicara di atas panggung.
"Selamat siang semuanya, selamat datang di acara konser dangdut!!"
"Yeee....." sorak para tamu ketika melihat artis dangdut terkenal naik keatas panggung.
Maya dan Jasmin melongo.
"Ma, maksud nya apa ini?" tanya Jasmin bingung.
__ADS_1
"Kita di kerjain! mereka sengaja mempermainkan kita!" gumam Maya menahan amarah.
"Ayo pergi!" dengus Maya keluar dari hotel.
Hari ini kamu berhasil mengelabui aku Adsila. Tapi tidak selanjutnya. Kamu pasti akan menderita di tangan ku!"
Jasmin mengikuti mama nya menuju ke parkiran.
"Ma! mau pergi kemana?"
"Pulang! kita akan biarkan dia bahagia untuk kali ini!" ucap Maya sebelum masuk ke dalam mobil.
"Yah, Kok gitu sih.Kita gak jadi hancurkan pesta mereka??" ujar Jasmin.
Maya memejamkan matanya, menahan emosi yang sedang berkobar di kepalanya.
"Mau ikut atau kamu ingin tetap di sini?" ucap Maya.
Jasmin dengan cepat langsung masuk ke dalam mobil. Dia tidak mau di tinggal oleh mama nya.
Brmm..
Maya menatap gas mobil dengan kecepatan yang sangat cepat. Sampai Jasmin memejamkan matanya takut melihat mama nya yang sangat brutal.
"Pelan pelan maaa!!!!", teriak Jasmin.
"Diam saja kamu di situ!"
...----------------...
"Ahahahaha......" tawa Adsila dan Hana pecah memenuhi ruangan kamar pengantin.
"Lihat lah Adsila, wajah marah Maya terlihat sangat lucu"
"Menggemaskan" sahut Adsila.
Saat ini mereka tengah menonton rekaman cctv. Semua rencana mereka berjalan dengan sangat lancar.
"Pasti dia emosi sekali" kekeh Adsila.
Aditya masuk ke dalam kamar, dia menghampiri istri dan kekasih anak buah nya .
"Lagi lihat apa?" tanya Aditya.
Adsila yang masih tertawa menunjukkan ponsel nya, agar Aditya bisa menonton rekaman nya.
"Maya? dia datang ke acara konser dangdut itu?" heran Aditya.
"iya tuan, dia datang bukan buat nonton dangdut. Tapi buat hancurkan acara pernikahan kalian " jelas Hana.
Aditya terkejut, dia tidak pernah berpikir soal ini.
"Bagaimana kalian bisa tahu?" gumam Aditya.
"Aduhhh kenapa suami Adsila bodoh sekali? mengapa dia di beri gelar boss pintar" cibir Hana.
Aditya melotot mendengar cibiran Hana, wanita ini berani sekali mengatai dirinya.
Ketika Aditya ingin membalas, Adsila memegang lengan nya. Dia menggeleng pelan dan tersenyum manis.
Tentu saja hal itu membuat Aditya langsung luluh. Dia hanya menatap Hana kesal.
"Setidaknya aku lebih gentle di bandingkan sama kekasih mu! sudah bucin tapi tak di lamar." ucap Aditya membalas cibir Hana.
Jleb
Ngena banget, Hana langsung terdiam.
__ADS_1
"Hm..Aku tidak mengatakan boss kekasihku paling bodoh. Karena ada kekasih ku yang lebih bodoh dari nya!" ujar Hana. Lalu dia pamit undur diri pada Adsila.