
Ria membawa Adsila pergi ke cafe tak jauh dari tempat mereka bertemu.
Sejak mereka pergi bersama, Adsila tidak mengeluarkan suara. Kecuali, ketika Ria bertanya.
"Nak" panggil Ria.
Adsila pun menatap mama angkatnya, dia berusaha untuk tersenyum, meskipun sebenarnya dia merasa suasana antara dirinya dan Ria sangat canggung.
"Apa kamu marah sama mama?"
Adsila menggeleng, sedikitpun di dalam hatinya tidak ada perasaan marah.
"Lalu, mengapa sejak tadi kamu diam saja? mama pikir kamu marah sama mama" lirih Ria terdengar sendu. Ekspresi wajah Ria juga terlihat murung.
"Ma.." Adsila meraih tangan Ria, dia tidak bermaksud membuat mama angkatnya itu sedih.
Dengan tatapan sayang, Adsila menggenggam tangan Ria.
"Aku tidak mungkin marah sama mama aku sendiri, mama adalah wanita hebat yang pernah aku temui setelah ibu aku"
"Aku hanya merasa bersalah sama mama, aku tidak bisa menjadi anak yang baik"
"Tidak sayang, kamu sangat baik" sela ria membantah ucapan Adsila.
"Ma, aku minta maaf sama mama. Karena aku tidak menerima kak Bobi. Mama tahu sendiri kan, hati tidak bisa di paksa. "
"Sejak awal aku sudah menganggap kak Bobi seperti saudara laki-laki ku" imbuh nya.
Ria mengangguk mengerti, dia paham apa yang Adsila rasakan. Tapi, yang namanya seorang ibu, tentu dia ingin melihat putranya bahagia.
Karena itulah Ria memihak pada Bobi, dia ingin putra nya bahagia dengan wanita yang dia cintai. Apalagi wanita itu adalah Adsila. Jika mereka menyatu, Ria pasti akan merasa sangat senang.
"Mama mengerti apa yang kamu rasakan sayang, tapi mama mohon. Jangan jaga jarak dengan mama dan Bobi yah"
"Tidak akan ma, sampai kapan pun mama dan kak Bobi akan menjadi keluarga ku. Dan aku tidak akan menghindari keluarga ku sendiri"
Ria tersendiri mendengar jawaban Adsila. Wanita cantik dan kuat seperti Adsila sangat jarang di jumpai.
Ria bersyukur Rania tidak marah kepada nya.
"Ngomong ngomong nak, kamu ngapain di minimarket itu?"
"Aku cari kerja ma" jawab Adsila jujur.
Dia mengambil gelas teh yang baru saja di hidangkan oleh pelayan.
"Kamu cari kerja sayang? kenapa ? Adit siapa yang jaga??"
"Tenang ma, Adit aman kok sama Bibi Titi. Dia juga sudah besar, dan sangat pintar " jelas Adsila tersenyum geli, dia ingat bagaimana tingkah lucu putranya.
Huh..Dia jadi ingat dan rindu pada putranya.
"Baguslah sayang, jika kamu ada waktu, ajak lah Adit pulang ke rumah. Mama kangen sama dia"
__ADS_1
"Baiklah ma"
Akhirnya, pertemuan mereka berakhir dengan makan bersama. Setelah itu, Adsila pamit pulang pada Ria.
Sebenarnya ria ingin mengantar anak angkatnya itu pulang ke rumah. Namun, Adsila menolak nya. Dia masih ingin mencari pekerjaan, dan dia tidak mau menyusahkan mama angkatnya itu.
Adsila berjalan masuk ke sebuah komplek perindustrian. Dia melihat lihat pagar setiap PT yang mungkin saja ada lowongan pekerjaan.
Tettttt!!!!!
Adsila melompat kaget, dia menatap sebuah mobil yang dengan sengaja menghidupkan klakson nya kuat dan panjang.
Lalu, mobil itu berhenti di samping dirinya. Mata Adsila memicing, berusaha melihat ke dalam mobil, siapa yang tengah mengemudi mobil itu.
"Aditya?"
Adsila menggeram kesal, ternyata yang mengerjai nya adalah mantan majikan nya.
"Adsila, kamu ngapain di sini?"
"Bukan urusan mu" ketus nya.
Aditya tidak menyerah, dia berdiri di hadapan Adsila.
"Aku serius Adsila, kamu mau kemana? dan di sini mau ngapain?" tanya Aditya bertubi tubi.
"Aku sudah bilang, ini bukan urusan tuan. Mau aku ke mana kek, ke situ kek. Itu urusan saya, bukan urusan anda."
Adsila menepis tubuh tubuh kekar Aditya, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Adsila kembali mundur, Aditya dengan sengaja menarik lengan nya.
Brak.
"Tuan apa apaan sih, kenapa malah menarik tangan saya?" omel nya. Dia menyingkirkan tangan Aditya dari lengan nya.
"Adsila, aku hanya ingin tahu. Itu saja!"
"Tapi aku tidak mau ngasih tahu!"
Huh..
Aditya menghela nafas dalam, kemudian menghembuskan kasar.
"Adsila, apa kamu akan terus memusuhi saya?" tanya Aditya penasaran, dia merasa tidak memiliki salah pada mantan art nya ini.
"Maaf tuan, saya memiliki banyak urusan lain!" ucap Adsila berusaha menghindar.
Namun, bukan Aditya nama nya jika dia membiarkan wanita yang dia cintai pergi begitu saja.
Pria itu berbalik menghadap Adsila yang sudah berjalan beberapa langkah dari nya.
Dengan langkah cepat, Aditya mengejar Adsila. Kemudian mengangkat tubuh wanita itu dan memasukkan nya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Tuan, apa yang anda lakukan!" teriak Adsila kaget. Dia berusaha untuk keluar dari mobil. Namun, Aditya menahan nya.
"Stop! Adsila. Jika kamu berusaha kabur, aku akan merebut Adit dari mu.!"
Deg.
Seketika tubuh Adsila membeku. Dia tidak akan membiarkan Aditya merebut putranya.
"Anda tidak bisa melakukan itu!" teriaknya semakin histeris.
Aditya tidak mendengar nya, dia menutup pintu mobil, lalu mengitari mobil nya sendiri menuju ke sebelah pintu kemudi.
Karena ini menyangkut tentang putranya, Adsila tidak bisa mengambil resiko besar.
Aditya pun melajukan mobilnya, entah kemana dia akan membawa wanita itu. Hanya dia yang mengetahuinya.
"Hentikan mobil nya, aku tidak mau ikut dengan mu!!!"
"Tenang lah Adsila, kita harus berbicara berdua!" ucap Aditya tegas, dia menoleh pada Adsila sebentar, lalu kembali fokus pada jalanan di depan.
Maafkan aku Adsila, aku terpaksa melakukan ini. Aku hanya ingin berbicara empat mata dengan mu.
Cittt.....
Mobil Aditya berhenti di depan rumah besar milik Aditya.
Dia segera turun, lalu berlari ke sisi lain mobil untuk membukakan pintu untuk Adsila.
"Ayo kita turun Adsila, aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu" ucap Aditya, dia mengulurkan tangan nya untuk membantu Adsila turun.
Seakan sia sia, Adsila tidak menerima uluran tangan itu. Dia keluar sendiri tanpa bantu Aditya.
Tidak masalah, Aditya hanya menatap tangan nya yang sia sia. Lalu, dia menuntun Adsila masuk ke dalam rumah nya.
Untuk beberapa saat, Adsila diam di tempat. Matanya menatap jauh ke dalam rumah yang sudah lama tidak dia datangi.
Tragedi malam itu mulai merasuki benak nya. Dia sangat ingat, betapa sadisnya majika nya ini memperkosa dirinya.
"Ayo!" ajak Aditya.
"Aku bisa sendiri!" Tepis Adsila pada tangan Aditya yang hendak menggandeng tangan nya.
"Sorry Adsila" balas Aditya sambil mengangkat kedua tangan nya.
Mereka masuk ke dalam rumah, saat pintu utama terbuka lebar. Betapa terkejutnya mereka melihat seorang wanita tengah menyambut kedatangan mereka berdua.
"Selamat datang!" sambutnya. Membuat Aditya dan Adsila terkejut
Mata Aditya melebar, dia sama seperti Adsila yang juga terkejut melihat wanita ini.
"Sedang apa kau di sini???"
...----------------...
__ADS_1
Kira kira siapa yah itu???
Ada yang bisa menebak nya gak???