Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan
Memilih 4 gaun


__ADS_3

Semenjak bertemu nya Adsila dengan adik nya, sejak saat itulah Adsila sering mengunjungi keluarga nya. Namun, wanita itu masih belum mengatakan hal sebenarnya kepada bibinya dan juga adik nya.


Hari ini, Bobi mengajak Adsila pergi ke mall. Pria itu ingin mengajak Adit bermain di mall.


Tanpa terasa waktu terus berjalan, sekarang umur Adit sudah genap 2 tahun. Dia terlihat semakin tampan dan semakin terlihat mirip dengan Aditya.


Selama waktu itu, Adsila selalu menghindari Aditya. Mereka mungkin sudah bertemu, jika Adsila tidak was was ketika berada di luar. Ketakutan kehilangan putra nya sangat besar di hati Adsila. Karena itulah dia menghindar jika melihat Aditya di sekitarnya.


"Adit sayang. Ayo kita pergi jalan jalan" panggil Bobi.


Adit tersenyum lebar, dia sangat senang ketika mendengar panggilan Bobi yang dia panggil dengan sebutan Papa.


"Papa" panggil Adit terdengar bijak. Dia berjalan cepat kearah Bobi yang duduk di sofa.


"Papa" panggil Adit lagi. Lalu, dia berhamburan memeluk pria yang dia anggap sebagai papa nya.


"Anak papa"sahut Bobi menyambut nya.


Dari arah lain, Adsila berlari mengejar putranya. Di tangan sebelah kanan Adsila menggenggam sepatu milik Adit.


"Eh sayang, ayo pakai sepatu mu" teriak Adsila berlari kecil mengejar putranya. Namun, Adit sudah terlanjur masuk ke dalam gendongan Bobi.


"Ma-ma, jangan, Mala mala" ujar Adit bijak, satu tangan nya terangkat keatas sambil di goyang goyangkan nya ke kiri dan ke kanan.


Adsila merungut, dia tahu putranya akan sangat manja apabila dia berada di dekat Bobi.


"Paa-pa, lihat ma-ma, diia mala"


Bobi tertawa lalu mengecup pipi Adit berkali kali, sungguh sangat menggemaskan.


"Tenang sayang, mama tidak akan marah, jika papa ada di samping mu"


"Yeeee" sorak Adit girang.


Sedangkan Adsila, malah menggerutu tak jelas. Dia selalu mengomel jika Bobi memanjakan putranya.


"Sudah sudah, ayo kita pergi. Pakaikan sepatunya di dalam mobil saja"kata Bobi. Adsila mengangguk, lalu mereka pun pergi ke mall.


Di mall.


Sebelum ke tempat permainan, Bobi mengajak Adsila ke toko gaun pesta. Adsila terkejut, mengapa Bobi membawa mereka ke sana.


"Ka, kok kita ke sini? Kakak mau beli gaun untuk siapa?" tanya Adsila heran.


Bobi tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menarik Adsila masuk ke dalam.


Ketika mereka masuk, seorang pramuniaga menghampiri mereka.


"Selamat datang tuan dan nyonya. Ada yang bisa saya bantu?"sambut nya.


"Tolong Carikan gaun yang bagus untuk dia" ucap Bobi.

__ADS_1


"Eh kak, gak usah Ak-" Bobi tidak memberi Adsila kesempatan untuk menolak. Pria itu mengambil Adit ke dalam gendongan nya. Lalu mendorong Adsila mengikuti wanita pramuniaga tersebut.


"Pa, mama mau di bawa kemana?" Tanya Adit dengan suara imut nya.


"Mama mau pilih gaun pesamta yang cantik. Boleh kan?"


"Boleh dong, bial mama makin cantik" jawab Adit.


Bobi mengajak Adit berkeliling mall, dia ingin membelikan Adit eskrim.


"Kita mau temana pa?"


"Kita mau beli eskrim sayang, kamu mau kan?" Adit langsung bersorak girang, dia memeluk leher Bobi , lalu mengecup pipi Bobi sayang.


"Makasih sayang" Bobi membalas mengecup pipi Adit.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria tengah berseteru dengan seorang wanita. Dia tampak tidak suka dan risih dengan keberadaan wanita itu.


"Kamu kenapa sih Aditya! Kamu marah marah terus sama aku!" Bentak wanita itu menatap pria lawan bicaranya, dengan ekspresi tak percaya.


Yah, pria itu adalah Adtya. Dan wanita itu adalah Weira. Mantan kekasihnya yang dulu pernah meninggalkan nya. Beberapa bulan kemarin, wanita itu kembali dan mengusik hidupnya yang sudah kehilangan Adsila.


"Sudah lah Weira! Aku sedang capek, aku harus mengurus tentang ulang tahun perusahaan ku!"


"Adtya, apa kau sudah tidak mencintai ku lagi? Kenapa sikap mu berubah seperti ini?"


Tap.


"Kau bertanya soal cinta? tanyakan pada diri mu terlebih dulu Weira. Apakah ada cinta untuk mu atau tidak!"


Setelah mengatakan hal itu, Aditya langsung berbalik pergi dari sana. Meninggalkan Weira dengan mulut menganga. Dia tidak menyangka pria itu bisa berubah seperti ini.


"Kenapa dia bisa berubah dan tidak mencintai ku lagi!"geram nya.


Dulu, Aditya selalu mengemis cinta. Meskipun ketahuan selingkuh, Aditya selalu bisa Weira rayu dan mempengaruhi nya dengan cinta.


Tapi sekarang, pria itu seakan membantu.


"Cih. Dasar bodoh!"


Weira menoleh, dia menatap seorang wanita yang dia tahu wanita itu adalah adik Aditya.


" Jasmin?"


Wanita itu melangkah mendekati Weira, senyum licik tercetak di bibir nya.


"Kau sangat bodoh kak, kau pikir kakak ku akan selalu bisa kau bodohi?"


"Apa maksud mu Jasmin! Jaga ucapan mu!" peringat Weira tidak suka mendengar Jasmin mengatai nya. Dia jauh lebih tua dibandingkan gadis muda itu.


"Yayaya....Kau bisa marah, tapi mungkin kau akan lebih marah jika mendengar ini"

__ADS_1


"Apa!" sela Weira cepat. Apa yang tidak dia ketahui selama dia pergi ke luar negeri.


"Kak Aditya sudah mencintai wanita lain, dia pernah menghamili wanita itu Weira. Dia sangat lugu dan pastinya lebih enak di bandingkan diri mu!" Jasmin menyunggingkan senyum manis nya ketika menceritakan semuanya pada Weira. Dia tahu wanita ini akan langsung terpancing oleh ceritanya.


"Apa maksud mu Jasmin! Kau bicara terlalu berbelit!"


Jasmin tertawa, dia menepuk bahu Weira. Lalu, wanita itu mendekat dan berbisik di telinga Weira.


"Aku tahu, kau bukanlah wanita perawan ketika bersama kakak ku, sementara gadis ini masih original "


"Bye Weira" ucap Jasmin melambaikan tangan pada Weira. Tugas nya sudah selesai. Dengan memanas manasi Weira, maka hidup Aditya tidak akan aman. Masalah demi masalah pasti akan bermunculan diantara mereka.


"Jasmin! Jelaskan pada ku!" Teriak Weira. Namun Jasmin telah berlalu pergi. Meninggalkan Weira yang terbakar emosi, dia merasa menjadi wanita rendah jika di tolak oleh Aditya hanya karena masalah itu.


"Lihat saja! Aku pasti akan membuat mu kembali pada ku Aditya Dairo!" gumam Weira penuh tekad. Tatapan matanya menajam menatap kosongnya ruangan itu.


Sejak tadi, mereka berada di depan ruangan kerja Aditya. Namun, pria itu memilih pergi dari sana karena kehadiran Weira.


**********


Kembali ke dalam mall.


Setelah Bobi membawa Adit membeli eskrim. Dia kembali membawa Balita imut itu ke toko pakaian wanita.


Adsila sudah memilih 4 dress pilihan nya. Dia pergi menghampiri Bobi saat melihat pria itu kembali.


"Aku sudah memilih 4 rekomendasi, aku tidak tahu harus memilih yang mana dari keempat nya"ucap Adsila dengan ekspresi putus asa. Dia benar-benar pusing jika di suruh memilih pakaian. Semua terlihat cantik dan indah di matanya.


"Ya sudah, aku akan membantu mu memilihnya"


"Benarkah?" Adaila merasa senang, dia langsung memanggil pramuniaga tadi dan menyuruhnya membawa keempat pilihan nya tadi.


"Ini nyonya, pilihan anda tadi. Dan saya rasa cocok semua di tubuh anda" ujar pramuniaga memuji.


"Umm... Aku hanya ingin satu saja, jika semua di ambil. Itu hanya akan membuat ku pusing memilih yang mana, yang akan aku pakai "sahut Adsila. Pramuniaga itu hanya tersenyum membalas nya.


Adsila pun memperlihatkan pada bobi, gaun yang dia pilih. Ada warna abu abu, gold, hitam dan coklat susu. Semua warna dan motif nya sangat elegan. Pilihan Adsila benar benar bagus.


"Semuanya sangat cantik Adsila, kau bisa memiliki semuanya" seru Bobi. Pramuniaga itu mengangguk setuju.


"Tapi, aku tidak menginginkan semuanya Bobi" rengek Adsila.


"Mama...Pilih warna mana yang mama cuka, kan cemuanya cocok"


"Nah, ide bagus sayang" celetuk Bobi menyahuti ucapan Adit.


Adsila menatap ke empat gaun itu, dia terlihat sangat frustasi.


"Aahhh aku benar-benar bingung" erang Adsila.


"Yah sudah mbak, bungkus semuanya saja"ucap Bobi. Membuat mata Adsila melebar besar.

__ADS_1


Setelah selesai membeli gaun untuk Adsila, barulah Bobi mengajak adik ke timezone. Tempat favorit Adit.


__ADS_2