Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 101


__ADS_3

malam yang indah di kota paris.


ayana yang merasa lapar pun mulai keluar dari kamar nya berniat untuk mencari makanan.


tap tap tap, suara langkah kaki ayana yang mulai berjalan keluar dari kamar nya, ayana berjalan menuju ke arah dapur. karna jam tepat menunjukkan pukul tujuh malam, memang sudah waktu nya makan malam. ayana yang berjalan ke arah dapur pun melihat para pekerja di sana sibuk menyiapkan menu makan malam untuk sang majikan.


ayana yang sudah tiba di dapur pun mencoba untuk berbaur. " ada yang bisa saya bantu di sini? " tanya ayana ramah kepada caca.


caca yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya pun menoleh ke sumber suara , " eh nona, tidak apa apa nona. kami nisa mengurus semua nya dan ini memang tugas kami, silahkan nona tunggu di meja makan saja karna sebentar lagi semua nya akan selesai. " jawab caca menjelaskan dengan ramah dan sopan kepada ayana.


ayana yang mendengar perkataan caca barusan hanya terdiam sesaat, lalu " tapi aku bosan, izin kan aku membantu biar cepat selesai. " kata ayana dengan nada memohon dan sedikit memaksa. tanpa menunda nunda lagi ayana pun bergerak dari posisi nya mendekat ke arah caca.


" jika kau menyuruh ku untuk pergi, lupakan , karna aku akan tetap memaksa hingga kau bosan. " kata ayana dengan nada cuek nya.


" ta. tapi nona , nanti ada yang ma. . " kata caca dengan nada khawatir nya namun perkataan caca barusan terhenti sebab ayana mulai berbicara. " sudah tidak apa apa, aku yang akan bertanggung jawab. lalu apa yang sedang kau kerjakan ini? . " kata ayana membantah dan lalu mengalihkan pembicaraan.


" aiish nona, " kata caca dengan pasrah.


" haahhaahahha, jangan mendengus seperti itu ca. nanti kau cepat tua karna terlalu kesal. " ledek ayana kepada caca.


" nona " kata caca memanggil ayana dengan sedikit nada tinggi.


" hahaahhaha, hanya bercanda, jangan serius, nantik cepat tua. " ledek ayana kembali.


" nona ada ada saja, " jawab caca pasrah. ayana hanya membalas dengan memberikan senyuman manis nya.


" ayo kita lanjut agar cepat selesai. " kata ayana dengan semangat.


" hmm, " jawab caca singkat dan hanya mengangguk kan kepala nya pelan.


mereka berdua pun kembali fokus dengan pekerjaan yang ada, ayana membantu caca untuk memasak satu hidangan masakan lagi untuk menu makan malam.


selang beberapa menit, selesai lah mereka berdua dengan masakan tersebut.


" biar aku yang bawa ke depan ca, " kata ayana kepada caca. ayana pun mulai bergerak untuk membawa menu masakan mereka berdua ke depan berniat untuk meletakkan nya di atas meja makan. namun langkah ayana terhenti karna mendengar suara caca yang berbicara kepada nya.


" hm, baik lah nona. dan selamat menikmati, semoga hasil yang kita kerja kan ini sesuai dengan selera nona. " kata caca kepada ayana dengan ramah dan tulus sambil memperlihatkan senyuman manis nya


" tentu, terima kasih caca. " balas ayana dengan tulus dan sambil tersenyum. karna tidak ada yang ingin di bicarakan lagi ayana pun mulai pamit kepada caca.


" aku ke depan dulu. "


" oke nona. " balas caca singkat. ayana pun mulai bergerak dari posisi nya berjalan dengan santai menuju ke meja makan. caca yang melihat nona nya tersebut sudah bergerak dan berlalu dari posisi nya pun kembali kepada pekerjaan nya yang sedang membersihkan sisa sisa mereka memasak tadi .


tap tap, suara langkah kaki ayana yang sedang berjalan menuju ke meja makan, saat sudah sampai ayana pun mulai meletakkan menu masakan tersebut di atas meja dengan hati hati.

__ADS_1


" apa hanya aku sendiri yang akan makan? kemana yang lain,? " gumam ayana pelan dan sedang melihat ke arah lantai atas .


" apa paman tidak akan makan malam, ck. kenapa rumah sebesar ini sangat hening seperti kuburan, apa tidak ada yang lebih parah dari ini. " gumam ayana pelan.


saat ayana sedang ngedumel sendiri di dekat meja makan, sang bibi datang dari arah belakang nya ayana tanpa suara sedikit pun. dan tanpa sepengetahuan nya ayana, bibi yang sudah tepat berada di belakang punggung nya ayana pun mulai bersuara.


" nona ayana. " sapa sang bibi dengan ramah .


" eeh copot kau, " latah ayana karna terkejut, lalu membalikkan tubuh nya dengan cepat. bibi dan ayana saat ini sudah saling berhadapan.


sang bibi hanya tersenyum ramah, " ma'af jika nona terkejut. " kata sang bibi meminta ma'af.


" tidak apa apa bibi. " jawab ayana singkat, dan suasana kembali kaku saling diam , sebab ayana bertanya tanya di dalam hati nya, apakah sang bibi mendengar apa yang di katakan nya barusan atau tidak.


gleg, " mampus aku kalau bibi dengar, apa yang akan bibi ini pikirkan tentang ku yah, aku anak baru di sini sudah berani kerkata seperti itu. " gumam ayana dalam hati nya sambil menelan ludah nya kasar.


bibi pun kembali bersuara untuk memecah keheningan. " apa tuan El belum turun nona? "


" a, ,a paman. hm, , belum bibi, baru aku saja " jawab ayana terbata bata karna baru sadar dari lamunan nya karna mendengar suara dari sang bibi.


" ooo. kalau gitu biar bibi panggilkan tuan El, nona tunggu di sini. " kata bibi kepada ayana dan mulai bergerak, namun pergerakkan sang bibi terhenti sebab ayana menehan sebelah lengan nya sang bibi.


" ada apa nona? " tanya sang bibi merasa bingung sebab ayana menahan sebelah lengan nya, bibi melihat ke arah wajah nya ayana lalu berganti pandang ke arah lengan nya yang di pengang oleh ayana. ayana yang sadar akan tingkah nya yang tidak sopan itu pun langsung menarik lengan nya dengan cepat .


" ma'af bibi, aku tidak sengaja. ma'af jika aku lancang. " jawab ayana gugup.


" hm. ma'af jika bibi merasa tersinggung atau bibi marah, tapi. . apa boleh jika aku saja yang memanggil paman. aku hanya ingin bisa dekat dengan paman. " kata ayana mencoba menjelaskan dengan perasaan gugup.


" oo, hahahahaha. masalah itu toh, gak apa apa nona silahkan. bibi gak marah. kamar tuan ada di paling ujung. " jelas sang bibi dengan ramah.


" huuuft, ahahahah terima kasih bibi. " jawab ayana dengan perasaan lega dan sedikit tertawa karna diri nya bisa di terima di sini dengan baik .


sang bibi menjawab dengan mengangguk kan kepala nya dan tanpa membuang buang waktu lagi ayana mulai bergerak dari posisi nya berjalan meninggalakan sang bibi menuju ke arah lantai dua untuk bertemu dengan El.


tap tap tap, suara langkah kaki ayana berjalan menaiki anak tangga satu persatu. ayana berjalan dengan santai dan sedikit gugup, beberapa berjalan akhir nya ayana sampai di kamar di ujung lorong.


" huuuuft. " ayana menghembuskan nafas nya dengan pelan sebelum mulai mengetuk pintu kamar nya El. saat sudah siap dan tidak gugup lagi ayana memulai aksi nya.


tok tok tok. " paman. " suara ayana yang memanggil El dari luar kamar nya El.


" paman ini aku ayana, paman. paman buka pintu nya. ayo kita makan malam. " teriak ayana memanggil manggil Elard .


" ck, menganggu saja. " umpat El dari dalam kamar nya yang mendengar suara ayana barusan. El yang sedang fokus menonton flim kesukaan nya di leptop nya pun merasa terganggu. dan mulai bergerak dari posisi nya untuk membuka kan pintu.


ceklek. pintu kamar El terbuka dan diri nya juga sudah berhadapan dengan ayana.

__ADS_1


gleg. ayana terdiam karna melihat pemandangan yang indah di depan mata nya sambil menelan ludah nya dengan kasar.


" otot yang sempurna, perut yang berbentuk kotak kotak. apa aku boleh menyentuh nya. " gumam ayana dalam hati nya sambil menatap lapar ke arah tubuh nya El yang tidak memakai apa apa di bagian atas nya tanpa berkedip.


pletak.


" aaaauuuuuuh, iiiiis. sakit paman kejam amat . " rutuk ayana kesal.


El menjentik kening nya ayana dengan kuat, karna merasa risih dengan tatapan nya.


" bukan aku yang merasa sakit. tapi diri mu. jadi aku tidak tau dan tidak mau tau, tutup mata mu yang kelaparan itu . " kata El tidak suka.


"ck, paman yang salah malah aku yang kenak. ayo turun, makan malam sudah siap. " jawab ayana jengkel dan sebelah tangan nya bekerja mengusap ngusap kening nya yang terasa sakit.


" ck, kau duluan saja, aku belum lapar. " jawab El berbohong sebab diri nya saat ini masih risih kepada ayana.


" ayo paman, jangan menolak. " paksa ayana kepada El dengan berjalan maju mendekat ke arah nya El.


" hei hei, kau mau apa. jangan berjalan maju, mundur. " jawab El mulai gelisah.


" ayo lah paman, kita makan malam, hanya aku yang baru turun, maka nya aku memanggil paman. " kata ayana sambil bersikap manja dan memohon kepada El dan dengan keberanian nya ayana memeluk sebelah lengan nya El yang berotot tersebut . sisi bagian depan tubuh nya ayana pun menempel dengan erat di sebelah lengan nya El.


gleg, " bisa gila aku " gumam El dalam hati. karna merasa sesuatu yang lembut di area lengan nya yang di peluk oleh ayana.


" ini dia, " gumam ayana dalam hati nya karna sudah bisa memengang lengan berotot milik nya El, ayana pun mulai mere_mas re_mas lengan berotot nya El. lengan ayana semakin berjalan kemana mana menyentuh tubuh nya El tanpa tau malu.


" stop " teriak El lalu dengan sigap mendorong tubuh ayana dengan sebelah lengan nya lagi untuk melepaskan pelukan ayana tersebut . setelah berpisah dari lengan nya El tersebut ayana tersadar dari tingkah bodoh nya barusan.


" hahahahaha, ma'af paman. aku khilaf karna melihat otot otot itu. " jawab ayana spontan sambil menunjuk ke arah tubuh nya El tanpa malu.


" apa kau tidak tau malu, keluar " bentak El kepada ayana dengan tatapan tajam nya.


" hehehehe, iya iya paman, aku akan pergi tapi otot otot paman bagus, perut paman juga bagus. aku suka, suka banget. aku kasih dua jempol , , eeh. . tidak tidak empat jempol sama jempol kaki . " kata ayana tambah gaur memuji tubuh nya El sambil mengacungkan dua jempol nya untuk El, lalu mencoba untuk mengangkat salah satu kaki nya agar sejajar dengan jempol tangan nya, posisi ayana sekarang sedang berdiri satu kaki dan mengacungkan kedua lengan nya dengan jempol nya saja dan satu kaki nya ke atas udara .


El menatap ayana dengan pandangan yang tidak habis pikir. " apa kau gilaaaa " teriak El kuat,


" haahahahaha, selow paman, jangan marah marah nantik cepat tua. " ledek ayana dan posisi nya sudah berdiri dengan normal.


" ck kau ini, pergi pergi, hus hus. " kata El mengusir ayana dengan mendorong tubuh nya ayana ke arah luar.


ayana yang tubuh nya sedang di dorong oleh El pun hanya bisa pasrah.posisi ayana saat ini sudah berdiri di luar kamar nya El dan saat El hendak menutup pintu nya , ayana mencoba menahan nya lalu mulai mendekat kan wajah nya ke telinga nya El.


" jika berada di atas tempat tidur, pasti akan lebih asik . " bisik ayana ambigu kepada El. El yang mendapat kan bisikkan tersebut hanya bisa melotot kan mata nya merasa tidak percaya. ayana yang mulai merasa terancam pun mulai bergerak dari posisi nya, saat hendak ingin kabur ayana kembali menoleh ke arah nya El lalu berkata . " ayo paman kita makan malam, aku sudah lapar dan di bawah hanya ada aku. " kata ayana dengan sedikit berteriak sebab ayana sedang berjalan dengan mundur dan karna sedang berbicara kepada El. saat sudah menyampaikan niat hati nya ayana berjalan dengan normal menuju lantai bawah.


" ck, setan kecil " gumam El pelan yang masih melihat sosok punggung nya ayana yang berjalan menjauh lalu kembali ke kamar nya untuk mengambil baju nya. El pun mulai turun ke bawah berniat untuk mengisi perut nya yang sudah merasa lapar .

__ADS_1


# terima kasih sudah mampir. tetap semangat dan sehat sehat selalu. love you all. 😘😘😍😍😍😘💪💪


__ADS_2