
pagi hari yang cerah,
para pekerja sudah sibuk sedari pagi menyiapkan menu sarapan untuk para majikan nya, menu sarapan sudah tersusun dengan rapi di atas meja.
tidak berselang lama turun lah ayana dari kamar nya. walau pun ayana tidur beberapa jam, ayana tetap bisa bangun pagi, ayana yang sudah duluan tiba di meja makan tersebut pun hanya diam sendirian.
" dimana semua orang, apa masih tidur. " gumam ayana dalam hati nya sambil melihat sekeliling nya .
" silahkan nona, " sapa bibi yang sedang berjalan ke arah ayana dan sudah berdiri di dekat ayana saat ini.
" baik bi, terima kasih " kata ayana dengan ramah.
ayana pun memulai untuk menikmati menu sarapan tersebut, sebab perut ayana sudah mulai merasa lapar, saat hendak menyendok sarapan ke piring nya, ayana di kejutkan oleh suara kursi yang ditarik.
" ddrrrttt " .
" eeeh copot kau " kata ayana dengan latah karna terkejut.
El yang datang tiba tiba tanpa suara tersebut pun hanya diam tidak berexpresi, tidak ada rasa bersalah di raut wajah nya El saat ini setelah mendengar ayana berkata latah seperti itu karna terkejut.
" ck, datang kek hantu aja, ngangetin. " gumam ayana pelan, namun tidak terlalu jelas di dengar oleh El.
" apa kau bilang " kata El dengan nada dingin nya karna telah mendengar ayana berbicara namun tidak di dengar jelas oleh diri nya.
" a, tidak ada paman. aku bilang tadi, menu sarapan nya enak enak. ada nasi goreng. sandwich, sama roti bakar. aku suka . " kata ayana dengan rasa gugup nya karna takut jika El mendengar apa yang barusan diri nya katakan , maka nya ayana beralasan seperti itu.
" o " respon El singkat dan kembali melanjutkan aktifitas nya untuk menyajikan makanan untuk diri nya sendiri.
__ADS_1
El sama sekali tidak perduli dengan penghuni rumah yang lain nya, El menyantap sarapan nya dengan lahap tanpa memperhatikan ayana atau berbicara kepada ayana, suasana di meja makan tersebut sangat hening tanpa ada sepatah kata pun yang keluar.
" kayak kuburan ajha " gumam ayana dalam hati nya. dan mau tidak mau ayana pun memakan sarapan nya dengan lahap sebab ayana sungguh tidak tahan berada di dekat paman nya yang dingin ini, dan juga ayana merasa malu serta canggung karna kembali teringat kenangan di taman bersama paman nya itu.
dengan perasaan yang tidak menentu ayana pun mulai menghabiskan sarapan nya, tidak berselang lama tiba lah alex di meja makan tersebut dan telah duduk di samping nya ayana.
alex melihat ke seluruh kursi, " kemana yang lain nya tuan? " kata alex dengan polos nya tanpa memperhatikan suasana yang menegang kan di sekitar nya,
El hanya diam tidak memberikan respon, tetapi sesaat kemudian ayana yang memberikan jawaban atas pertanyaan alex barusan " belum pada turun paman " .
" ooh " jawab alex singkat, lalu mulai mengambil sarapan untuk diri nya.
mereka bertiga sedang asik menikmati menu sarapan mereka, suasana juga semakin hening tanpa canda tawa. " sama aja mereka berdua, dingin kayak gorengan yang sudah sehari gak laku di beli. " gumam ayana dalam hati nya sambil memperhatikan raut wajah nya El dan alex secara bergantian.
amber yang sudah bangun dan telah selesai dengan pakaian yang rapi pun memilih turun ke bawah untuk mengisi perut nya.
El tetap diam tidak merespon dan masih asik dengan sarapan nya. alex yang mendengar suara amber pun langsung mengangkat kepala nya untuk melihat pujaan hati nya yang sedang berjalan mendekat.
senyuman manis terukir di bibir nya alex tanpa diri nya sadari dan hal itu terlihat dengan jelas oleh El.
" ngapain kau senyum senyum lex, kesabet " kata El dingin namun tidak melihat ke arah alex saat El berkata seperti itu.
" akh tidak tuan, ma'af , aku hanya teringat lelucon yang aku baca tadi di sosial media saat di kamar , " kata alex gugup dan merasa takut jika sang tuan nya tau bahwa diri nya saat ini sedang mengagumi pesona dari istri tuan nya sendiri.
El tidak merespon namun dalam hati nya sekarang sangat bertanya tanya, sebab tingkah alex yang menurut nya berbeda saat ini dan ada yang di tutupi oleh bawahan nya tersebut.
" ck sudah lah, urusan dia " gumam El dalam hati nya.
__ADS_1
amber yang sudah sampai di dekat meja makan tersebut pun memilih duduk di samping nya El, amber dan alex duduk saling berhadapan .
" makan mu lahap sayang, pasti kelelahan karna semalam yah, aku juga. hahahahha " kata amber asal kepada El.
" ck. apa apaan kau, jangan buat orang lain salah paham. " kata El dengan dingin.
" kenapa sih sayang, kan memang benar loh. kok kamu sensi sih, biar ajha yang lain nya tau, kamu dan aku kan suami istri jadi wajar dong. " kata amber kembali ambigu.
" ck, " jawab El berdecak, El tidak ingin merusak mood pagi nya yang baik hanya karna mendengar ocehan yang tidak penting dari mulut nya amber.
alex yang mendengar perkataan amber barusan pun merasa sesak di dalam dada nya. " apa mereka menghabiskan malam bersama malam ini, tapi bagaimana , , apa di saat aku sudah keluar dari kamar nya nyonya malam itu lalu tuan masuk ke sana. . . bisa gila aku, , tapi itu hak tuan lex. kamu tidak boleh marah atau kesal. mereka berdua sepasang suami istri sedangkan kamu hanya diam diam mencintai nya. perasaan yang tidak terbalaskan, bahkan nyonya sendiri tidak tau bahwa kamu memiliki perasaan untuk nya. haaaaa " gumam alex dalam hati nya dan sedikit helaan nafas di akhirnya.
ayana yang melihat alex menghembuskan nafas seperti itu pun memberanikan diri untuk bertanya , " paman kenapa, apa ada yang sakit. ? " .
alex terkejut sesaat karna helaan nafas nya tadi sempat terdengar oleh orang orang di sekitar nya. alex melihat ke arah nya ayana lalu menggelengkan kepala nya sebagai jawaban. alex pun mulai beralih menatap tuan nya lalu ke nyonya nya amber.
" saya baik baik saja tuan dan nyonya, ma'af telah menganggu waktu sarapan. em, saya permisi lebih dulu , saya harus ke kantor " kata alex dengan senyum ramah nya dan berniat bergerak meninggalakan posisi nya. alex yang sudah berlalu pun tidak ingin mendengarkan jawaban dari tuan dan nyonya karna alex bergerak dan berlalu dengan cepat.
El pun hanya diam namun mata nya terus melihat ke arah alex yang berjalan berlalu meninggalakan ruang makan. El masih bertanya tanya di dalam benak nya dengan tingkah alex yang aneh saat ini. amber pun sama sekali tidak merespon. sedangkan ayana yang mulai merasa tidak nyaman lagi berada di sana, memilih untuk pergi berlalu dari sana.
" ma'af paman . tante, aku permisi duluan mau ke kamar. " kata ayana ramah dengan senyum profesional nya dan sudah bergerak meninggalakan ruang makan.
tinggal lah amber dan Elard di sana, El yang sudah hilang selera makan nya pun memilih untuk beranjak juga dari sana tanpa meminta izin atau bersuara kepada amber. amber pun terkejut melihat El yang sudah berlalu dari posisi nya. " kamu mau ke mana sayang? " kata amber lembut.
" jangan sok perduli amber, aku jijik dengar nya " balas El dengan bentakkan yang dingin.
" aku cu. . " perkataan amber terpotong sebab El lebih dulu menyela. " diam lah, " sambung El kembali.
__ADS_1
amber pun terdiam, melihat tubuh El berlalu meninggalkan diri nya di ruang makan tersebut dan mau tidak mau diri nya makan sendirian di meja makan tersebut, sebab kakak dan kakak ipar nya masih belum turun dari kamar nya.