
lisa yang sudah pindah posisi dari hotel ke rumah nya bima pun menikmati hidup nya bagai seorang ratu di kediaman nya bima. sebab bima memberikan semua hal yang lisa inginkan tanpa terkecuali. bima memberikan pelayanan yang mewah dan penuh kasih sayang untuk lisa seorang, karna bima hanya ingin melihat lisa bahagia saat berada di sisi nya, lisa yang di perlakukan bak ratu tersebut awal nya merasa risih dan jenggag, tetapi dengan berjalan nya waktu lisa tinggal di kediaman nya bima, lisa pun mulai menerima nya dan beradaptasi dengan cepat. sebab lisa juga sudah biasa dengan pelayanan pelayanan yang mewah tersebut. karna lisa juga seseorang wanita yang kaya dari lahir. karna orang tua nya lisa sudah meninggal baru lah lisa turun tangan mengurus semua properti yang keluarga nya miliki sendiri.
walau pun lisa ikut turun tangan mengurus semua properti yang di miliki nya, semua nya tidak akan habis walau pun lisa tidak ikut bekerja. sebab mendiang orang tua nya lisa mempunyai tangan kanan yang setia yang ikut membantu mengelola properti properti milik keluarga nya lisa. terkadang juga lisa berkerja sama dengan tangan kanan nya mendiang dari orang tua nya untuk menjalankan sebuah proyek yang besar.
hingga akhir nya lisa bertemu dengan bima di lima tahun yang lalu dan hingga sekarang. kemewahan tersebut masih melekat di diri lisa.
bima pun tidak berangkat lagi ke kantor, sebab hari istimewa nya tinggal sehari lagi menjelang hari H nya. bima dan lisa hanya menghabis kan waktu di kediaman nya bima dengan mesra. tanpa mau terpisah. mereka berdua saat ini sedang duduk duduk di tepi kolam berenang untuk menikmati hembusan angin sore yang sejuk. sambil menikmati sebuah minuman dan cemilan yang sudah di buat oleh lisa sendiri. bima pun mengambil benda pipih milik nya untuk menghubungi El.
nada dering tersambung.
" hallo El. kamu di mana? " kata bima bertanya.
" di kantor, ada apa kak. " tanya El kembali.
" tidak ada, kakak hanya ingin memberitahukan ke pada mu, bahwa pernikahan kakak tinggal sehari lagi, kakak harap kau tinggal di rumah hari ini menjelang acara kakak selesai. amber juga membutuh kan mu saat ini dan. . " belum selesai bima berbicara El telah memotong nya lebih dulu.
" sudah ku katakan, jangan pernah ungkit tentang amber. aku yang akan urus sendiri jadi kakak pikirkan saja pernikahan kakak. aku akan datang, tapi tidak akan tidur satu kamar dengan amber, suruh pelayan membersihkan satu kamar yang lain untuk ku. " terang El kepada bima.
" bagaimana bisa begitu El, amber itu is. . . " El kembali memotong pembicaraan bima.
__ADS_1
" kakak mau aku datang atau tidak, itu terserah kakak. jika kakak memaksa, aku tidak akan datang . " El pun berkata kepada bima dengan memberikan sebuah ancaman.
bima terdiam, lalu sesaat kemudian " baik lah. kakak harap kau datang. kakak akan melakukan nya. " jawab bima pasrah karna tidak mau berdebat dengan El.
" baik, tepati janji kakak dan jangan berbuat hal yang aneh aneh atau aku akan membenci kakak. " kata El menjawab dengan nada dingin nya.
" iya, ya sudah. kakak matikan. " balas bima mengalah. yah walau bagaimana pun diri nya dan El adalah saudara satu darah. masalah yang lain bima juga tidak ingin ambil pusing lagi, yang penting hubungan nya dan El selalu baik baik saja. biar lah amber menjadi urusan El, itu lah yang ada di pikiran nya bima saat ini.
El sama sekali tidak menjawab perkataan terakhir kakak nya. El hanya mendengar suara panggilan yang sudah terputus dari benda pipih milik nya yang masih menempel di sebelah telingan nya .
" haa. aku harus menghadapi, jika harus hari ini akan aku hadapi. aku juga tidak ingin lari terus menerus seperti ini " gumam El pelan setelah panggilan diri nya dan kakak nya berakhir . El pun meletakkan benda pipih nya di atas meja kerja nya. dan mulai melanjutkan pekerjaan nya kembali agar pikiran El tidak memikirkan amber lagi.
" yah begitu lah, " jawab bima singkat.
lisa pun tidak memberikan tanggapan lagi, tetapi lisa hanya bertanya tanya dalam hati tentang permasalahan amber dan El karna apa. sebab bima sama sekali belum menceritakan nya dengan detail. lisa pikir amber dan El hanya ribut biasa di dalam rumah tangga. hingga rasa penasaran itu pun mulai tertumpu, namun lisa masih ada rasa tidak enak nya saat ini untuk bertanya lebih dalam tentang El dan istri nya, karna terlalu mencampuri urusan keluarga nya bima sedangkan lisa berfikir bahwa diri nya masih belum terikat hubungan yang pasti dengan bima. jadi belum ada alasan bagi lisa untuk bertanya dan mengetahui nya lebih awal, sebab lisa hanya lah pendatang baru di keluarga nya bima. biar lah bima yang berinisiatif untuk berkata jujur kepada nya. karna bima juga masih belum menceritakan nya kepada lisa lebih dalam.
" apa kamu sudah menghubungi putri mu " tanya bima kepada lisa. lisa yang sedang termenung pun. tersadar kembali. " ha , belum sayang. " jawab lisa terlihat gugup.
" kamu kenapa sayang " tanya bima merasa khawatir karna melihat raut wajah nya lisa sedikit berubah menjadi tegang.
__ADS_1
" ahhaahahha tidak apa apa sayang , baik lah aku tinggal dulu yah. aku akan menghubungi putri ku dulu. " kata lisa dan mencoba untuk menghindar dari bima.
" baik lah sayang, aku tunggu di sini saja, karna aku sudah PW. " jawab bima santai.
lisa yang ingin beranjak pun berhenti sesaat karna mendengar kosa kata baru yang asing di dengar nya. " apa, PW. apa itu " tanya lisa penasaran.
" hahahaahahaha, POSISI WENAK. aku pakai bahasa gaul sayang. biar kelihatan muda nya sikit. " jelas bima dengan tertawa jail nya.
"is kamu nih ada ada saja. kayak anak remaja aja pakai kata kata gaul. umur uda tua juga, jangan nambah nambah jadi muda. gak cocok. " balas lisa dengan sewot.
" hahahahahaa, tapi kamu suka kan " goda bima kepada lisa .
lisa yang merasa malu pun berlalu dengan cepat dari sana sambil menggeleng gelengkan kepala nya pelan , saat sampai di dalam kamar nya lisa pun mengambil benda pipih nys untuk menghubungi ayana.
nada dering tersambung.
" hallo ay, kamu di mana. besok kamu datang ke kediaman nya papa bima yah. kalau kamu belum tau nantik mama kirim kan alamat nya ke kamu. hari pernikahan mama tinggal sehari lagi. papa bima mau kamu untuk tinggal di sini . kamu harus datang jangan sampai gak . " jelas lisa kepada ayana.
" iya ma. aku pasti dat. . " perkataan ayana terhenti sebab ayana sudah mendengar panggilan tersebut sudah di matikan oleh mama nya tanpa mendengar jawaban nya dengan jelas, bahkan hanya sekedar untuk mendengar suara nya ayana lebih lama pun mama nya tersebut tidak mau dan sudi. ayana hanya bisa menghirup udara sebanyak banyak nya agar air mata nya tidak tumpah.
__ADS_1
" aku pasti datang ma. karna itu adalah hari istimewa nya mama. aku gak tau apa yang udah buat mama berubah, tapi ma'afkan aku ma. aku minta ma'af jika aku uda buat mama terluka. " gumam ayana pelan sambil merebahkan tubuh nya di sofa. karna saat mama lisa menghubungi ayana. ayana sedang berada di ruang tv sedang menonton.