Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 59


__ADS_3

selesai dengan sarapan pagi mereka, El pun bersuara kembali saat masih melihat ayana dalam keadan murung.


" kenapa? " tanya El singkat menatap ke arah ayana.


" tidak ada paman. " jawab ayana dan langsung menundukkan kembali wajah nya.


" apa ada yang ingin kau katakan. kelihatan nya mood mu tiba tiba menghilang. " kata El kembali.


" ah. . i. . tu. hm. sebenar nya paman, aku ingin minta tolong. " kata ayana dengan nada gugup.


" minta tolong apa? " tanya El kembali dengan tangan yang berlipat di atas dada nya dan menyandarkan tubuh nya ke belakang untuk bersandar di kursi agar lebih nyaman untuk berbicara.


" ngomong gak yah. duuuh. aku kok jadi takut gini. " ayana kembali berlamun.


" khem. kita tidak punya banyak waktu, sebentar lagi kita akan berangkat jadi cepat lah " kata El dengan dingin.

__ADS_1


" a. iya paman, aku ingin minta tolong sama paman. ketika kita berangkat nanti, paman menjaga aku selama aku ada di dekat paman. soal nya aku takut paman. " jelas ayana pada akhir nya dan tidak berani untuk menatap ke arah nya El.


" menjaga dari apa dan siapa? " tanya El kembali.


" duuuh. paman kepo deh. tapi. . bilang gak yah. tapi. " ayana berkata dalam hati dan kembali melamun.


brak.


" kenapa melamun " kata El dengan rasa kesal sebab asal di tanya ayana pasti melamun dan itu membuat El secara tidak sengaja memukul meja.


ayana pun terkejut. ingin berkata jujur pun ayana kembali tidak berani. ayana hanya bisa melihat ke arah bawah, sama sekali tidak berani untuk melihat wajah nya El.


glek.


ayana semakin merasa was was. " ancaman paman ngeri ui. " kata ayana dalam hati.

__ADS_1


" oke paman. aku akan jujur, sebenarnya laki laki yang paman jumpai itu pacar ku, tapi karna ada masalah. aku sudah minta putus sama dia tapi dia gak terima dan malah nyari nyari aku. sampai ke sini lagi paman. aku cuma takut dia nekat sama aku paman, maka nya aku minta tolong sama paman untuk menjaga aku selama aku berada di dekat paman. itu ajah kok paman gak lebih. suer. " jelas ayana dengan mengangkat dua jari tangan nya untuk memberikan sumpah agar El percaya kalau dia tidak bercanda atau berbohong.


" cih. asal pilih lelaki yah begitu. " kata El tanpa di saring terlebih dahulu kata kata nya.


ayana pun melotot tajam ke arah nya El karna mendengar kata kata yang tidak enak di dengar oleh ayana. ayana sudah tidak perduli lagi. karna laki laki yang ada di hadapan nya ini sama sekali adalah orang yang tidak memiliki perasaan " kalau paman gak mau nolong, gak usah ngata ngatain, bisa kan. percuma ngomong baik baik sama paman. paman hanya bisa menilai seseorang tersebut hanya dari luar nya saja. paman tidak tau apa apa tentang aku, maka nya paman semudah itu berkata seperti itu. aku gak jadi minta tolong sama paman. " ayana yang sudah emosi dan kesal pun memilih beranjak dari meja makan menuju ke kamar nya.


brak. suara pintu kamar ayana tutup dengan kuat dan menimbulkan suara yang keras hingga El terkejut di tempat nya. karna di hempas dengan kuat pintu tersebut tidak tertutup dengan rapat. pintu tersebut terbuka sedikit dan ayana tidak menyadari itu.


El terdiam " apa aku sudah keterlaluan. haaa. " kata El dalam hati dengan perasaan yang tidak enak dan memilih untuk menyusul ayana ke kamar nya, saat hendak ingin mengetuk pintu nya ayana El mendengar suara ayana dari dalam yang sedang menangis serta bersamaan dengan kata kata yang pilu keluar dari bibir nya ayana. El pun mencoba untuk mengintip ke dalam dari celah pintu yang terbuka sedikit tersebut. El melihat posisi ayana yang duduk di atas tempat tidur nya sambil memengang kedua lutut nya. dan menangis dengan suara yang tertahan.


" memang dia pikir dia siapa, gak tau apa apa tentang aku malah ngomong kayak gitu, hiks hiks hiks. aku juga gak tau kalau arsen akan kayak gitu. aku gak tau apa pun tentang arsen selama ini, aku percaya dan memberikan perasaan yang tulus kepada nya. hiks hiks. dan aku pun tak menyangka jika arsen akan berubah seperti ini, tapi siapa yang akan tahan jika di perlakukan dengan lembut. pasti akan jatuh cinta dan karna sebuah rasa cinta itu aku memilih nya. karna percaya akan cinta aku menerima ungkapan cinta dari nya. hiks hiks hiks , apa ini juga salah ku. apa takdir cinta ku begitu buruk. hingga kebahagiaan itu hanya sebentar , dari semua laki laki yang ku temui tidak ada yang memberikan perasaan yang tulus. hiks hiks hiks. bunda aku rindu. bawa aku bunda. sungguh aku udah gak kuat bunda. hiks hiks hiks hiks. " ayana semakin menjadi jadi tangis nya, sebab dada nya sudah melebihi batas dalam menyimpan rasa duka.


El yang mendengar dan melihat ayana dalam kondisi itu pun, merasa semakin tidak enak dalam hati, perasaan tidak nyaman mulai merasuki hati nya El, El tidak tega melihat ayana menangis seperti itu. ingin rasa nya El masuk dan memeluk tubuh rapuh itu untuk menenagkan nya.


dan tanpa ba bi bu El masuk ke dalam kamar nya ayana, tanpa di ketahui ayana El duduk di tepi ranjang tersebut.

__ADS_1


" maaf " kata El pelan dan lembut.


ayana yang terkejut pun mengangkat kepala nya dan menatap ke arah nya El. " kenapa paman ke sini, aku mau sendiri mending paman keluar aja. " kata ayana dengan nada ketus dan memalingkan wajah nya melihat ke arah yang lain untuk menghapus air mata nya. sebab ayana merasa malu dan canggung untuk bersitatap wajah dengan El saat ini.


__ADS_2