
setelah bima duduk di sofa dengan nyaman. bima menatap amber dengan lekat dan diam. amber yang melihat kakak ipar nya menatap nya dengan intens seperti itu pun, merasa tidak nyaman karna pandangan kakak nya seakan akan ingin menguliti nya saat ini juga dengan pertanyaan pertanyaan tentang berita itu, karna amber melihat wajah sang kakak ipar nya nampak serius.
amber merasa was was dan jantung nya pun berdegup dengan cepat. " ada apa kak? " tanya amber kembali sebab sang kakak ipar nya hanya berdiam diri.
" aa. itu kakak ingin bicara, maaf. kakak malah diam, baik lah. apa kau sudah siap mendengar nya? " jelas bima kepada amber.
" hmm. " jawab amber dengan yakin dan di sertai anggukan pelan di kepala amber.
bima pun mulai berbicara. " apa kau mengenal pria itu? " tanya bima dengan penekanan.
Deg.
jantung amber seketika berhenti mendadak mendengar pertanyaan dari sang kakak ipar, " sudah ku duga, hari ini akan datang juga. " kata amber dalam hati.
" tidak kak. " jawab amber pelan dan singkat, sambil menundukkan kepala nya karna takut melihat mata nya bima.
" lalu kenapa bisa terjadi, apa benar itu diri mu dan bukan orang lain? bisa kau jelaskan? " tanya bima kembali.
__ADS_1
" a. . aku juga tidak tau kak, tiba tiba aku dan pria itu sudah dalam posisi seperti itu dan dalam satu kamar yang sama. aku tidak mengenal pria itu, sungguh kak. percaya lah pada ku. dan benar. itu aku tapi aku tidak sengaja melakukan nya kak. percaya lah pada ku, aku tidak mungkin menyakiti El " jelas amber dengan sedikit nada yang tinggi dan menatap ke arah bima agar bima percaya kepada nya.
karna hati nya saat ini sangat sakit sebab El tidak berada di sisi nya sekarang dalam kondisi nya seperti ini, sedangkan kakak ipar nya malah mempertanyakan berita itu kepada nya. siapa yang benar benar akan percaya pada diri nya. apa kah ada orang yang benar benar tulus pada diri nya. begitu lah pemikiran amber saat ini dengan menahan sesak di dada dan mencoba menahan agar butiran bening itu tidak tertumpah membasahi pipi nya.
" huuft. kakak juga pusing, kakak sudah menyuruh orang untuk mencari kebenaran nya tentang berita itu. dan kakak terkejut mendengar pengakuan langsung dari mu. kakak tidak tau apa El akan bertahan atau melepaskan mu. kau tau sendiri amber. El sangat mencintai mu tapi kau malah menyia nyiakan nya selama 5 tahun ini. kakak tidak tau apa keputusan yang akan El ambil dengan semua ini setelah El melihat berita itu. " jelas bima kembali.
" tapi itu bukan aku yang sengaja melakukan kan nya kak. percaya lah. aku tidak sengaja . aku tidak ingin menyakiti El, hiks hiks hiks. " amber akhir nya tidak bisa menahan rasa sesak di dada nya, ait mata nya tumpah begitu saja dengan deras membasahi pipi nya.
bima yang melihat itu pun menghela nafas nya pelan.
" iya, kakak benar. El selalu baik kepada ku. mencintai diri ku seorang. aku harus nya menjadi wanita paling bahagia di dunia ini karna bisa mendapatkan suami seperti El. aku seperti ini karna masalah ini kak. dan jujur aku dan El belum pernah bersentuhan layak nya suami istri selama 5 tahun ini. aku takut untuk jujur pada El kak. aku takut. hiks . hiks. hiks aku takut jika El tau kebenaran tentang diri ku kak, dia tidak akan menerima ku. maka nya aku berbohong hingga sekarang. yah kakak benar sekali lagi. aku yang memberikan luka untuk El. hanya aku bukan El. hiks hiks hiks. lalu aku harus bagaimana kak? " kata amber panjang lebar dan bertanya kepada bima apa yang harus dia lakukan.
" kakak tidak tau amber. kita lihat saja besok, setelah El pulang kita akan tau keputusan apa yang akan kita semua ambil. " jawab El menenangkan amber dan mendekat ke amber untuk memeluk amber dengan posisi bima yang berdiri di sisi ranjang.
" sudah sekarang kakak ingin memberitahukan kepada mu kabar gembira. kakak akan menikah di tanggal XX dan bulan XX kakak harap kamu dan El bisa datang bersama sama. dan kakak berdo'a semoga masalah mu dan El cepat selesai dan selalu bahagia bersama. kakak akan bantu kamu dengan pria itu, jika pria itu macam macam pada mu beritahu kakak. kakak akan membereskan nya. " jelas bima panjang lebar kembali.
" selamat untuk kakak. aku turut senang dan bahagia untuk kakak. dan maaf aku belum bisa jadi adik ipar yang baik buat kakak. " kata amber sambil sesegukkan.
__ADS_1
" it's okay sayang. kakak tau semua ini pasti tidak mudah bagi mu. tapi kakak mohon pada mu, apa pun yang terjadi pada mu, tolong kasih tau kakak. karna kamu tanggung jawab kakak sayang. hm. jangan bertindak bodoh untuk menyembunyikan nya dan menahan nya sendiri. terkadang luka yang di terima akan lebih ringan jika kita semua saling jujur satu sama lain. dan di ketahui langsung oleh pasangan kita dari diri kita dan bukan nya dari orang lain. ingat sayang. kunci bahagia dalam rumah tangga, poin kejujuran juga termasuk. kepercayaan satu sama lain. hmmm. apa kamu paham sayang. " kata bima dengan lembut.
" hmm. " angguk amber pelan.
" terima kasih kakak. aku sudah merasa lega sekarang . " kata amber dengan senyum tipis di bibir nya.
" sama sama sayang. " jawab bima singkat dan melerai pelukan nya.
bima menemani amber hingga amber terlelap saat itu. sebenar nya bima tidak tega kepada amber, namun apa lah daya. semua keputusan nya ada di tangan adik nya sendiri.
" semoga pernikahan mereka baik baik saja yah sayang, karna ini adalah keinginan terakhir mu. tapi jika El ingin mengakhiri nya aku tidak bisa mengubah keputusan nya. aku minta maaf sayang, " kata bima dalam hati nya karna mengingat sang mending istri nya dulu.
Bima pun meninggalkan kamar nya amber dan kembali ke kamar nya untuk beristirahat karna hari sudah malam saat itu.
FLASBACK OFF.
dan kembali ke saat sekarang. bima yang berada di kantor nya fokus pada pekerjaan nya setelah panggilan dari lisa berakhir.
__ADS_1