
setiba nya di hotel, El keluar dari mobil nya dan berjalan ke arah nya ayana untuk membuka kan pintu mobil untuk ayana. setelah pintu mobil terbuka, El langsung mengulurkan tangan nya untuk menggendong ayana.
ayana yang terkejut pun berteriak. " kyaaa."
" diam lah, telinga ku sakit. " bentak El.
" ck. apa apaan paman, tanpa izin langsung mengendong ku. aku kan terkajut. " kesal ayana.
ayana yang merasa malu karna banyak nya mata yang melihat ke arah mereka ,terpaksa mempererat pelukan nya di leher El, dan menyembunyikan wajah nya ke arah dada nya El dengan rapat.
karna ayana baru sadar karna posisi nya saat ini dalam gendongan nya El, dan berjalan masuk ke dalam hotel.
El berjalan menuju lift dan menekan tombol lift dengan tombol terakhir. ayana yang melihat itu pun terkejut.
" paman, mau bawa aku kemana. itu bukan lantai kamar ku. " teriak ayana, yang saat itu juga langsung menutup mulut nya tersadar dengan posisi nya saat ini.
" ck. diam lah, jika tidak aku lempar kan kau ke lantai. " kesal El lantaran malu sudah banyak mata yang memandang ke arah nya. karna masih menunggu lift datang.
" dasar tua bangka. " kata ayana pelan namun dapat di dengar oleh El.
El pun menatap tajam ke arah ayana, karna suara nya sangat menganggu. ayana yang mendapat kan tatapan tajam itu pun langsung menundukkan kepala nya.
__ADS_1
selang menunggu beberapa lisf akhir nya datang.
"ting " pintu lisf terbuka. El pun masuk ke dalam lift membawa mereka menuju ke kamar nya Elard di lantai paling atas.
selama dalam gendongan nya El ayana hanya berdiam diri tidak bergerak. karna ayana takut jika paman nya ini akan bersikap galak lagi.
sampai di pintu kamar nya El. El membuka pintu dan masuk ke dalam membaringkan ayana ke sofa milik nya. lalu berlalu dari sana meninggalkan ayana sendirian di sana untuk mengambil kotak obat . ayana yang sudah duduk dengan manis di atas sofa itu pun melihat sekeliling.
" tempat yang luas dan nyaman. " kata ayana pelan.
tidak lama setelah itu El datang dengan membawa kotak obat, untuk mengobati luka memar di sudut bibir nya ayana . El sibuk dengan kotak obat itu setelah itu mengulurkan tangan nya ke arah bibir nya ayana. ayana yang terkejut pun reflek memundurkan tubuh nya.
" ck. jangan GR aku tidak bernafsu. aku ingin mengobati luka itu. " tunjuk El pada bibir ayana dan menjelaskan niat nya kepada ayana.
" sudah diam lah, aku ingin ini cepat berlalu dan beristirahat. setelah ini kau kembali ke tempat mu. aku hanya menjaga janji ku kepada kakak ku untuk menjaga mu. " jelas El.
ayana pun kembali terdiam, karna jantung nya sempat berdetak namun mendengar kata kata El barusan perasaan ayana tiba tiba menjadi aneh dan berubah.
" ada apa dengan ku. " pikir ayana dalam hati.
El pun dengan telaten mengobati sudut bibir nya ayana, sedikit canggung namun El tetap bersikap seperti biasa. oles dan oles El terdiam karna tangan nya tidak sengaja menyentuh bibir nya ayana. detak jantung El berdetak kencang entah karna apa .
__ADS_1
El terdiam memandangi bibir ranum milik nya ayana. bibir itu menggoda, namun El mencoba untuk bersikap biasa lagi dengan berdehem kecil sebab kesadaran nya hilang sesaat karna bibir ayana tadi. " khem "
" paman kenapa. ? " tanya ayana heran.
" tidak ada. diam lah kau berisik sekali seperti bebek . " kesal El.
" apa. " ayana mendorong dada paman nya lalu bersuara kembali dengan posisi berdiri " aku paman bilang bebek. aku bebek paman siput . dasar lambat. " ketus ayana.
" haa. kau mengatai ku siput. atas dasar apa haa. " jawab El yang tidak mau kalah.
" atas dasar paman terlalu lelet untuk menolong ku. setelah aku terluka seperti ini paman baru bergerak untuk memukul pria breng*sek itu. apa itu tidak bisa di bilang lambat seperti siput. " jelas ayana dengan nada sedikit tinggi.
" dasar wanita tidak tau terima kasih. " kesal El.
" aku tidak minta paman untuk menolong ku. " ketus ayana lagi.
" aaakh. .diam. aku tidak ada urusan dengan mu lagi. pergi " usir El kepada ayana sambil menunjuk ke arah pintu.
ayana dan Elard yang sama sama naik darah itu pun justru malah ribut karna hal yang sepele. entah karna hati mereka yang belum damai dan mendapat kan kebahagiaan atau mereka berdua memang tidak cocok. hehehe.
ayana pun yang merasa kesal memilih untuk keluar dari kamar nya El serta di ikuti oleh El dari belakang untuk membuka pintu kamar milik nya. ayana berlalu dari kamar nya El tanpa berkata apa apa kepada El.
__ADS_1
setelah ayana berlalu dan menghilang di bawa oleh lift. El hanya bisa menggeleng gelengkan kepala nya.
" dasar bocah. " kata El pelan