Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 64


__ADS_3

ceklek. pintu ruangan alex terbuka. amber melihat alex yang sedang fokus menatap ke arah layar laptop nya. tanpa alex sadari amber sudah memasuki ruanga nya.


"ada juga sisi tampan mu boy, " kata amber dalam hati melihat ke arah nya alex, yang sedang fokus bekerja menatap layar laptop nya. amber menatap dengan lekat wajah nya alex.


" serius amat lex, sampai aku yang masuk ke sini pun, kamu gak sadar. " kata amber langsung memilih duduk di sofa.


alex pun langsung mengangkat kepala nya ke atas untuk melihat siapa yang datang ke ruangan nya,


Deg.


" nyonya amber " kata alex dalam hati.


" ah, i. . ya nyonya. silahkan duduk " kata alex yang tiba tiba menjadi gugup.


" hahahahaha, santai saja lex. kenapa harus kaku begitu. dan yah, aku sudah duduk duluan tanpa kamu bicara. jadi aku minta maaf telah bersikap lancang. " kata amber tersenyum tipis.


" hm. baik lah nyonya,tidak apa apa nyonya. ada perlu apa nyonya kemari? apa ada yang bisa saya bantu? " kata alex kepada amber dan mulai berdiri dari kursi nya.


melihat itu pun amber berbicara " tidak usah berdiri lex, lanjutkan saja pekerjaan mu. aku hanya sebentar di sini. aku lagi bingung mau ke mana, jadi yah. aku kemari. aku tidak akan menganggu kamu bekerja, lanjutkan saja. aku akan duduk di sini saja sambil membaca majalah atau apa pun. " jelas amber kepada alex.


" ah, apa nyonya yakin? " tanya alex memastikan.

__ADS_1


" iya, tentu saja. " jawab amber yakin.


" baik lah nyonya, jika saya bersikap lancang karna tidak menghiraukan nyonya saat ini, saya minta maaf nyonya. karna saya ada pekerjaan, saya lanjut kan lagi nyonya. dan jika nyonya ada perlu apa apa. nyonya bisa menghubungi staf kantor dari telvon yang ada di samping sofa itu nyonya. " jelas alex kepada amber sambil menunjuk ke arah telvon kantor yang tidak jauh dari posisi nya amber.


" hm, oke " jawab amber dengan singkat dan sedang asik memilih milih majalah yang ada di atas meja untuk amber lihat.


mereka berdua pun kembali pada ke sibukkan masing masing.


beda hal dengan bima yang saat ini sudah selesai berbicara kepada lisa lewat telvon, dan tetap pada posisi yang sama, bima pun membalikkan tubuh nya berniat untuk menghampiri amber kembali. namun belum sempat melangkah bima di buat terkejut sebab sosok amber yang sudah tidak ada lagi di ruangan nya.


" kemana tuh anak, pergi kok diam diam. " kata bima pelan.


" ah sudah lah, nanti aku hubungi. lebih baik aku lanjut bekerja. agar hari H bisa lebih santai. " gumam bima pelan dan berjalan ke arah kursi nya melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda sesaat.


" ah, begini kah rasa nya jatuh cinta lagi. hehehe" gumam bima dan di iringi tawa bahagia dengan tangan nya yang masih fokus mengetik key board laptop nya.


waktu berlalu dengan seksama.


ayana dan El yang masih di dalam pesawat tidak banyak hal yang mereka lakukan. duduk, baca majalah. makan minum dan lain lain.


ayana juga merasa bosan. entah karna apa, ayana pun memilih untuk membaca majalah kembali karna sudah berulang ulang kali hal tersebut terjadi. El yang sedari tadi duduk dengan tenang di sebelah nya ayana merasa cukup ternganggu.

__ADS_1


" tidak bisa kah kau diam, aku ingin merasa nyaman. " kata El dengan sedikit kesal.


" ah, maaf paman. aku hanya merasa sedikit aneh sebab hanya ada kita berdua di sini. entah kenapa aku merasa bosan dan di tambah lagi paman asik sendiri. gak mau bicara sama aku. " jelas ayana yang secara spontan menghentikan aktifitas nya yang sedang membaca majalah tersebut.


"banyak al. . " kata kata El terpotong sebab suara teriakkan dari ayana karna merasa takut.


" kyaaaaaaa" teriak ayana kuat dan dengan spontan memeluk tubuh nya El, karna posisi mereka duduk berdampingan dan saling menatap ketika berbicara tadi.


ayana dan El yang sedang berbicara pun terkejut secara bersamaan karna ada ngangguan nya. pesawat yang mereka tumpangi mendadak bergoyang goyang seperti kehilangan kendali.


" ada apa ini " kata El dengan pramugari yang berjaga tidak jauh dari mereka.


" ma'af tuan, pesawat sedang mengalami masalah, sebab cuaca di luar sedang tidak mendukung tuan. mohon kencang kan sabuk anda tuan serta istri anda tuan. kami sebisa mungkin mengatasi nya. dan duduk dengan tenang " jelas sang pramugari kepada El.


" hiks hiks hiks , , bagaimana ini paman. kyaa. " ayana semakin erat memeluk tubuh nya El, karna guncangan semakin tidak terkendali.


El pun juga semakin erat memeluk tubuh nya ayana, El merasa takut dan was was jika hal hal yang berbahaya terjadi kepada ayana.


***pengumuman .


" mohon ma'af jika perjalan tuan tuan dan nyonya nyonya merasa ternganggu, di karenakan cuaca yang tidak mendukung, pesawat yang kita semua tumpangi mengalami masalah. kami sebagai awak di dalam pesawat akan bertanggung jawab dan memberikan yang terbaik untuk keselamatan kita semua. mohon kerja sama nya dan patuhi petunjuk dari para pramugari. dan juga mohon do'a untuk kita semua dengan kepercayaan kita semua masing masing. sekian dan terima kasih. saya sebagai pilot mengucapkan terima kasih dan ma'af sebesar besar nya***. "

__ADS_1


pengumuman pun berakhir dan membuat para penumpang semakin merasa takut. berteriak dengan histeris, ada yang menangis dan ada pula para penumpang yang membuat surat warisan di dalam pesawat yang terguncang melalui rekaman dari benda pipih milik nya. ayana dan El juga semakin menguat kan pelukan nya sambil berdo'a di dalam hati masing masing.


__ADS_2