Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 32


__ADS_3

ayana bermulai dari pusat belanja di mall terbesar di jakarta, lalu beralih ke kuliner di jakarta. mencoba setiap makanan yang enak yang ada di jakarta sampai ke museum dan ke tempat tempat yang unik dan indah.


beberapa hari berlalu begitu pun dengan kota di paris, amber yang sudah di bolehkan pulang oleh dokter, serta bima yang merasa murka dengan tindakan amber yang mencoba untuk mengakhiri hidup nya dengan memotong urat nadi di tangan nya. jika alex telat sedikit saja mungkin amber sudah tinggal nama di tambah lagi Elard sama sekali tidak ada kabar dan tidak bisa di hubungi.


amber, alex dan bima telah sampai di rumah mewah utama, mereka sibuk dengan kegitan masing masing. bima marah terhadap amber tapi mencoba untuk meredam nya. masalah ini akan bima bahas dengan detail setelah Elard kembali. sebab bima juga mendapatkan berita baru tentang kejadian di pesta itu dari alex.


bima sudah tau semua masalah yang di tanggung oleh adik ipar nya ini, dan sudah membereskan masalah berita itu dengan serapi rapi nya agar tidak di ketahui publik lebih banyak lagi. alex sudah menghentikkan nya namun tetap ada celah yang terjadi, karna alex hanya bawahan tidak bisa terlalu menekan orang orang yang kuat. maka nya bima lah yang turun tangan menyelesaikan nya sampai tertutup rapat berita itu hilang bak di telan bumi,


hingga sebuah klarifikasi telah di keluarkan oleh alex untuk meredam pembicaraan di masyarakat nanti yang mana berita menggempar kan tentang amber itu adalah menampilkan tubuh amber dengan seorang laki laki yang tengah tertutup selimut bagian bawah nya dan bagian atas tubuh nya tanpa busana apa apa, di atas tempat tidur hotel. sedangkan wajah sang lelaki di buram kan hanya wajah amber yang terlihat dengan jelas .

__ADS_1


arsen yang sudah mengetahui ayana berada di mana dengan usaha yang tidak main main, dan saat ini arsen telah menyusul ayana ke kota jakarta bersama sekretaris nya nana. bahkan tempat hotel di mana ayana tinggal pun arsen sudah tau. butuh waktu lama namun semua nya tidak sia sia jika di selediki dengan tepat.


ini sudah hari ke 6 mereka di jakarta mereka berdua tidak tau hal buruk apa yang akan menimpa mereka.


ayana dan Elard menghabiskan waktu mereka di pantai. di pantai yang sama. ayana yang sudah bosan duduk di tepi pantai itu pun memilih untuk berjalan jalan dengan ramai nya orang orang di pantai tersebut. tidak tau jika El pun berada tidak jauh dari posisi nya sekarang.


arsen yang sudah tiba di jakarta langsung menuju ke tempat hotel nya ayana. namun ayana tidak ada di tempat arsen murka dan menyuruh sekretaris nya bergerak mencari ayana . menunggu beberapa jam akhir nya arsen tau di mana keberadaan nya ayana. arsen langsung menuju ke sana. dengan tangan mengepal kuat. sebab laporan dari nana ayana sedang bersama laki laki. yaitu paman tiri nya (hehehe )


" hai paman. " sapa ayana.

__ADS_1


Elard menoleh ke sumber suara yang memanggil nya paman. lalu membuang muka kembali setelah berdecak kecil. " ck. " kata El tipis.


ayana yang merasa di abaikan pun memilih duduk di batu itu yang hanya satu langkah posisi nya dari Elard saat ini.


" ck apa apaan anak ini. menganggu ketenangan ku saja. " batin El yang menoleh sekedar ke arah nya ayana.


ayana yang tidak tau kondisi dan situasi tentang hati nya Elard pun hanya merasa bodo' sebab tidak ada suara yang keluar dari mulut paman nya itu ketika ayana memilih untuk duduk di dekat nya. itu berarti sang paman tidak merasa ternganggu akan kehadiran nya .


asik menikmati angin laut serta pemandangan yang indah di depan. Elard mencium wangi dari tubuh nya ayana yang terbawa oleh arus angin menusuk hidung nya.

__ADS_1


" aroma yang wangi dan menenangkan. " kata El dalam hati.


" apa dia memakai parfum. tapi jenis apa? aku tidak pernah mencium aroma ini. aroma yang menenangkan, aku ingin menghirup nya lebih lama " kata El dalam hati lagi sambil memejamkan mata nya dan menajamkan indra penciuman nya untuk menghirup aroma dari tubuh nya ayana yang tengah terbawa arus angin.


__ADS_2