Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 29


__ADS_3

mereka pun berdiri bersama sama, sebab acara pertemuan nya telah usai dan lancar tanpa ada kendala.


mereka berjalan beriringan. untuk menuju ke pintu keluar dari villa itu. karna El dan ayana akan segera pulang. bima dan lisa mengantar mereka sampai ke pintu depan villa itu.


berjalan bersama sama tidak terasa bahwa mereka telah tiba di depan pintu villa itu karna terlalu asik berbicara . El yang berjalan berdampingan dengan sang kakak nya bima asik bersenda gurau. sedangkan ayana dan mama nya yang berada di belakang hanya terdengar sedikit obrolan. selepas itu kembali terdiam. sampai sampai El merasa heran sendiri dengan sikap sang kakak ipar nya kepada sang anak nya.


"kami permisi dulu kak. jika ada apa apa hubungi aku. " kata El sambil melangkah keluar villa dan di susul oleh ayana. dan posisi mereka sekarang saling berhadapan .


" baik lah. kamu tak perlu khawatir , sebab pawang kakak sudah ada. " goda bima ke lisa.


lisa hanya senyum senyum malu sambil sedikit menundukkan kepala nya. karna saat ini posisi lisa tepat di sebelah bima dan di peluk oleh bima dari samping.


" baik lah. aku juga pamit ma. sekali lagi selamat untuk mama. " kata lisa lembut dan memeluk mama nya untuk terakhir kali nya sebelum berpisah. sebab ayana tidak akan tau kapan lagi dia akan berjumpa dengan sang mama


"hmm. makasih aya dan hati hati . " kata lisa pelan.


" papa aku pamit . titip mama. " kata ayana ke bima dengan pelan.


" oke sayang. itu pasti. " kata bima yakin.

__ADS_1


"oke sudah basa basi nya. sekarang ayo kita pulang ." kata El yang sudah mulai risih sambil menatap ke arah ayana.


" baik paman. " kata ayana pelan.


ayana dan El pun berlalu dari sana setelah memasuki mobil pribadi milik El yang mewah. mereka membelah jalanan yang dingin itu hanya berdua di dalam mobil dan hanya ada keheningan .


ayana yang hanya diam tanpa suara sambil menatap ke arah jendela mobil itu, melihat pemandangan dari dalam mobil tidak sadar bahwa El sedari tadi mencuri pandang ke arah nya.


" ck. . apa apaan dia, sudah di kasih tumpangan malah membuang muka, bahkan tidak menoleh ke arah ku sedikit pun. apa aku sejelek itu sampai sampai di anggurin. " kesal El dalam hati.


" aah sudah lah. . kenapa juga aku yang ribut sendiri, suka suka dia saja. " kata El lagi di dalam hati nya.


sambil terus mengemudi El teringat jika dia tidak tau di mana ayana tinggal. El pun mulai bersuara untuk menanyakan di mana tempat tinggal nya ayana ." khem, ,dimana alamat mu tinggal? ." tanya El yang menatap lurus ke depan.


ayana yang sedang melamun itu pun di buat terkejut.


" ck. . di hotel ternama di jakarta XXX nama nya ." jelas ayana.


mendengar itu pun El terkejut. dan melotot kan mata nya yang masih lurus menatap ke depan jalanan .

__ADS_1


" kamu serius. ? " tanya El meyakinkan.


" iya. " jawab ayana singkat.


" hm. .baik lah. " jawab El dengan pelan.


" berarti kami satu tempat penginapan, kenapa dunia ini sempit sekali. hahahaha. " kata El dalam hati nya.


El mengemudikan mobil nya hingga berjam jam di perjalanan. hingga beberapa lama sampai lah mereka berdua di hotel yang ingin di tuju.


El langsung berhenti di depan hotel itu, melihat mobil yang sudah berhenti ayana pun segera bergerak untuk keluar dari mobil El.


ceklek. " suara pintu mobil terbuka secara bersama an. namun lebih cepat pergerakkan El saat meninggalkan mobil nya.


ayana yang sudah keluar dari mobil nya El, dikejut kan dengan El yang telah berjalan mendahului nya untuk masuk ke dalam hotel itu. dan lebih kaget nya lagi kunci mobil milik nya El sudah berada di tangan pegawai laki laki hotel itu dan membawa mobil El menuju ke parkiran.


" ck. .apa apaan dia. tanpa aba aba langsung main pergi saja. niat hati ingin mengucapkan terima kasih malah di cuekin. ya sudah lah. bukan aku yang capek menyetir. " kata ayana sambil menaikkan ke dua bahu nya dan berjalan masuk ke dalam hotel menuju ke arah kamar inap nya.


mereka berjalan di tempat yang sama namun berbeda tujuan.

__ADS_1


__ADS_2