
bima dan lisa sudah duduk di kursi di ruang makan. semua menu tersaji di atas meja makan tersebut, tetapi di tempat itu hanya ada mereka berdua. alex dan amber masih belum menyusul, padahal jam sudah lewat jam satu siang.
bima pun berinisiatif menyuruh pembantu nya untuk memanggil alex dan amber. " bibi. tolong panggilakan alex dan amber untuk makan siang bersama. " kata bima kepada kepala pembantu nya yaitu bibi.
" baik tuan. " jawab sang bibi dengan anggukkan kepala nya tanda mengerti.
bibi pun berjalan untuk mencari keberadaan nya alex dan amber di kediaman nya bima dan El tersebut. bibi mencari berputar putar keberadaan tuan alex dan nyonya amber , bibi pun bertanya kepada pekerja lain yang tidak sengaja berpas pasan dengan bibi saat berjalan di lorong mau pun di sebuah ruangan di kediaman nya bima dan El tersebut. bibi bertanya tentang posisi pasti di mana tuan alex dan nyonya amber nya berada .
setelah bibi mengetahui posisi pasti di mana nyonya amber dan tuan alex dari salah satu pekerja di kediaman nya bima, bibi pun berjalan menuju ke sana. tempat yang bibi tuju untuk pertama kali adalah posisi nya nyonya amber yang berada di taman belakang rumah tersebut.
beberapa lama berjalan akhir nya bibi tiba juga di halaman belakang tersebut. bibi melihat dari jarak yang jauh mencoba memperluas jarak pandangan nya untuk mencari sosok yang di cari saat ini tepat berada di mana ,sebab taman belakang di rumah ini cukup luas dan rimbun akan tanaman hias serta pohon.
bibi melihat dengan fokus dan tidak lama setelah itu, bibi melihat sosok nyonya amber yang sedang duduk di kursi taman di sana. bibi pun mulai berjalan mendekati nyonya amber.
" nyonya. tuan bima meminta saya untuk memanggil nyonya ke ruang makan, karna tuan bima dan nyonya lisa sudah menunggu. tuan ingin makan siang bersama sama " jelas bibi kepada nyonya nya tersebut dengan rasa hormat, walau pun usia bibi sudah di bilang tua dan harus nya pensiun. bibi tidak menginginkan nya dan tetap ingin lanjut kerja hingga akhir wafat nya di kediaman nya bima dan El , karna orang tua nya bima dan El telah banyak berjasa di dalam hidup nya.
" baik bi. saya akan ke sana. bibi duluan saja " jawab amber tanpa melihat sang bibi.
" baik nyonya, saya permisi. " balas bibi dengan ramah.
bibi pun berlalu dari posisi nya amber menuju ke posisi alex. setelah lama berjalan bibi akhir nya sampai di tempat yang di tuju nya yaitu halaman depan rumah tersebut.
" tuan alex. " panggil bibi dengan ramah.
" iya bibi, ada apa? tanya alex dengan tersenyum ramah dan alex pun berhenti dari rutinitas yang sedang di lakukan nya. alex sedang memasang lampu hias di setiap pohon yang ada .
" tuan bima menyuruh saya untuk memanggil tuan , tuan ingin makan siang bersama. tuan bima dan nyonya lisa sudah menunggu kedatangan tuan alex. " jelas sang bibi.
__ADS_1
" oh, iya bibi. ma'af kan aku, aku lupa waktu. baik lah, aku akan kesana. terima kasih bibi " balas alex dengan senyuman manis nya.
" sama sama tuan, mari " kata bibi dan menjulurkan tangan nya ke udara untuk mempersilahkan alex berjalan terlebih dahulu di depan nya . alex yang merasa diri nya kurang sopan dan tidak pantas karna terpaut usia yang berbeda, walau pun bibi bekerja di sini. alex pun juga sebagai pekerja disini, alex merasa diri nya tidak enak hati jika di perlakukan hormat oleh bibi, karna bibi adalah orang yang harus di hormati dengan semesti nya tidak memandang apa pekerjaan nya. alex pun langsung mengandeng sebelah tangan nya bibi yang terulur tadi untuk berniat berjalan bersama menuju ke ruang makan.
" ayo bibi, kita jalan bersama " kata alex dengan ramah.
bibi pun ikut mengikuti langkah nya alex sebab sebelah tangan nya bibi di gandeng oleh alex. bibi pun tersenyum simpul karna di kediaman ini, bibi mendapatkan perlakuan yang baik dan juga di hormati. rasa kasih sayang yang tulus dari ke dua anak dari mendiang tuan nya dulu juga bibi rasakan hingga sekarang, walau pun sang bibi hanya sebagai pekerja. dan walau pun bibi sudah di bilang tua namun tenaga bibi bagai kan seorang wanita yang berumur tiga puluh tahun. keriput di wajah serta di titik tertentu di tubuh bibi tersebut tidak membuat semangatnya patah. bibi selalu menjaga pola makan dan berolahraga yang cukup itu lah kenapa stamina bibi masih segar bugar.
" jika bibi masih muda, pasti aku akan jatuh hati kepada bibi " goda alex kepada bibi dengan melirik ke arah wajah nya bibi.
" hahahahahahaa, kenapa tuan tidak jatuh hati kepada saya saat ini, apa kah karna saya sudah tua dan keriput. " ledek bibi tanpa basa basi kepada alex.
alex terdiam. " iya ya. hahahahaaha , eeeeits. tunggu dulu, aku kan cuma bercanda. kenapa di tanggapin serius yak. " alex bermonolog dalam hati nya . alex pun mencoba menjawab nya dengan serius. walau pun dalam hati nya sendiri saat ini alex merasa malu dan geli dengan tingkah nya saat ini. karna saat sedang bersama bibi alex baru bisa berkata tanpa berfikir panjang , sedangkan dengan amber alex harus berfikir dengan keras agar tidak menyakiti perasaan nya amber.
" ha, kalau bibi masih muda aku akan nikahin bibi, karna bibi sudah tua, aku akan mundur karna bibi terlampau spesial untuk ku, dan lagian juga aku sudah kalah oleh suami bibi sekarang, jadi tidak ada kesempatan lagi untuk ku hahahaha " jawab alex ngasal dan tertawa sendiri.
bibi hanya geleng geleng kepala, bibi dan alex yang berjalan menuju ke ruang makan pun melempar canda untuk tertawa bersama .
alex yang sudah dekat pun memilih duduk berhadapan dengan amber, " ma'af tuan saya terlambat " kata alex dengan tidak enak hati karna melihat diri nya lah yang datang di akhir. " tidak apa apa alex, santai saja. " balas bima dengan ramah.
" nah ayo kita makan, " ajak bima kepada semua nya yang duduk di kursi meja makan tersebut. lisa pun mulai melakukan tugas nya sebagai calon istri, lisa menyiapkan makanan untuk bima, mulai mengambil nasi serta lauk pauk. karna lisa sudah mengetahui apa saja makanan yang bima sukai baik yang tidak.
alex dan amber pun juga mengambil makanan mereka secara sendiri sendiri . " nasib masih jomblo " guman alex pelan.
" kapan El pulang yah. " humam amber dalam hati.
alex dan amber sibuk dengan pemikiran mereka masing masing saat mereka telah selesai mengambil makanan untuk mereka santap. sedangkan bima dan lisa berada di suasana yang romantis seakan akan di tempat tersebut hanya ada mereka . yang lain hanya lah penumpang sesaat.
__ADS_1
ayana yang masih berada di dalam mobil taksi online tersebut, harus memakan waktu yang cukup lama untuk sampai ke tujuan nya , karna mobil taksi yang di naiki oleh diri nya sedang dalam keadaan bermasalah, mesin mobil taksi tersebut tiba tiba mengalami kerusakan yang parah dan mengakibat kan mobil taksi tersebut mati mendadak di tengah jalan yang cukup sepi, sedangkan perjalanan ayana untuk sampai di kediaman nya papa bima masih lumayan jauh, dan posisi nya saat ini sungguh sangat menyiksa sebab tidak ada mobil yang lewat satu pun.
FLASBACK ON.
" apa benar kita arah nya ke sini pak? " tanya ayana sedikit takut, sebab jalanan yang mereka tempuh saat ini sepi dari pengendara yang lain. , dan di setiap sisi jalanan hanya berisi hutan dan perkebunan.
" benar nona. itu alamat yang saya baca di hape milik nona, dan saya sudah memasukkan alamat nya ke dalam GPS mobil saya. dan tujuan nya memang benar ke sini. " jelas sang supir kepada ayana dengan santai.
ayana hanya terdiam. " gilak nih jalan, kalau sempat mobil ini mati mendadak. pasti gila gue berlama lama di tengah jalanan yang kek kuburan ini. " gerutu ayana dalam hati sambil mata nya melihat ke kiri dan ke kanan.
numun saat beberapa detik ayana berkata seperti itu, apa yang dia ucapkan malah sungguh terkabul, mobil taksi tersebut mendadak mati dan banyak nya keluar asap yang berwarna hitam pekat dari arah kap depan mobil taksi tersebut. sang supir yang melihat itu pun mendadak menginjak rem mobil nya karna merasa panik.
" eeeh eh, kenapa pak,? " tanya ayana kebingungan.
" saya juga gak tau nona, saya turun sebentar untuk mengecek nya, mungkin mesin nya ada masalah. " jelas sang supir kepada ayana dan sang supir tersebut pun turun dari posisi nya.
" haa. " ayana mengela nafas nya kasar.
" dasar mulut kampret, " gerutu ayana kepada diri nya sendiri.
" ma'af nona, mesin nya rusak. mobil ini tidak bisa di hidup kan lagi. saya akan mengubungi teman saya untuk mengganti kan posisi saya. " jelas sang supir kepada ayana yang sudah selesai mengecek mobil nya.
ayana hanya bisa tersenyum tipis ke arah sang supir tidak berkata apa apa. dan tanpa aba aba lagi dari ayana sang supir mengambil benda pipih milik nya untuk menghubungi teman nya untuk datang ke posisi nya sekarang,
FLASBACK OFF.
dan kembali lagi ke saat ini antara ayana dan sang supir yang terjebak di tengah jalanan yang sepi karna mobil yang mereka berdua naiki mendadak mati karna kerusakan mesin.
__ADS_1
" kenapa orang kaya selalu membuat rumah di ujung kulon dan tersembunyi seperti ini. sungguh sangat menyusahkan dan menyiksa. udah hari panas, mobil mati. aaakkh. lengkap sudah penderitaan ku, aku hanya berharap jika berlama lama di sini aku tidak bertemu dengan arsen. jika sempat itu terjadi, habis lah aku. " gerutu ayana dengan kesal di dalam mobil taksi tersebut. saat sang supir sudah menjauh dari diri nya.
sang supir taksi memilih untuk berada di luar mobil untuk mengecek mobil nya kembali. jika sang supir juga duduk di dalam mobil saat seperti ini pasti sang penumpang tidak akan merasa nyaman. dan sang supir juga sudah memberi kabar kepada teman nya yang lain untuk bertukar posisi. jadi ayana hanya bisa menunggu mobil taksi yang lain datang ke tempat nya saat ini dengan rasa sabar tentu saja.