
ayana yang terbangun karna merasa perut nya kelaparan dan berbunyi bunyi sedari tadi. mau tidak mau ayana harus bangun dari mimpi indah nya, ayana tertidur cukup nyenyak. bahkan sang mentari sudah berganti dengan rembulan. ayana baru terbangun dan melirik ke jam dinding di kamar nya.
jam sekarang sudah menunjuk kan pujul 7 lewat 32 menit. " saat nya bersiap siap menemui paman dingin. " gumam ayana pelan sebelum ayana bangkit dari tempat tidur nya.
ayana pun bergegas mandi dan mengisi perut terlebih dahulu sebelum berniat untuk menemui paman nya, agar tenaga nya terisi full saat menghadapi sang paman. setelah selesai semua nya, ayana pun memilih untuk keluar dari kamar hotel nya.
ayana berjalan dengan santai tanpa melihat ke sekitar nya, ayana saat ini lupa akan tujuan nya keluar untuk menemui El karna apa, sebab pikiran ayana saat ini tiba tiba teringat akan diri nya dan paman nya saat sedang berciuman di dalam mobil. membuat wajah ayana memerah karna malu dan mau (ehheehe ). ayana berjalan dengan santai tanpa merasa was was. karna saat ayana keluar dari kamar hotel nya. ada yang memata matai pergerakkan ayana tanpa ayana sadari.
ayana pun menekan tombol lift dan menunggu sebentar, seseorang yang sedang berada tidak jauh dari ayana saat ini masih memantau pergerakkan ayana dan telah menghubungi seseorang. ( ayooo siapaaaa) .
ting.
pintu lift terbuka, ayana pun masuk dengan senyum manis di bibir nya, tanpa merasa was was atau takut. perasaan ayana saat ini entah kenapa merasa berbunga bunga ketika mengingat sang paman. dan apa lagi ketika ingin menemui nya saat ini. perasaan ayana seperti ingin menemui sang kekasih. senyum manis di bibir ayana tidak luntur sama sekali.
" semoga paman ada di kamar nya. " kata ayana pelan.
__ADS_1
ting. pintu lift terbuka saat ayana telah sampai di lantai kamar milik El, ayana pun keluar dari lift dan berjalan dengan santai ke arah pintu kamar nya El.
tok tok tok tok.
pintu kamar El di ketuk oleh ayana, " pamaaaan. apa kau sudah tidur , ini aku ayana. aku mau berbicara. pamaaan buka pintu nya. " kata ayana sedikit berteriak.
tok tok tok tok. ayana kembali mengetuk pintu kamar El dengan cukup kuat, El yang sekarang dalam posisi tertidur nyenyak merasa ternganggu oleh suara bising di luar kamar nya.
" ck. . kenapa ribut sekali, tidur ku ternganggu sialan. bajing*an mana yang menganggu tidur nyenyak ku. akan ku jitak kepala nya. " kata El dengan nada yang kesal dan berdiri dengan malas untuk membuka pintu.
seseorang yang telah di hubungi oleh sang mata mata tersebut akhir nya sampai dengan nafas yang ngos ngos ke tempat di mana mata mata tersebut sedang mengawasi ayana dalam jarak yang tidak jauh. mata mata tersebut menunggu ayana di dekat pintu tangga darurat serta bersama sosok pria yang baru tiba tadi.
seorang mata mata tersebut hanya menganggukkan kepala nya tanpa suara dan bergegas pergi dari sana, tinggal lah sang pria seorang diri di sana dengan mengawasi ayana sambil mengepal kan tangan kiri dan tangan kanan nya dengan kuat. karna menahan amarah yang meluap luap.
" kali ini kau tak akan bisa lari lagi dari ku, aku akan lebih mengawasi mu. " gumam sang lelaki tersebut dengan pelan dan menahan emosi.
__ADS_1
sang lelaki itu pun memilih untuk tidak kehilangan kesempatan berulang ulang kali. akhir nya sang lelaki itu pun memilih untuk mendekat dengan pelan ke arah nya ayana. agar ayana tidak menyadari keberadaan nya jika sang lelaki itu bertindak gegabah.
ayana yang masih sibuk dengan mengetuk ngetuk pintu kamar nya El, masih tidak menyadari akan kedatangan laki laki itu yang mendekat ke arah nya.
greeep.
Dan tiba tiba ayana terkejut saat sebuah tangan memegang tangan kiri nya dengan erat dan kuat, sampai ayana pun merasa sakit dan meringis kesakitan.
" aaauh ish. " gumam ayana.
Deg.
jantung ayana berhenti total saat ini karna tiba tiba arsen tepat berada di samping nya dan memegang tangan nya dengan kuat, tatapan mata arsen membuat tubuh ayana bergetar hebat. tatapan menusuk yang di berikan oleh arsen untuk ayana membuat tubuh nya ayana kaku, bergetar sangat hebat. mata ayana melotot dengan tidak percaya dengan situasi ini. ternyata arsen belum menyerah untuk mengejar nya.
" ar. . . sen. . kau. . ke. napa. . ada. . di sini. . " kata ayana terbata bata dengan tubuh bergetar yah laki laki itu kembali menemukan ayana.
__ADS_1
" untuk menangkap ikan yang lepas sayang. " jawab arsen dengan senyum sinis di bibir nya.
El yang sudah berjalan mendekat ke arah pintu hanya bisa mendengus kesal, sebab keributan di luar kamar nya semakin menjadi jadi.