
mereka berdua sudah selesai menyantap menu makan malam mereka dengan lahap, mereka masih dengan posisi yang sama di ruang makan tersebut.
" apa paman mau nonton bersama ku?? " tanya ayana memecah keheningan .
" nonton? " tanya El ulang.
"iya nonton, em yah gak ke bioskop sih, cuma nonton di rumah ajha. kalau paman mau sih kalau gak, gak apa apa. aku ke kamar dulu. , soal nya aku mau nonton nya di kamar aja biar lebih seru dan privasi. dari pada gak ngapa ngapain waktu malam, lagian juga aku belum ngantuk. kalau paman berubah pikiran paman bisa nyusul. " jelas ayana kepada El mencoba memancing reaksi El.
El masih belum memberikan respon tetapi di dalam hati nya El ragu ragu untuk memberikan jawaban. melihat paman nya yang masih diam memikirkan jawaban untuk nya, ayana pun memilih bergerak lebih dulu agar El lebih cepat mengambil keputusan nya.
" aku ke kamar duluan paman , jika paman berubah pikiran bisa menyusul. " kata ayana membujuk sekali lagi namun pura pura tidak terlihat atau berharap.
melihat ayana yang tengah bergerak mulai berlalu dari ruang makan tersebut menuju ke kamar nya pun membuat perasaan El semakin bimbang dan masih bertanya tanya di dalam hati nya.
" apa aku susul aja, lagian juga aku mau ngpaian lagi. ?? aku juga belum ngantuk, emmm tapi, , ," gumam El dalam hati nya yang masih berfikir dengan keras. apa yang akan diri nya pilih berharap tidak akan menyulitkan diri nya kemudian. El masih sibuk memikirkan jawaban nya agar lebih pasti dan tidak ada penyesalan di kemudian.
Sedangkan ayana yang sudah tiba di kamar nya pun mulai mencari cari flim apa yang akan diri nya tonton. ayana masih sibuk mencari cari sebuah CD di tempat koleksi kaset nya untuk di putar nya. hingga . . .
" ah ini dia. . hehehehehee, , semoga paman menyusul ke sini agar aku bisa memulai aksi lagi. " gumam ayana pelan. karna ayana berniat untuk menggoda paman nya , ayana sudah menyiapkan semua nya sedari jauh jauh hari untuk melakukan aksi nya ini .
ayana pun memulai memutar flim tersebut. flim yang bergenre romantis dan ada adengan indah nya tentu saja (hehehehe) .
flim sudah dimulai sedangkan El masih belum ada tanda tanda untuk menyusul . ayana masih menunggu dengan tenang dan masih penuh percaya diri jika sang paman akan datang menyusul . hingga flim pun masih terus berlanjut berputar hingga beberapa menit kemudian. melihat sang paman masih belum menampakkan batang hidung nya membuat ayana merasa gelisah sebab flim yang di putar nya sudah berjalan beberapa menit.
" aiiiish. apa akan gagal rencana ku?? " rutuk ayana kesal.
" sudah lah jika memang paman gak mau datang, aku nonton sendiri aja. " pasrah ayana dan kemudian diri nya fokus menonton.
hingga beberapa menit kemudian lagi. ayana di kejutkan dengan suara kamar nya yang di ketuk dari luar.
tok tok tok.
ayana melirik lalu. " itu pasti paman . akhir nya luluh juga " gumam ayana pelan sambil melangkah kan kaki nya menuju ke arah pintu.
ceklek. " paman, masuk lah flim nya sudah di mulai sedari tadi. " kata ayana.
" emm " jawab El singkat.
" semoga pilihan ku benar. " gumam El dalam hati nya.
" hahaahah paman. kau akan tergoda oleh ku. " gumam ayana dalam hati nya.
El pun mulai masuk ke dalam kamar nya ayana dan di susul oleh ayana dari belakang. El melangkah beberapa langkah dan terhenti tepat di depan sofa yang di duduki oleh ayana tadi.
" duduk lah paman. oh yah aku lupa, aku akan ambil kan cemilan dan minum. hahahaah aku lupa akan hal itu. sebentar paman. " kata ayana kepada El dan ayana pun segera keluar sebentar menuju ke dapur untuk membuat cemilan untuk mereka santap saat menonton flim nantik .
" em " jawab El singkat, lalu diri nya pun duduk di sofa tersebut mencari posisi yang nyaman.
setelah kepergian ayana, El tinggal di sana seorang diri, akhir nya El pun memilih untuk menonton bersama ayana saat tadi pikiran nya sempat ragu namun setelah menimbang nimbang akhir nya El memilih pilihan nya yang sekarang dan di sini lah diri nya berada .
__ADS_1
El mulai memandang ke arah TV tersebut, melihat flim apa yang di putar oleh ayana.
" flim apa ini?? apa flim romantis. ? ck. . dasar anak muda. " gumam El pelan dengan nada sedikit kesal.
dan mau tidak mau El pun menonton flim tersebut sambil menunggu ayana kembali dan beberapa menit kemudian tiba lah ayana sambil membawa nampan di kedua sisi tangan nya yang berisi kan minuman dan cemilan sekedar nya.
" ini dia. . " kata ayana singkat lalu mulai menyusun memindahkan minuman dan cemilan itu ke atas meja kecil yang ada di sisi kiri El.
setelah selesai dengan tugas nya tersebut ayana pun lewat di depan nya El dan mulai duduk di sisi kanan nya El,
" ayo kita fokus menonton. " kata ayana singkat lalu pandangan nya mematap ke arah layar TV dengan pandangan yang fokus , El melirik ke arah ayana sekilas , El melihat ayana yang menonton dengan fokus itu pun dan El juga mengikuti nya .
" gak buruk juga, dari pada sendirian. " gumam El dalam hati nya.
mereka berdua fokus akan flim yang di putar , menghayati setiap adengan yang terlihat, adengan yang sedih. adengan yang romantis, perkelahian , pokok nya segala perasaan menyatu di dalam flim tersebut.
hingga beberapa menit kemudian, adengan yang di tunggu tunggu oleh ayana sedang terjadi di depan mata nya, El melotot kan mata nya karna melihat adengan film yang reting usia nya untuk 18+ ke atas.
ayana melirik ke arah nya El dalam diam, memperhatikan bagaimana reaksi El saat menonton flim tersebut. ayana melihat dengan jelas bagaimana saat El sedang menelan ludah nya dengan kasar.
" hehehehe apa paman mulai tertarik. reaksi nya sungguh lucu " gumam ayana dalam hati nya.
ayana dengan cepat mengalihkan pandangan nya fokus ke depan sebab El saat ini sedang menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di ketahui oleh ayana sebab ayana tidak bisa melihat nya.
" uuuh, , eugh " suara yang terdengar dari flim tersebut.
" ****. " umpat El dalam hati.
ayana yang sangat fokus menonton itu pun semakin tidak bisa menahan rasa aneh yang ada di tubuh nya hingga tiba tiba ayana mulai bergerak, ayana bergerak dengan cepat dan duduk di atas pang kuan nya El. El terkejut dan melotot kan mata nya.
" apa yang kau la. . . " ayana mulai mengecup lem but bibir nya El tanpa membuang buang waktu.
ayana bermain dengan lem but dan kedua tangan nya pun mulai melingkar di leher nya El. ayana meng hisap bibir nya El dengan lem but,ayana melu mat bibir nya El dari bagian atas dan bawah silih berganti dengan lem but. dan El pun mulai terpancing .
El mulai membalas ciuman itu, saling se sap, saling me *****, saling menu kar sali va dengan pa nas. sebalah tangan El pun mulai mera yap ra yap entah ke mana mana di tubuh nya ayana.
mera ba punggung ayana dengan lem but, hingga sebelah tangan nya El pun terhenti di salah satu gundukkan nya ayana, El me remas nya dengan lem but dan " aaaahh. . " desah ayana.
" uuuh. ,paman. " desah ayana saat leher nya di se sap oleh El, di tambah lagi permainan tangan nya El di sisi gundukkan nya dengan sangat lem but. ayana seperti melayang dan ada juga rasa aneh yang diri nya rasakan pertama kali.
" emmmm. . uuh. . paman " lenguh ayana.
El masih menikmati semua nya memberikan sen tuhan sen tuhan di setiap ti tik ter tentu di tubuh nya ayana. mulai dari bi bir, le her hingga gundukkan milik ayana.
El mulai membuka kan cing baju yang di pakai oleh ayana, pikiran dan akal sehat mereka telah terkunci akan bayangan bayangan yang mereka tonton tadi. seakan akan mereka lah pemeran di flim tersebut .
" aah. . uuh. . " desah ayana.
El bermain di area gundukan nya ayana, El meng hisap nya, men jilati nya, mere mas nya dengan lem but. bahkan tidak tanggung tanggung El juga memberikan beberapa tanda di sana.
__ADS_1
El yang sudah tidak tahan itu lagi pun mulai mere bahkan tubuh ayana ke sisi sofa tersebut . ayana berada di bawah kung kungan tubuh nya El.
mereka saling tatap dalam diam dengan tatapan yang penuh akan gai rah. El kembali me ***** bibir tipis ayana sedangkan sebelah tangan nya El mulai berjalan kemana mana di tubuh nya ayana.
" eeeuugh. . " desah ayana kembali karna ulah nya El.
sisi tubuh bagian atas ayana sudah terpam pang dengan je las tanpa se helai be nang pun tanpa sadar kapan semua pa kaian dan pe nutup dua gundukkan nya terlepas dari tubuh nya. El yang melihat pemandangan indah dari tubuh ayana tersebut menelan saliva nya dengan kasar .
" paman " panggil ayana merasa malu sebab pandangan El tanpa mengedip sama sekali melihat tubuh bagian atas nya yang po los . ayana menutup dua gundukkan milik nya dengan ke dua tangan nya.
El pun tersadar kembali dan mulai meraih kedua tangan nya ayana dengan ke dua tangan nya. El yang telah memegang kedua tangan nya ayana meletakkan ke atas kepala nya ayana. hingga dua gundukkan tersebut terpampang dengan nyata.
El yang tidak tahan lagi pun kembali bereaksi. mulai me *****, meng hisap gunung kecil yang berwarna pink tersebut.
" eeemmm. . uuuh. . paman " desah ayana dan di dengar oleh El.
" ini sangat sangat lem but dan ma nis " gumam El dalam hati nya.
mereka masih berlanjut dengan aksi tersebut, El memberikan rasa nik mat dan sen tuhan di seluruh tubuh nya ayana di bagian atas.
El yang merasa sudah tidak tahan lagi itu pun mulai menggerakkan sebelah tangan nya untuk turun ke bawah, berniat untuk menyentuh gua lembah milik ayana.
" aah. . paman " desah ayana tanpa sadar.
ayana yang terkejut itu pun berteriak " jangaaan. "
El terhenti karna terkejut. aksi nya berhenti mendadak .
" kenapa?? " tanya El bingung.
" aku. . aku takut. " balas ayana polos.
" what?? kamu masih virgin?? . tanya El tidak percaya .
" emm. . ini kali pertama ku paman, aku takut daaan aku belum siap. ma'af " jelas ayana merasa malu dan canggung.
" bodoh, kalau kau masih vigin kenapa memancing ku, apa kau gila. kalau kita sampai melakukan nya tadi apa kau tidak akan menyesal haa. aku pikir kau sudah pernah melakukan nya. . maka nya. . maka nya aku berani. . . " El berhenti bersuara karna ayana berteriak.
" CUKUP, PAMAN KELUAR TINGGALKAN AKU SENDIRI. " teriak ayana marah.
" ****. " umpat El merasa kesal dan marah. lalu diri nya pergi dari kamar nya ayana, ayana pun menangis setelah El tidak terlihat lagi dari pandangan nya.
" hiks. . hiks. . " suara tangis ayana pecah. ayana menangis bukan merasa menyesal namun mendengar perkataan El barusan membuat harga diri nya terluka.
" bodoh, , apa yang dia pikirkan , bisa bisa nya. . akkkh kenapa juga aku malah ikut melakukan nya, kau yang bajingan El. " rutuk El pada diri nya sambil melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya.
mereka pun melalui waktu malam dengan perasaan yang tidak menentu satu sama lain. ayana yang sudah memakai baju bagian atas nya pun masih menangis dan tanpa sadar akhir nya terlelap dengan sendiri nya masih berada di sofa . beda hal dengan El yang tidak bisa tidur dan malah memilih malam nya di temani dengan sebuah minuman yang memabukkan.
# jangan lupa like, koment dan favorit yah.
__ADS_1
terima kasih. sehat selalu dan semangat. 😎😍🤩💪