Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 41


__ADS_3

lama bergumal dengan isi kepala nya El menahan hawa nafsu saat melihat lekuk tubuh ayana yang indah tanpa berbalut pakaian apa pun.


El menelan saliva nya dengan kasar karna melihat pemandangan yang aduhai di depan mata nya, dengan gerakkan yang pelan pelan El memulai aksi nya.


mulai dari bawahan dan lalu atasan tubuh ayana . El melakukan nya sendiri dengan nafas yang terengah engah menahan gejolak sesuatu di dalam diri nya. tubuh El menjadi panas karna sering bersentuhan dengan kulit nya ayana saat melancarkan aksi nya. ayana hanya berdiam diri tidak memberi respon mungkin karna pengaruh dari demam tersebut.


ayana tidak memberi respon apa pun saat tubuh nya tersentuh oleh tangan nya El. demam tersebut membuat ayana tidak sadarkan. namun jika ayana sadar nanti reaksi apa yang akan di berikan oleh ayana. heeheheh.


setelah berjuang bersusah payah akhir nya segala aksi El tadi tidak lah sia sia. sebab semua nya berjalan tanpa hambatan walau nafsu dan nafas nya menjadi tertantang. El pun dengan sigap menggendong ayana ala briday style untuk membawa ayana ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

__ADS_1


" jika kau sadar nantik. jangan memarahi ku. aku melakukannya agar kau cepat mendapatkan pertolongan , jadi berterima kasih lah pada ku nantik. " kata El sambil membawa ayana turun dan menuju ke rumah sakit.


Selang beberapa lama mengendarai mobil pribadi nya menuju ke rumah sakit, akhir nya sampai juga dan langsung memanggil para suster untuk membantu nya.


ayana pun segera di bawa ke ruang perawatan untuk mendapatkan pertolongan. El menunggu ayana di luar ruangan tersebut sambil bermain dengan benda pipih milik nya. sebab ada pesan masuk dari sang kakak kepada El.


isi pesan dari sang kakak untuk El . " El pulang lah. amber merindukan mu. apa kau tak kasihan dengan nya. dia membutuh kan mu saat ini untuk penyembuhan nya. jadi pulang lah segera. dan satu hal lagi. 1 bulan lagi kakak akan menikah dengan lisa jadi kakak harap kau akan datang. jangan sampai tidak atau kakak akan mencoret nama mu sebagai adik ku. ingat itu. "


balasan pesan El untuk sang kakak. " aku sangat lucu mendengar nya. di saat dia sakit, dia baru ingat pada ku. kemana dia dulu saat aku membutuhkan diri nya. berharap akan cinta nya. dia sama sekali tidak perduli pada ku. aku tidak mau. jika dia rindu dan membutuh kan ku, dia bisa datang kesini. tapi ingat aku tidak menyuruh nya karna itu atas kemauan nya sendiri jika dia sampai ke sini. dan masalah pernikahan kakak . aku tidak janji. jika kakak ingin mencoret ku lakukan saja aku tidak takut."

__ADS_1


setelah mengirim balasan pesan kepada kakak nya , El menyimpan benda pipih nya ke dalam saku celana nya. dan hanya memikirkan keadaan ayana saat ini. karna sang dokter belum juga keluar dari ruangan nya ayana.


El menunggunya cukup lama. hingga terbuka lah pintu rawat milik ayana menampilkan sosok dokter yang hendak keluar. " bagaimana dok, keadaan nya baik baik saja kan? " tanya El mulai cemas.


" hm. . dia baik baik saja, untung anda cepat membawa nya ke sini jika tidak. dia akan dalam bahaya karna rasa panas tinggi di tubuh nya. karna saat pasien di bawa ke sini panas nya sudah melebihi batas . dan saya sudah memberikan obat penurun panas. panas nya akan turun secara perlahan. dan mungkin besok pagi dia sudah sadar ." jelas sang dokter .


" terima kasih dokter. " kata El singkat.


" hm. . sama sama. kalau begitu saya permisi tuan. "

__ADS_1


" baik dok. " kata El.


El pun masuk ke dalam ruangan di mana ayana di rawat. El memberi kan kamar rawat VVIP untuk ayana agar ayana merasa nyaman. dan El pun terlelap di sofa karna rasa lelah di tubuh nya. padahal El tidak bekerja dan tidak melakukan apa pun rasa lelah tiba tiba menghampiri diri nya.


__ADS_2