
sampai nya di dalam kamar El, ayana masih berdiri di belakang nya El . El yang tiba tiba berhenti pun tidak menyadari jika ayana berada di belakang nya.
bruuk.
" auuuh. " keluh ayana sambil menggosok hidung nya yang sakit karna menabrak punggung El yang lebar.
"bodoh. " umpat El ke arah ayana.
" ck. paman yang salah, malah mengatai aku bodoh. kenapa paman tiba tiba berhenti. bikin aku menabrak punggung paman, sakit tau. sengaja apa. " jengkel ayana yang masih mengelus ngelus hidung nya yang berdenyut.
" hee. malah ngotot, udah salah. malah orang yang di marah marahi. uda di tolongin bukan nya bilang terima kasih. " jawab El dengan dingin dan menghambur kan tubuh nya ke atas sofa.
ayana pun menyusul El untuk duduk di sofa. hidung nya sudah mulai membaik. dalam suasana yang masih diam dan hening. namun ayana masih melirik diam diam ke arah nya El.
" ada apa? " kata El dengan dingin.
" tidak ada paman. " jawab ayana singkat dan pelan menggeleng gelengkan kepala nya dengan cepat.
" duh gi mana yah, cara nya ngomong. aku malu karna kejadian tadi. dan apa paman masih mau menolong ku karna kejadian barusan. kok aku jadi dilema yah. " monolog ayana dalam hati dan semakin melirik ke arah nya El.
" jika tidak ada yang mau di bicarakan, silahkan keluar dari wilayah ku. aku mau istirahat , " kata El menjelaskan dengan tangan yang menunjuk ke arah pintu keluar.
__ADS_1
ayana ternganga mendengar kata kata El barusan. " serius amat yak. " kata ayana dalam hati.
" bisa gawat kalau aku pergi tanpa hasil, arsen pasti berbuat sesuatu lagi kepada ku nanti. aku harus bersabar untuk mendapatkan bodyguard . yaitu paman , yah hanya paman yang bisa . " monolog ayana dalam hati kembali.
" jika hanya ingin melamun, segera pergi dari sini. di sini bukan tempat yang gratis untuk melamun . kamu bisa pergi ke kuburan untuk melamun agar lebih menjiwai. " kata El dengan sedikit meledek agar ayana kembali dari lamunan nya.
" a. . tidak tidak paman , terima kasih atas ide nya tersebut . aku memang ada yang ingin di bicarakan sama paman , tapi aku takut paman marah. jadi nya aku ragu untuk membicarakan nya kepada paman. maka nya aku melamun, aku melamun bukan sembarang melamun paman. tapi melamun untuk mengumpul kan jiwa agar lebih berani untuk berbicara kepada paman seperti sekarang . " jelas ayana menjawab dengan asal.
" hahahaah. bodoh. " jawab El singkat.
El merasa terhibur dengan expresi wajah yang di tunjukkan oleh ayana yang terlihat bingung dan takut takut tersebut .
" aku beri waktu 10 menit, jika ingin bicara. silahkan. " kata El memberi usul dengan batasan waktu yang singkat untuk mengerjai ayana kembali ke mode dingin nya El.
" jika aku mau apa yang akan aku dapat. dan jika aku tidak mau apa yang akan kau lakukan. " kata El dengan alis yang di naikkan satu untuk menunggu jawaban dari ayana.
ayana terdiam , bingung mau menjawab seperti apa, takut salah jawab dan membuat paman nya marah dan tidak mau untuk menemani nya.
ayana memutar otak nya untuk berfikir. tapi tidak ada ide yang muncul, tidak ada jalan keluar yang ayana dapat kan. otak nya malah semakin buntu.
" waktu mu menipis " kata El menakuti ayana.
__ADS_1
" haa. oke. paman boleh meminta apa pun dari ku. ,aku akan lakukan apa pun permintaan paman , asal jangan yang sulit. please paman. " kata ayana pasrah sambil menggenggam kedua tangan nya di depan dada nya untuk memohon kepada El.
" jebakkan masuk. " monolog El dalam hati sambil tersenyum dengan lebar.
ayana tidak memikirkan apa yang akan terjadi ke depan nya. yang penting sekarang dia merasa aman, itu poin penting nya.
" deal " jawab El singkat.
" jadi kapan kau akan kembali ke paris? " tanya El.
" besok pagi paman. " jawab ayana lagi.
" oh. bisa, bersiap siap lah besok kita berangkat. jika kau tidak berani kembali kekamar sekarang . suruh pegawai hotel saja untuk mengemasi barang barang mu, dan suruh mereka antar kan ke sini. " jelas El memberi jalan pintas kepada ayana.
" ide cemerlang paman, terima kasih paman. "
ayana pun berdiri dan berpindah posisi mendekat ke El untuk menuju ponsel hotel tersebut , karna letak ponsel nya terletak di sebelah sofa nya El, ayana berniat untuk menghubungi pegawai hotel, dan memberi perintah kepada mereka untuk mengemasi barang barang nya dan mengantar kan nya ke kamar hotel El. posisi El masih tetap tidak bergeser karna di sebelah nya El masih ada ruang untuk duduk walau tidak terlalu besar, namun muat untuk ayana yang memiliki tubuh yang ideal. mereka duduk dengan sangat rapat bahkan tubuh samping mereka bersentuhan.
posisi mereka yang duduk berdekatan membuat jantung El kembali berdetak, begitu pun ayana. ayana juga merasakan hal yang sama namun cepat cepat di tepis nya karna sedang berbicara kepada pegawai hotel tersebut.
" ****, bisa gila aku. " gumam El pelan. dan tidak terdengar oleh ayana, karna ayana sedang berbicara lewat telvon.
__ADS_1
El yang tidak kuat pun memilih beranjak ke kamar nya, ayana yang sudah selesai menelvon itu pun, memilih untuk berdiam diri di sofa menunggu pegawai hotel nya datang mengantar kan barang nya.
menunggu beberapa menit pegawai hotel datang membawa semua barang nya ayana. setelah selesai berkata kata dengan pegawai hotel tersebut, ayana melanjut kan langkah nya menuju ke kamar yang ada di sebelah kamar nya El. untuk beristirahat agar besok bisa kembali Segar.