
" eeuugh. " lenguh seorang wanita yang terbangun dari tidur panjang nya , lebih tepat nya terbangun dari pingsan nya yang cukup lama. ayana mulai membuka mata nya secara perlahan, dan saat merasa sudah normal dengan penglihatan nya ayana menatap langit langit dengan tatapan yang fokus.
" kenapa langit langit kamar ini berbeda, " gumam ayana dalam hati nya lalu dengan perasaan yang cukup was was ayana bangun dari posisi nya untuk duduk.
ayana melihat ke sekeliling nya, " tempat yang berbeda, ini di mana. ? kenapa aku bisa di sini? di mana paman? apa paman yang membawa ku ke sini? iish. " kata ayana bertanya terlalu banyak pada diri nya sendiri dan di sertai ringisan kecil saat memaksa otak nya berpikir dengan keras.
hening sesaat dan ayana mulai mencerna apa yang saat ini yang sedang terjadi pada diri nya. ayana berusaha untuk mengingat nya dan dalam beberapa menit kemudian ayana baru tersadar akan kondisi nya saat ini.
" siapa yang melakukan ini pada ku, ? sialan. " umpat ayana kemudian .
" aku harus keluar dari sini. " gumam ayana kembali.
lalu dengan cepat diri nya bangun dan bergerak dari posisi nya saat ini, ayana berjalan dengan cepat langsung menuju pintu sebab ayana tidak ingin membuang buang waktu karna diri nya tidak tau apa yang terjadi saat ini, dan apa tujuan sang penculik menculik diri nya. ayana hanya ingin memcari aman saja dan segera lari dari sini dan itu pun kalau bisa. saat hendak membuka handle pintu ayana memgumpat dengan sedikit keras.
" **** sialan. " umpat ayana kesal. sebab pintu yang di buka nya ternyata di kunci dari luar.
__ADS_1
" gimana mau keluar. paman tolong aku. " gumam ayana kembali merasa takut.
ayana tidak ingin menyerah dengan kondisi nya saat ini, selagi bisa berusaha sendiri diri nya akan selalu mencoba, dan sebisa mungkin diri nya berjuang untuk bisa kabur dari sini walau keberhasilan nya tipis, ayana berjalan dengan cepat menuju ke arah jendela mencoba untuk melihat situasi di luar. saat membuka tirai jendela ayana terkejut bukan main sebab di luar jendela nya tidak ada balkon dan tempat nya di sekap saat ini sungguh sangat tinggi dan jauh dari daratan. ayana tidak tau diri nya saat ini berada di lantai berapa, diri nya juga tidak tau ini hotel, apartemen atau gedung pribadi milik si penculik yang menculik diri nya saat ini ayana masih belum tau pasti.
karna merasa buntu ayana terduduk lemas di depan jendela tersebut, " bagaiaman ini. ? bagaimana cara nya aku bisa kabur?? " gumam ayana lirih sambil kedua tangan nya menutupi seluruh wajah nya menahan tangis nya yang akan keluar.
ayana masih berada di posisi nya saat ini memikirkan cara bagaiamana untuk keluar dari sini, ayana lalu melirik ke arah pintu. " jika aku berteriak apa akan ada orang yang datang, ta. . pi jika aku berteriak aku takut jika sang penculik yang masuk dan bahkan jika dia tau aku sudah sadar dia akan melakukan hal hal yang aneh aneh kepada ku . aku masih belum tau kondisi di luar bagaimana. apa aku tunggu saja ? lagian juga mau kabur cara nya juga gak ada dan gak bisa. mau lompat keluar juga gak mungkin bisa bisa sampai di bawah aku langsung jadi kerupuk tak bernyawa, ck. " gumam ayana pelan lalu mulai pasrah akan keadaan nya saat ini. ayana hanya menunggu waktu yang tepat untuk bergerak.
sedangkan di luar kamar yang sedang menyekap ayana ada beberapa orang yang sedang berbicara.
" kerja bagus kalian. tidak sia sia aku bayar kalian dengan harga mahal, ini bayaran kalian dan silahkan pergi dari sini. " terang sang kuasa yang memberikan perintah.
" hahahahahahaaha, akhir nya. " tawa sang laki laki tersebut merasa puas.
karna tidak ingin terburu buru laki laki tersebut memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, dan besok lagi diri nya akan ke sini. laki laki itu sudah menyuruh anak buah nya yang lain untuk menjaga dan mengurus ayana dengan baik selagi diri nya tidak berada di sana. laki laki itu sebenarnya sangat tidak sabar ingin berjumpa dengan sang wanita yang telah diri nya culik tersebut, namun karna ada perihal pekerjaan yang penting sang laki laki pun terpaksa menunda niatan nya terlebih dahulu.
__ADS_1
" nikmati waktu mu tanpa diriku, hahahahahaha, .karna jika sudah bertemu kau tidak akan bisa apa apa lagi. " gumam laki laki tersebut dengan tawa kemenangan nya. dan benar benar telah berlalu dari sana.
waktu semakin berjalan dan berganti tiap menit nya , ayana juga sudah pasrah akan kondisi nya saat ini. sebab ingin kabur pun tidak bisa karna saat ada beberapa orang yang masuk ke kamar nya memberikan apa yang diri nya butuh kan mereka datang bukan dengan tangan kosong , melainkan beberapa orang tersebut tidak segan segan nya mengancam ayana dengan senjata api. dan hal itu membuat ayana bergetar hebat dan juga takut. otak ayana buntu sesaat berfikir saat ini, jika diri nya bertindak gegabah diri nya juga yang akan rugi. ayana memilih untuk bersabar menjelang sang penculik yang sebenar nya menampakkan wujud nya di hadapan ayana. begitu lah keputusan akhir yang di buat ayana.
sedang kan Elard dan alex masih sibuk mengusahakan pencarian akan ayana, alex masih sibuk dengan laptop dan komputer nya, ada beberapa foto yang sudah di cetak oleh alex dan itu berfungsi sebagai petunjuk. sedangkan posisi El saat ini masih berada di jalanan mencari ayana di setiap sudut kota dan tempat, bahkan hari juga semakin gelap El masih tidak memikirkan diri nya yang masih belum makan sedari tadi, rasa lapar sama sekali tidak di rasakan nya, yang El rasakan saat ini penuh dengan perasaan takut. takut dan takut. hanya satu kata dan lima huruf tersebut yang El rasakan. jika apa yang di pikirkan dan di bayangkan nya terjadi maka hancur lah dunia dan hidup El saat itu juga sebab ayana adalah segala nya bagi nya. hidup nya, jiwa nya, nafas nya, pokok nya segala nya. itu lah kenapa El saat ini seperti orang yang kesetanan mencari ayana tanpa lelah dan pantang menyerah. pikiran dan jantung nya tidak bisa bekerja dengan normal saat ini setelah ayana tidak lagi di sisi nya. El berlari ke sana kemari sejak sedari tadi tanpa mengenal waktu , memanggil manggil nama ayana tanpa menyerah, hingga tiba tiba El mendadak terjatuh karna merasa sedikit pusing.
bruk. tubuh El jatuh tanpa bisa diri nya tahan, El terjauh dengan cukup kuat dengan posisi tubuh nya yang terlentang, tiba tiba tenaga El hilang sesaat entah pergi kemana . lalu pandangan El fokus tertuju menatap langit langit malam yang indah dengan banyak bintang nya di atas lalu tanpa sadar El berkata dengan lirih nya. .
" kamu harus bertahan sayang, harus. !! aku akan mencari mu sampai ketemu, aku gak bisa kehilangan mu, kamu segala nya bagi ku, aku sudah memimpikan kita akan menikah dan punya anak. kita akan bahagia selama nya sampai maut memisahkan kita, jadi ku mohon sayang, bertahan lah apa pun yang terjadi. . hiks, , hiks, , tuhan aku mohon jaga dia untuk ku, akan aku pertaruhkan segala hal yang ku miliki demi diri nya. tapi tolong. . tolong tuhan jangan ambil dia dari ku. . tolong jaga dia saat aku tidak ada di samping nya. . sayang, . ayana. . .hiks hiks. . . tolong beri aku pentunjuk untuk menemukan nya hanya dia cahaya dalam hidup ku . tolong tuhan, , jangan siksa aku seperti ini, ,hiks. . hiks. . apa tidak cukup waktu ku yang terbuang sia sia selama lima tahun ini, , aku hanya butuh dia. . hanya dia tuhan. . tolong kembali kan dia pada ku, ,AKU MOHON. . " perkataan lirih dan tangisan El tadi di akhiri dengan sebuah teriakan putus asa nya .
El terdiam beberapa menit dengan posisi nya tersebut, dan saat merasa tubuh nya sudah bisa di ajak bekerja sama lagi El bergerak tanpa ragu lagi berniat untuk mencari ayana sampai ketemu.
jangan lupa like . komen, dan vote nya yah. 🤩
terima kasih atas dukungan nya. 😎
__ADS_1
semangat dan sehat selalu semua nya. 😉
saya cinta kalian. heehhehehe 😁