
ayana yang sedang duduk damai di sebuah bangku ditaman yang indah itu hanya menikmati suasana di sana dengan seorang diri, .
" apa aku bisa menggoda paman, paman aja dingin kayak gitu, gi mana cara nya bisa aku goda. haaa. .," gumam ayana pelan.
di lain sisi di taman itu juga, El sedang duduk melamun entah memikirkan apa, pemikiran El saat ini hanya diri nya lah yang tau. El duduk seorang diri di sebuah pondok kecil di tengah tengah taman tersebut.
El masih saja melamun sedangkan ayana yang sudah merasa bosan di tempat diri nya duduk tersebut, memilih untuk beranjak dari sana, ayana berniat untuk berjalan jalan di sekitaran taman untuk menghilangkan rasa bosan sambil menikmati bunga bunga di taman tersebut.
tap tap tap. langkah kaki ayana berjalan berirama menyusuri jalan setapak yang terbentang lumayan lebar tersebut dengan kaki jenjang nya. ayana berjalan sambil memperluas pandangan mata nya untuk melihat lihat seisi taman tersebut.
asik menikmati setiap indah bentuk bunga ayana di kejutkan oleh sesosok seorang pria yang tengah duduk terdiam di sebuah pondok kecil, ayana pun menghentikan langkah nya dan hanya fokus menatap ke arah pria itu, ayana tidak melihat wajah pria tersebut dengan jelas. sebab ayana melihat dari sisi samping.
" seperti familiar. tapi siapa yah? " gumam ayana dalam hati.
" dari pada penasaran lebih baik mencari tau " kata ayana pelan.
ayana pun memberanikan diri untuk mendekat ke arah pondok tersebut. tap tap tap. suara langkah kaki nya ayana berjalan mendekat ke arah sosok pria itu. dan saat telah mendekat dalam posisi jarak mereka yang hanya satu meter, ayana pun baru melihat dengan jelas wajah dari pria tersebut .
" paman ," panggil ayana tidak menduga , ayana sama sekali tidak mengira jika paman nya ada di sini, bukan di dalam rumah mengikuti acara.
El yang melamun pun mengangkat wajah nya untuk melihat siapa yang ada di dekat nya dan memanggil nama nya barusan.
" kenapa kau di sini? " begitu lah pertanyaan yang keluar dari mulut El.
" aku hanya mencari udara segar, karna aku bosan di dalam. paman ngapain di sini sendirian, " tanya ayana kembali, ayana juga merasa kepo kepada paman nya itu, ayana berfikir kenapa paman nya ini malah berada di luar bukan nya di dalam bersama dengan istri nya untuk menikmati pesta.
" bukan urusan mu " jawab El dengan sedikit nada bentakkan.
" ya sudah, kalau gitu aku juga numpang duduk " jawab ayana asal, dan tanpa izin terlebih dahulu ayana langsung duduk di hadapan nya El. jarak mereka duduk hanya satu meter saja tidak terhalang oleh apa pun. dan posisi mereka sekarang sedang sama sama duduk di pondok tersebut.
ayana yang memakai baju dengan sedikit bahan itu pun, duduk dengan melipat sebelah kaki nya ke atas. ayana duduk tanpa sadar . El yang melihat kaki ayana tersebut tiba tiba menelan saliva nya kasar.
" gleg " .
mereka sama sama terdiam dan merasa saling canggung, " kenapa posisi duduk ku seperti ini. aaaaakh. . malu nya, , ,aku harus apa. . kenapa baru sadar sekarang. " guman ayana di dalam hati nya.
" ehem" El berdehem untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
" kenapa paman? " tanya ayana.
" tidak ada, " jawab El singkat.
" . paman bisakah aku meminta tolong pada paman? " tanya ayana memberanikan diri.
" minta tolong apa? " tanya El singkat.
" aku mau minta tolong, , em. . sebenar nya aku gak enak paman, tapi yah. . setelah di pikir pikir hanya paman yang bisa bantu aku. " kata ayana dengan nada lembut nya.
" bicara langsung saja aku malas berbelit belit. " kata El dengan cepat.
" aku mau minta tolong paman untuk ngejauhin arsen dari aku. karna hanya paman yang bisa. " jelas ayana langsung.
" kenapa harus aku. kamu bisa sewa pengawal. " kata El dingin.
" tapi paman. pengawal tu bisa di sogok. paman kan gak, paman kan sekarang udah jadi keluarga aku. aku hanya bisa minta tolong sama paman , pliiiiis paman. " kata ayana memelas dengan mengatup ke dua tangan nya di hadapan nya.
El terdiam memikirkan semua nya. " tidak ada hubungan nya dengan ku, kenapa juga aku harus turun tangan. sedangkan masalah ku dan amber saja belum selesai. " gumam El dalam hati.
"paman. " panggil ayana dengan wajah memelas.
" bruuk " suara dari tubuh mereka.
El terduduk kembali ke posisi nya semula karna ulah nya ayana. , mereka terdiam sesaat dalam posisi tersebut. ayana mengangkat kepala nya dari pundak nya El, dan sekarang wajah mereka saling berhadapan dengan posisi ayana terduduk menyamping di pangkuan nya El saat ini dan ke dua tangan nya ayana melingkar di leher nya El.
mereka saling tatap dalam diam, sama sama melihat wajah masing masing dari posisi yang dekat. " ayo ayana, mulai lah jalan kan rencana mu . jangan buang kesempatan. paman tidak akan mau berbuat jika kamu hanya berbicara, biar tindakkan nyata yang bertindak. tujuan mu hanya untuk membuat arsen menjauh dan jika langkah itu berhasil paman mu ini mau menjadi perisai untuk mu. lakukan ayana, , lakukan. . jangan buang kesempatan di depan mata. . taklukan dia dengan pesona mu, , buat dia bertekuk lutut dan jika berhasil kamu akan mudah untuk menjalankan semua rencana mu. " ayana berperang dengan batin nya sendiri untuk bertindak atau tidak. dan akhir nya tanpa pikir panjang lagi, ayana memilih untuk menyelamatkan hidup nya dari arsen. ayana memulai langkah nya dan memulai aksi nya.
" ma'af paman , aku tidak sengaja . aku akan bangun " kata ayana bergerak dengan aktif di atas pangkuan nya .
El pun terkejut karna ayana tiba tiba bergerak dengan aktif dan El pun berkata. " stop ayana. . "
" iya paman. aku minta ma'af. aku akan turun " jawab ayana, ayana yang tidak sadar dengan posisi nya hembusan nafas nya ayana membuat jantung El terhenti sejenak. lalu setelah itu jantung El berdetak dengan cepat.
Deg.
DEG. . DEG. . DEG. . DEG. .
__ADS_1
El memejamkan mata nya sebab gerakkan yang di buat ayana sudah membuat darah El berdesir . . " eugh, . . stop ayana. "
" iya paman , aku akan tu. . " belum sempat ayana berbicara El langsung mem_bukam bibir nya ayana dengan bibir nya, El sungguh tidak tahan lagi , gerakkan ayana barusan dan aroma yang khusus di tubuh nya ayana membuat hasrat El bangkit.
El mencium ayana tanpa izin terlebih dahulu, dan hal itu membuat ayana terkejut. " cepat sekali reaksi nya. " gumam ayana dalam hati.
El tidak memperdulikan hal di sekitar nya, El masih sibuk memberi sapu_an yang lembut di bibir nya ayana, ayana pun mulai membalas. mereka saling merespon satu sama lain , El pun semakin mem_perdalam ciuman nya sebab ayana memberikan respon yang membuat El semakin terpancing.
" eugh "suara ayana mengeluarkan ******* nya karna permainan El yang sudah kemana mana . El semakin menjadi jadi dengan tangan nya yang ikut bergerak mulai kemana mana.
El memberikan sentuhan yang tidak pernah ayana rasa kan, ayana belum pernah melebihi ini dengan arsen. selama pacaran dengan arsen ayana hanya memberi izin arsen untuk menciumi bibir nya dan hanya sekedar pelukan atau hanya sekedar berpegangan tangan. karna ayana takut akan terbuai seperti saat ini.
fikiran ayana kosong dan hanya mengikuti setiap gerakkan yang El berikan. ayana memberikan respon dengan sendiri nya karna akal sehat nya sudah tidak sejalan. sampai sampai suara desa_han itu juga ikut keluar dari mulut nya ayana.
El pun mulai mengikuti insting nya sebagai laki laki, sebelah tangan El mulai bergerak ke dua gundukkan yang ayana mi_liki . El semakin dalam memberikan sesa_pan di bibir nya ayana. .
" euugh . . mmm. . " suara ayana keluar saat tangan El me_remas sebelah gundukkan ayana dengan lembut seperti mere_mas sebuah adonan .
El masih asik dengan kegiatan nya. bibir El bekerja silih berganti , tangan El yang mulai gatal pun mulai bereaksi mencari gua lembah nya ayana, tangan El bergerak ke mana mana, membuat ayana seperti terbang ke awan awan. . tanpa aba aba lagi tangan El sudah di posisi gua lembah nya ayana.
" aaahk. . " suara ayana keluar dari mulut nya, sebab tangan El sedang berada di gua lembah nya ayana. bibir El juga sedang asik mencari tempat bermain nya.
suara laknat ayana semakin menjadi jadi karna sentuhan tangan El di area gua lembah nya membuat ayana terbang. sebelah tangan El masih bermain main di luar penutup gua lembah nya ayana.
" pa. . . man " panggil ayana lirih. ayana mencoba untuk mengumpulkan kewarasan nya yang tersisa. El tidak merespon sebab gairah nya sudah di ubun ubun. " paman jangan, . lepas paman . . " racau ayana berbicara kepada El mencoba untuk menyadarkan El dari perbuatan nya saat ini.
" pamaaan " teriak ayana kuat dan itu membuat El tersadar dengan perbuatan nya saat ini.
El berhenti dan terdiam mematung " ****, ,apa ini. " umpat El dalam hati . sambil mengatur nafas nya yang ngos ngosan karna hampir beradu gairah tersebut , ayana pun juga sedang mengatur nafas nya yang ngos ngosan. dada mereka berdua naik turun karna merasa sesak nafas kehabisan oksigen.
setelah tenang El berkata " ma'af " kata El pelan lalu berubah posisi mereka. El memindahkan tubuh ayana yang berada di atas pangkuan nya ke sebelah diri nya untuk duduk.
" aku pergi dulu " kata El kembali dan berlalu dengan buru buru dari sana meninggalkan ayana sendiri, El mengaruk tengku leher nya yang tidak gatal saat berjalan pergi. El berjalan menuju ke dalam rumah, ayana tidak memberikan respon sebab ayana saat ini merasa malu dan canggung.
rasa nikmat yang diri nya rasakan tadi membuat akal sehat nya hilang sesaat. " gila, ,gila. . gila ayana. . " gumam ayana dalam hati.
mereka pun berpisah dalam keadaan yang canggung dan malu karna rasa sesaat yang mereka rasakan tadi.
__ADS_1
# ma'af lama up nya, karna terus di revisi ulang. 😅😊