
" kenapa kau selalu ikut campur masalah ku, ini bukan masalah mu, jadi silahkan pergi. aku dan dia ada urusan. lepaskan dia, dan kau ayana kemari. " bentak arsen dengan kuat bercampur emosi menatap dengan tajam ke arah El dan ayana secara bergantian.
ayana yang semakin takut pun memilih semakin bersembunyi di belakang nya El , dengan kedua tangan nya ayana menggenggam pinggang El dengan erat. El pun merasa ada sesuatu yang aneh menjalar ke seluruh tubuh nya, walau pun tidak bersentuhan langsung antara kulit ayana dan El. namun sudah memberikan sensasi yang berbeda. Al merasa malu tapi debaran jantung nya semakin berpacu. di tambah lagi ayana yang semakin menempel di belakang tubuh nya.
" kenapa aku berdebar debar, seperti seorang yang sedang jatuh cinta saja. aa. gak mungkin. " elak El dengan keras dalam hati nya.
El menatap ke arah arsen dengan nyalang. " kau segera tinggal kan tempat ini atau kau mau aku buat babak belur, " kata El dengan tegas sambil tangan nya El menunjuk ke wajah nya arsen.
arsen pun mau tidak mau harus mundur selangkah. sebab jika arsen gegabah hanya diri nya lah yang akan menderita, karna arsen hanya seorang diri tanpa anak buah nya.
" baik lah, aku pergi. ingat ayana., kemana pun kau pergi, aku akan selalu datang untuk menjemput mu kembali pada ku. " arsen tersenyum tipis lalu berbalik pergi meninggalkan El dengan ayana di sana.
"huuuuuuuft. " El menghela nafas nya kasar.
" siapa dia? . kenapa begitu kasar kepada mu. apa dia pacar mu? " tanya El dan membalikkan tubuh nya menghadap ke ayana. mereka saat ini sedang saling bertatapan satu sama lain. El melihat tubuh nya ayana bergetar dan air mata yang jatuh di pipi mulus nya ayana.
__ADS_1
El terkejut, " kenapa kau menangis? apa gara gara dia kau menangis. ck. " El berdecak dengan kesal sambil memegang ke dua bahu nya ayana.
ayana yang masih syok pun hanya terdiam menundukkan wajah nya, ayana malu menatap wajah nya El. karna masalah nya dengan arsen membuat nya tidak karuan saat ini.
" hey. kenapa kau diam, sudah jangan menangis. " kata El dengan mengulurkan kedua tangan nya untuk menghapus air mata nya ayana yang sudah membasahi pipi mulus nya.
posisi El agak membungkuk untuk melihat wajah ayana dengan jelas. " sudah , sudah. jangan menangis, wajah mu jelek. aku tak suka melihat nya, tersenyum lah. hmm. " kata El dengan lembut dan menarik ayana ke dalam peluk kan nya sambil mengelus ngelus punggung ayana dengan lembut. namun ayana masih terdiam tidak bergerak untuk membalas pelukan nya El. sebab ayana masih syok dan tidak habis pikir akan sikap arsen kepada nya.
ayana masih bertanya tanya dalam hati tentang sikap arsen yang sebenarnya , " apakah semua yang sudah kita lalui dulu adalah topeng mu arsen, kau pandai menyembunyikan wajah kedua mu dari ku, hingga aku percaya pada mu dan menerima kata cinta mu untuk ku. namun apa yang ku dapat, hanya rasa sakit yang ku dapat kan lagi arsen. sungguh ironis kisah cinta ku. " monolog ayana dalam hati dan tersenyum dengan getir.
El yang semakin gugup pun memulai bersuara. " khem. " El berdehem dengan pelan untuk membuat mereka berdua kembali sadar.
El juga merasa nyaman saat berpelukkan dengan ayana, namun El teringat dengan amber dan sadar akan status nya yang masih memiliki istri. maka nya El memilih untuk melerai dengan cepat pelukkan mereka.
" ah, ma'af " kata ayana dengan gugup dan malu menundukkan wajah nya . setelah pelukkan mereka terpisah.
__ADS_1
" hm. " jawab El pelan dan memandang ke arah lain. "
" ada apa malam malam kemari? jika aku tidak ada di dalam. bagaimana dengan nasib mu tadi haa. " kata El dengan nada yang dingin dengan jarak mereka yang hanya berjarak 1 meter.
" ck. merepotkan. " kata El dengan jengkel.
" kenapa aku malah memarahi nya saat ini. aah sudah lah, pusing aku di buat nya dan kenapa lagi jantung nih berdetak tidak normal. apa aku sakit. " kata El dalam hati dan mengulurkan tangan kiri nya untuk memegang kening nya. merasa kan suhu tubuh nya panas atau tidak akibat jantung yang berdetak kuat di dalam dada nya.
" normal. jadi apa yang salah " kata El di dalam hati lagi.
ayana yang masih diam pun menjawab pertanyaan El dengan terbata bata. " a. ,ku ke sini mau min. ." belum selesai ayana berbicara El memotong nya.
" ah sudah lah, kita bahas di dalam. aku capek berdiri dari tadi. masuk " kata El dengan ketus dan dingin menatap ke arah ayana dan berlalu melewati ayana berjalan ke arah kamar nya.
ayana pun kembali tertunduk. melangkah mengikuti El di belakang.
__ADS_1