Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 60


__ADS_3

ayana masih diam dengan posisi yang masih sama, begitu pun dengan El. mereka terdiam untuk beberapa detik hingga akhir nya El mengeluarkan suara untuk memecahkan keheningan.


" siapa nama nya? " tanya El.


" nama siapa yang paman tanya? " jawab ayana ketus. dengan masih membuang wajah ke arah lain.


" haa, nama pacar mu itu. " jawab El dengan menahan kesal, entah kenapa El berfikir dia harus melakukan hal yang merepotkan seperti ini kepada bocah yang ada di samping nya saat ini, El hanya bisa menghela nafas dan menggeleng gelengkan kepala nya karna tidak habis fikir, dengan apa yang di lakukan nya sekarang , sedangkan bersama amber saja dia tidak harus ambil pusing untuk membujuk.


" arsen. " jawab ayana singkat yang masih tidak mau menatap ke arah nya El. ayana masih kesal dan marah. entah karna perasaan nya yang kacau di dalam dada nya, maka nya ayana malah bersikap kekanak kanakan atau ayana hanya ingin merasa di perhatikan. entah lah. ayana sendiri pun tidak tau kenapa, tapi yang pasti. saat berada di dekat laki laki ini hati nya nyaman dan merasa di lindungi.


" apa hanya itu nama nya, apa dia tidak memiliki nama panjang atau nama keluarga di belakang nama nya " tanya El yang mulai penasaran dengan nada yang sedikit sewot, siapa sosok arsen tersebut.


" paman yang bertanya dengan tidak jelas, dan sekarang malah aku yang di tanya dengan sewot begitu, maka nya kalau mau nanya itu yang jelas, A yah A, B yah B jangan plin plan dan setengah setengah kalau nanya. " jelas ayana semakin kesal dan menatap ke arah El.


Deg.

__ADS_1


jantung El berdetak kuat, berhenti tidak karuan. melihat wajah ayana yang sehabis menangis. membuat diri nya merasa semakin tidak enak di dalam dada nya. entah perasaan apa ini, degup jantung yang berdetak kencang.


" apa ini, apa perasaan bersalah yang aku rasakan ini atau apa. aku gak tau, kenapa jantung ku berdetak kepada nya. seperti nya sama saat aku merasakan nya saat bersama amber, tapi kenapa. gak mungkin kan aku jatuh cinta sama dia, atau memiliki perasaan, ah ****. aku hanya milik amber, walau pun aku sama amber dalam masalah, aku gak akan nyakitin dia dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan pada ku. aku akan bertahan, sampai hubungan kami benar benar selesai. jika aku melukai amber saat aku masih bersama dengan nya. itu sama saja dengan aku memberi label pada diri ku sebagai baji*ngan . " kata El panjang lebar dalam hati nya, dan mencoba menepis apa yang dia rasakan.


" ah, i. . iya maaf, siapa nama lengkap nya? " tanya El kembali.


" arsen pio, " jawab ayana singkat lalu membuang muka nya ke depan.


" ha, baik lah. jika kau sudah siap dan tenang, kita berangkat, karna 1 jam setengah lagi waktu penerbangan kita. aku tunggu di luar. dan maaf. aku memang tidak tau apa apa tentang mu, dan malah mengeluarkan kata kata yang pedas pada mu. , maaf. " El berkata seperti itu dengan menatap ke arah nya ayana dengan tatapan lembut, dan saat mendengar El berbicara ayana menatap nya. dan melihat bagaimana El menatap nya dengan lembut saat berbicara pada nya barusan. dan itu membuat jantung ayana berdetak kuat tidak berfungsi normal.


" alex, cari tau siapa arsen pio. aku ingin semua data tentang nya. " begitu lah isi pesan yang El kirim kepada alex.


drt drt drt, benda pipih milik alex bergetar, karna mendapatkan pesan dari tuan nya, alex pun membaca pesan tersebut.


" baik tuan. " jawab alex singkat.

__ADS_1


" siapa lex? " tanya amber.


karna mereka saat ini sedang berada di kantor di ruangan nya bima, untuk membahas masalah pernikahan bima dan lisa yang akan di gelar sebentar lagi .


" tuan El, " jawab alex menatap amber .


mereka hanya berdua di dalam ruangan tersebut, karna bima masih ada di ruang meeting bertemu dengan klien.


" apa kata nya, apa dia akan pulang. ? " tanya amber antusia, sebab amber saat ini sangat rindu kepada Elard. karna sudah berhari hari tidak bertemu dengan nya.


" saya tidak tau nyonya, tuan hanya mengirimkan saya pesan tentang menanyakan pekerjaan. hanya itu " jawab alex berbohong.


" ck. " amber berdecih karna kesal, karna sampai sekarang pun El masih sulit untuk bisa dia hubungi bahkan semua pesan yang dia kirim hanya di baca tanpa di respon. di hubungi tidak pernah di angkat.


mereka pun kembali terdiam dengan kegiatan masing masing , alex dengan laptop nya sedangkan amber dengan benda pipih milik nya. dengan posisi duduk di sofa saling berhadapan, dan terhalang oleh meja.

__ADS_1


__ADS_2