
ceklek. pintu rungan nya alex terbuka dan amber pun sudah keluar dari sana dengan aman.
" haa . . haaa. .haaa " nafas amber terengah engah.
tiba tiba wajah nya amber terasa panas karna mengingat hal yang tadi. " i. . itu milik nya, ya ampun amber. kenapa kau membayangkan hal yang kotor itu. lupakan bodoh " gumam amber pelan dan saat ini dia sedang berjalan menuju ke toilet untuk menenangkan diri.
alex yang melihat amber pergi dari ruangan nya terburu buru mengerti dengan sangat kenapa tingkah nya amber seperti itu. alex pun melirik ke arah bawah dan melihat milik nya yang berdiri dengan kokoh .
" haaaa, hanya seperti ini saja kau sudah beraksi bung. " gumam alex yang telah menghembuskan nafas nya kasar.
beberapa menit di dalam kamar mandi amber pun sudah merasa lebih baik, tapi tidak berapa lama amber mendapat kan sebuah pesan dari alex. " saya tunggu di bawah nyonya " begitu lah pesan singkat alex, alex yang sudah tenang pun berjalan menuju ke bawah. dan saat ini alex sudah menunggu amber di lantai bawah untuk pulang bersama.
tap tap tap. suara langkah kaki yang mendekat kearah nya alex saat ini. itu adalah milik amber. dengan susah payah amber sudah menetralkan perasaan malu dan canggung nya saat ini.
" ayo lex, " kata amber singkat dan berjalan berlalu di hadapan nya alex menuju parkiran.
" baik nyonya " balas alex dan berjalan mengikuti amber dari belakang.
mereka berdua pun berlalu dari sana untuk kembali pulang, hilang sudah rasa lapar yang mereka berdua rasakan karna kejadian yang konyol tadi. di dalam mobil hanya ada keheningan dengan amber yang masih betah melihat ke arah luar jendela. sedangkan alex fokus mengemudikan mobil nya membelah jalanan.
" untung saja orang kantor tidak ada, jika tidak habis aku oleh tuan bima. sangat sangat beruntung tuan bima langsung pulang tanpa singgah ke ruangan ku. setelah j kantor usai. haa " gumam alex dalam hati nya dengan menghela nafas lega.
beda hal dengan El dan ayana yang masih di dalam pesawat. padahal sebentar lagi mereka akan sampai di tujuan. karna ada nya ngangguan yang disebabkan oleh cuaca mereka pun harus memutar sebentar untuk menghindari terjadi nya hal hal yang tidak di inginkan.
di dalam pesawat masih dalam suasana yang mencekam dan penuh dengan suara tangis, ayana pun juga semakin hiteris.
__ADS_1
" sssst , tenang ay. semua nya akan baik baik saja. aku janji " kata El mencoba untuk menenangkan ayana dengan mengelus ngelus punggung nya ayana dengan lembut.
" hiks. pamaaan. aku takut, " kata ayana dengan suara yang bergetar karna ketakutan.
" iya, aku juga takut ay tapi kita bersama sama, pasti hal buruk tidak akan terjadi. kamu pengang kata kata ku. hm. " kata El dengan lembut dan semakin memeluk ayana.
dengan tidak sadar nya saat ini, El menghirup aroma tubuh nya ayana dengan dalam, entah kenapa setelah mennghirup aroma tubuh nya ayana . El merasa tenang dan nyaman.
semua tanpak sama hingga beberapa waktu kemudian guncangan perlahan lahan mulai hilang dan kendali pesawat mulai terkendali, semua nya kembali merasa lega dan bersyukur. sebab tidak ada hal hal buruk lain nya yang terjadi ,
PENGUMUMAN.
" TERIMA KASIH ATAS DO'A DAN PARTISIPASI KALIAN SEMUA, KITA DALAM KEADAAN KEMBALI DENGAN SELAMAT. DAN PESAWAT SUDAH DALAM KEADAAN NORMAL DAN TERKENDALI. SELAMAT MENIKMATI HARI INI DENGAN BAHAGIA. KARNA KESEMPATAN KE DUA DARI TUHAN ITU PASTI ADA. " itulah kata kata dari sang pilot.
ayana dan El melepaskan pelukkan nya karna merasakan guncangan pesawat sudah tidak ada dan pesawat pun sudah terkendali dengan aman di tambah dengan pengumuman barusan.
" hm, semua nya sudah selesai ay. benar kan kata ku, semua nya pasti baik baik saja " kata El dengan lembut dan mengusap kepala ayana dengan pelan.
" aku nyaman di dekat nya, apa ini perasaan sayang yang tumbuh untuk keponkan nya, yah ini juga tidak buruk. setidak nya aku ada teman sekarang " monolog El dalam hati yang masih menatap ke arah nya ayana dengan senyuman tipis nya. sedangkan ayana saat ini masih sibuk membersihkan penampilan nya.
ayana melihat ke arah nya El dan tanpa sengaja mata ayana melihat ke arah baju nya El yang basah oleh air mata nya. " paamaan, baju paman basah " gumam ayana pelan tapi masih bisa di dengar oleh El.
El pun melihat ke arah baju nya yang sedang di tatap oleh ayana. " tidak apa apa ay yang penting kita selamat " kata El dengan tersenyum manis.
" aaaakh. mata ku silau, paman gila. kenapa mengeluarkan senyuman yang seperti itu, ah jantung ku jangan copot karna melihat ketampanan nya saat ini. " monolog ayana dalam hati sambil menutup mata nya sedikit karna melihat pemandangan yang indah di hadapan nya .
__ADS_1
penumpang pesawat tersebut pun selamat mendarat di kota tujuan. dan bubar satu persatu menuju tujuan masing masing.
ayana memilih untuk pindah dari apartemen nya karna arsen sudah mengetahui nya. ayana ingin mencari tempat baru agar tidak di nganggu oleh arsen. itu rencana ayana juga saat ini.
ayana dan El berjalan keluar bersamaan dari bandara dan sekarang berada di dalam mobil taksi yang sama dengan El yang memakai kacamata serta topi begitu pun ayana.
" kau mau ke mana? " tanya El memecah kehengingan.
" a. . aku mau menginap di hotel saja paman. karna jika aku kembali ke apartemen yang dulu pasti arsen akan tau dan kami pun akan bertemu. aku hanya ingin mencari aman malam ini " jelas ayana kepada El dengan wajah yang melihat ke arah luar jendela.
" haa, kau bisa pulang bersama ku. kau bisa tinggal di tempat ku malam ini, dan besok kau baru merencanakan tugas mencari tempat tinggal baru. " kata El dengan nada serius dan penuh pertimbangan.
" apa " teriak ayana kaget.
" jangan teriak bodoh, aku kaget " bentak El kesal.
" ah. ma'af, aku begitu karna terkejut. habis paman ada gila nya, masa aku tinggal di tempat paman, apa kata paman bima nanti. " jelas ayana lagi.
" aku tinggal di apartemen sendiri, dari pada kau di nganggu oleh siapa itu. lebih baik memilih tempat yang aman. " kata El dengan dingin.
" arsen paman, arsen nama nya " kata ayana kesal.
" ah, itu lah pokok nya. " dan tanpa aba aba dan tanpa persetujuan dari ayana, El pun menyuruh sang supir taksi mengantar mereka berdua ke tempat alamat nya El.
" aakkh, paman gila yah. aku gak mau ke . . " belum selesai El langsung dengan cepat memotong nya " ssst, , diam lah dan ikut saja. kau akan aman " kata El dengan dingin di sertai tatapan tajam dan tidak ingin di protes.
__ADS_1
" ck " ayana berdecak menahan kesal.
akhir nya pun ayana mau tidak mau ikut ke sana. tanpa bisa melawan.