Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 97


__ADS_3

Elard yang sedang berpacu dengan pengendara yang lain nya di jalan raya berniat agar secepat nya sampai ke tujuan nya. mobil yang di naiki ayana pun juga semakin melaju dengan kecepatan yang tinggi , sang supir mengendarai mobil nya dengan lihai dan dengan kecepatan yang tinggi, para anak buah nya arsen masih berusaha mengejar mobil nya ayana yang berada lumayan jauh di depan mereka.


" kejar mereka bodoh, jangan sampai lepas , " bentak anak buah nya arsen tersebut kepada anggota di tim nya yang sedang mengemudi kan mobil mereka dengan kecepatan tinggi pula untuk memacu laju mobil yang ayana naiki tersebut.


rekan satu tim tersebut sama sekali tidak memberikan respon atas bentakan yang barusan diri nya terima. dia hanya ingin berusaha untuk bisa fokus menyetir agar tidak ketinggalan dan agar tidak terjadi nya kecelakaan.


mereka masih berpacu dengan kecepatan dan waktu, hingga akhir nya El lah yang tiba di lokasi yang di tentukan lebih dulu dari ayana. El menunggu di pinggir jalan agar lebih aman , El masih berada di dalam mobil nya tanpa berniat untuk keluar. El masih menunggu beberapa menit di posisi nya saat ini sebab ayana masih belum tiba.


sang supir dan ayana masih berpacu dengan kecepatan. dan tidak lama setelah itu, mereka sampai di tujuan dengan selamat , ayana bergegas turun dari mobil yang di naiki nya. setelah keluar ayana melihat ke sekeliling nya mencari keberadaan nya Elard. pandangan ayana melihat ke kiri dan ke kanan sambil berjalan beberapa langkah dari poisi turun nya tadi, saat menoleh ke sana ke mari ayana mendengar sebuah suara yang familiar memanggil nama nya dari belakang.


" ayana, " teriak El kuat.


posisi mobil El berhenti saat ini berada beberapa jarak di belakang mobil yang di naiki ayana, El sama sekali tidak turun dari mobil nya dan hanya memanggil nama ayana dari dalam mobil dengan menurunkan sisi kaca depan mobil nya hingga habis.


ayana menoleh ke belakang.

__ADS_1


" paman " gumam ayana merasa lega dan bersyukur, sebab paman nya masih ada sedikit rasa perduli dan ingin menolong nya dari bahaya.


ayana tanpa membuang buang waktu lagi pun. berlari menuju ke arah mobil nya El berada. sang supir yang melihat nona muda nya sudah berada dalam kondisi aman bersama dengan tuan nya pun memilih untuk kembali menancap gas mobil nya berlalu dari sana. agar yang mengerjar mereka tidak merasa curiga dan hanya fokus mengejar mobil yang di kemudikan nya saat ini , begitu lah pemikiran sang supir tersebut.


ceklek. suara pintu mobil yang di buka oleh El sendiri lebih dulu saat ayana sudah mendekati mobil nya. ayana pun masuk dengan gerakkan yang terburu buru dan langsung menutup pintu mobil tersebut dengan keras , " braak " , ayana yang sudah duduk pun mencoba untuk mengatur nafas nya yang terengah engah karna berlari untuk sampai ke posisi nya saat ini.


El diam sesaat karna melihat kondisi ayana barusan yang terlihat syok juga masih ketakutan. setelah deru nafas ayana terlihat lebih tenang El mulai bertanya. " apa kau tidak apa apa? " .


" em. terima kasih paman " jawab ayana dengan suara bergetar nya karna masih sedikit syok dan ketakutan. bahkan tangan nya sendiri pun masih gemetaran dan mengepal dengan erat di atas pangkuan nya sendiri. walau nafas nya sudah sedikit normal namun rasa takut. syok dan gelisah itu masih tertanam di dalam dada nya ayana saat ini.


El masih memperhatikan gerak gerik ayana sedari tadi, " haa " helaan nafas yang El hembus kan dengan pelan. lalu El berinisiatif untuk memberikan air minum untuk ayana agar ayana merasa lebih tenang. El pun mulai mencari air minum kemasan yang ada di dalam mobil nya.


setelah lama menimbang nimbang akhir nya minuman kemasan tersebut El berikan kepada ayana. " nih minum lah dulu biar kau merasa tenang. " .


ayana pun menerima nya tanpa ragu. " terima kasih paman . " ayana pun mulai membuka tutup botol minuman kemasan tersebut, namun karna tenaga nya masih belum stabil karna masih syok tersebut , tutup botol minuman itu sama sekali tidak bergerak dari tempat nya bahkan tangan ayana sudah merasa perih terkena gesekkan dari tutup botol tersebut. ayana berusaha sendiri tanpa meminta bantuan dari El, El yang melihat itu pun merasa geram. " sebegitu susah nya kah membuka tutup itu. " gumam El dalam hati nya sambil menatap ke arah nya ayana yang masih sibuk berusaha membuka tutup botol minuman itu namun tetap tidak ada hasil nya.

__ADS_1


" ck. sini aku buka kan. " kesal El berkata sambil berdecak kesal lalu mengambil botol minuman kemasan tersebut dengan cepat dari tangan nya ayana.


" crrrk " suara tutup botol minuman tersebut yang sudah berhasil El buka dengan tangan nya yang berotot. " nih minum, susah apa ngomong minta tolong, " kata El dingin tanpa menoleh ke arah nya ayana saat minuman tersebut sudah berada di tangan nya ayana.


" ma'af dan terima kasih paman " jawab ayana merasa tidak enak hati karna selalu merepotkan paman nya.


El hanya diam tidak memberikan respon, namun saat hening beberapa saat di dalam mobil nya El, baru lah lewat beberapa mobil yang melaju dengan cepat melebih batas normal pengendara. ayana yang melihat itu pun langsung menundukkan kepala nya karna merasa takut jika mereka melihat diri nya di dalam mobil El.


" tidak usah menunduk, mereka tidak akan bisa melihat nya karna kaca mobil ku sangat gelap. lagian mereka tidak mengenali mobil ku ini. jadi kau akan aman dan cepat lah minum air itu kita akan segera pergi dari sini. " kata El kepada ayana dengan menoleh sebentar lalu beralih memandang ke arah depan.


ayana pun segera meminum air minum kemasan tersebut hingga tinggal setengah, dengan tangan yang masih gemetaran ayana mencoba untuk menahan nya, menahan rasa sesak dan gelisah di dalam dada nya saat ini.


saat sudah merasa puas dengan minuman tersebut ayana pun menutup kembali minuman nya agar tidak tumpah, El yang melihat itu pun langsung menghidupkan mobil nya berniat untuk berlalu dari sana. tanpa ada sepatah kata pun di antara mereka , El mengemudikan mobil nya dengan fokus dan dengan kecepatan biasa. sedangkan posisi sang supir masih di kejar mati matian oleh anak buah nya arsen.


arsen yang masih belum mengetahui kejadian barusan pun masih memacu kendaraan pribadi nya dengan kecepatan tinggi menuju ke toko nya ayana, dengan perasaan yang bercampur yang arsen rasakan sekarang, ada perasaan rindu, marah dan tidak ingin kehilangan ayana. entah itu perasaan cinta atau karna obesesi arsen masih belum yakin dengan kedua nya, namun yang pasti ayana harus tetap menjadi milik nya dan selalu berada di samping nya tanpa ada laki laki lain di sekitar ayana. mau itu di bilang egosi atau jahat sekali pun arsen tidak perduli yang penting ayana berada dalam genggaman nya.

__ADS_1


" kau hanya akan menjadi milik ku, hanya milik ku ayana . " gumam arsen pelan . yang masih fokus menyetir kendaraan pribadi nya menuju toko nya ayana.


# terima kasih dukungan untuk kalian semua, beri like dan komen yah. semoga sehat sehat selalu. semangaaaat jalani hari hari. .😘😍😍😍💪💪💪


__ADS_2