Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 40


__ADS_3

El berjalan menuju ke arah lemari untuk mengambil selimut terlebih dahulu, karna di kamar yang di tempati ayana saat ini tidak ada baju sama sekali. yang ada di kamar itu hanya tempat tidur dan lemari yang berisi selimut serta seprai .


El kembali menuju ke arah nya ayana dan mengulurkan tangan nya untuk memberi selimut itu untuk menutupi tubuh polos nya ayana.


" nih. pakai ini dulu sebelum pakaian mu datang. aku akan memesan nya. " kata El sambil menutup mata nya dengan sebelah tangan kiri nya.


ayana pun dengan gerakkan cepat langsung mengambil selimut itu dan membalut tubuh nya, sebab ayana sudah pucat dan kedinginan. karna terlalu lama di kamar mandi.


" te. . terima kasih paman. " kata ayana terbata bata.


" hmmm. . " jawab El singkat .


" aku akan menyuruh pegawai hotel untuk memesan baju untuk mu. kau tunggu di kamar saja. " kata El dan berlalu dari kamar nya ayana.


El sudah berada di luar kamar nya ayana, dan menyuruh pegawai hotel tersebut untuk mencari kan pakaian untuk ayana. ayana yang berada di dalam kamar mandi hanya ngedumel sendiri.


" dasaar bodoh. . bodoh. . kenapa bisa sebodoh ini sih ay.. ck ck. . " kata ayana sambil menggeleng gelengkan kepala nya dan berjalan ke tempat tidur. dan terduduk di sana termenung.

__ADS_1


El pun langsung kembali ke kamar nya untuk menenangkan hati nya, karna melihat pemandangan di kamar tadi.


" shiit. . apa aku tergoda. tidak mungkin , tapi. . ah sudah lah. aku harus menyelesaikan urusan ku dengan amber terlebih dahulu. agar diri ku tidak bertambah pening. huuuuuft. " kata El bergumam sendiri.


ayana yang merasa kedinginan pun terduduk di atas tempat tidur sambil memeluk erat kedua lutut nya agar dingin yang menjalar di tubuh nya menjadi hangat.


El yang sudah lama menunggu pun terdengar suara bel berbunyi diluar. dan langsung berdiri menuju ke arah luar untuk membuka kan pintu.


ceklek " suara pintu di buka. "


" ini tuan, pesanan tuan " kata pegawai hotel sambil mengulurkan tas besar ke arah nya El.


pintu pun tertutup dan El bergegas berjalan menuju ke arah kamar nya ayana untuk memberikan tas tersebut.


tok tok tok


" ayana. ayana. ayana. " panggil El mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban. El pun dengan enggan masuk ke dalam kamar nya ayana untuk memberikan tas tersebut.

__ADS_1


" ayana. paman masuk " kata El setelah membuka pintu.


El melihat ke arah tempat tidur, di sana sudah ada ayana yang tertidur miring dengan tubuh yang meringkuk sambil memeluk tubuh nya. tubuh nya ayana hanya berbalut dengan selimut tanpa ada pelindung di dalam nya.


El mendekat ke arah nya ayana untuk memberikan tas tersebut, dengan memanggil manggil nama ayana namun ayana sama sekali tidak merespon. El pun merasa khawatir lalu lebih mendekat ke arah kepala nya ayana untuk memastikan keadaan nya ayana.


" ay. . bangun ay. ini baju mu dan pakai lah agar kau tidak kedinginan dan masuk angin " kata El sedikit bersuara dengan nada tinggi.


ayana masih diam tidak merespon El semakin panik dan khawati lalu El megulurkan tangan nya untuk memegang kening nya ayana dan badan nya panas.


" ****. . dia demam. badan nya sangat panas. ay. . aya. . bangun " kata El sambil memanggil manggil nama ayana. namun tetap tidak ada respon. ayana yang ingin duduk di atas tempat tidur untuk menghangatkan tubuh nya tidak sadar akan kondisi tubuh nya saat ini karna ayana dalam keadaan pingsan sebab demam tinggi menyerang nya.


" apa yang harus aku lakukan. panas nya sangat tinggi. apa aku bawa saja ke dokter. " kata El. namun saat hendak mengulurkan tangan nya , El teringat jika ayana saat ini tidak memakai pakaian yang layak. ayana hanya memakai selimut. El kembali menghentikan aksi nya terlebih dahulu untuk memikirkan rencana apa yang akan dia ambil. sebab El ragu bertindak karna posisi ayana yang tidak berpakaian pantas saat ini.


" ah. tidak tidak. aku takut dia marah. tapi jika tidak di bawa ke dokter, dia akan semakin parah. aaaakkh ****. " El berkata sambil mengumpat dengan kesal.


" bodoh amat. dari pada panas nya makin tinggi dan dia dalam bahaya. jika dia ingin marah terserah. " kata El dengan tidak mau ambil pusing lagi.

__ADS_1


El pun berniat untuk memakaikan baju untuk ayana. dan setelah itu baru membawa ayana ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


__ADS_2