Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 122


__ADS_3

saat pergi dari rumah nya tersebut El dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang sepi dan jalanan raya yang ramai akan pengemudi kendara lain nya. El tidak menghiraukan keselamatan diri nya sendiri yang terpenting diri nya saat ini dengan cepat dan sangat cepat sampai di gedung apartemen nya. diri nya sangat kacau dan merasa gelisah memikirkan keadaan nya ayana.


" somoga kamu baik baik saja sayang. ma'af, , ma'af " lirih El merasa bersalah terhadap ayana.


sedangkan ayana masih berada di apartemen nya. ayana hanya ingin menenangkan diri nya saat ini, sungguh ayana tidak memikirkan akan bagaimana ke depan nya, jika ante dan papa, mama nya tau hubungan diri nya dan paman nya sendiri. karna perasaan yang menggebu di dalam dada nya ayana melupakan perasaan keluarga baru nya . karna jatuh cinta kepada paman tiri nya sendiri ayana akan menghancur kan semua nya, akan kah pantas rasa bahagia yang diri nya raih hari ini di tukar dengan kebahagian keluarga baru nya. pikiran ayana masih berputar putar, antara ragu dan tidak, antara iya dan tidak. antara takut dan tidak, semua masalah dan konsekuensi nya saat ini sedang ayana pikirkan dalam dalam agar tidak ada hati yang terluka karna hubungan aneh diri nya serta paman tiri nya tersebut . tapi lagi lagi ayana berfikir jika cinta tidak pernah salah dalam bertahta , lagi dan lagi pikiran jahat itu juga mulai mendominasi ayana untuk merebut sang paman dari tante tiri nya itu, semua terus berputar di dalam kepala nya ayana dan itu membuat kepala ayana semakin sakit dan ingin pecah rasa nya.


" hiks, , hiks, , paman. . kamu di mana, ? aku butuh kamu sekarang, , hiks, , hiks, , apa kita akan berpisah? aku sangat takut benar benar takut, , sekarang tante amber sudah tau bahwa paman sudah memiliki wanita lain, aku takut jika semua nya sampai tau. hiks, , aku harus apa? hiks. , hiks, , bundaa, , ayana rindu, , hiks, ,hiks, , kenapa bunda, , kenapa. , hiks, , hiks, ," racau ayana sendirian di dalam kamar nya tersebut sambil menangis terisak isak.


karna terlalu lama menangis di dalam kamar nya, ayana pun terlelap dengan sendiri nya, sedangkan El yang masih membelah jalanan sedari tadi akhirnya tiba di gedung apartemen nya sekitar jam sembilan malam karna jalur yang di tempuh nya lumayan jauh di tambah padat nya kendaraan di jalanan yang sempat membuat macet di beberapa titik jalanan yang di lalui El saat itu.


El keluar dari dalam mobil nya dengan terburu buru langkah kaki El juga bergerak dengan sangat cepat, rasa nya El ingin sekali tiba di lantai atas apartemen nya ini .


ting . pintu lift terbuka, El pun masuk ke dalam lift dan sudah menekan tombol lantai apartemen nya.


" cepat lah cepat lah, , ck, ,kenapa lama sekali lift ini bergerak. " rutuk El kesal, padahal lantai gedung tersebut hanya sampai sepuluh lantai. tidak memakan waktu sampai beberapa jam saat kita menaiki lift, karna rasa cemas dan khawatir yang berlebihan di rasakan oleh El membuat diri nya sendiri semakin tidak tenang .


ting, pintu lift terbuka dan tiba di lantai apartemen milik nya.

__ADS_1


drap darp. langkah kaki El terdengar menggema di lantai tersebut, langkah kaki yang lebar membuat El dengan cepat sampai di depan pintu apartemen nya.


nit nit nit. El memasukkan kode pintu nya lalu mulai membuka handle pintu nya.


ceklek. pintu apartemen El yang sudah di buka oleh El. El pun masuk ke dalam dengan tergesa gesa. El melihat sekeliling nya saat hendak masuk tadi. El mencari keberadaan ayana saat diri nya melangkah semakin masuk.


" sayang, sayang, sayang, " panggil El sambil mencari cari keberadaan nya ayana .


" ayana, sayang kamu di mana? " teriak El sekali lagi mencoba memanggil ayana dan mencari nya ke seluruh tempat di apartemen nya ini, namun ayana juga tidak terlihat di mana mana dan itu semakin membuat El merasa bersalah dan semakin cemas.


El berdiri dengan tegap melihat ke sekeliling diri nya, " ****. " umpat El sekali lagi.


" apa dia sudah keluar, ? apa dia berada di apartemen milik nya sekarang? hm, aku akan cek ke sana. " racau El sendiri dan kembali mencari keberadaan nya ayana ada di mana.


El pun memilih untuk keluar dari apartemen nya, memilih menuju ke lantai apartemen milik nya ayana.


nit nit. kode pintu apartemen ayana yang berbunyi sebab El sedang memasukkan kata sandi nya.

__ADS_1


ceklek. pintu apartemen ayana di buka dengan pelan oleh El.


saat sedikit masuk El mencoba memanggil ayana. " sayang, kamu di mana? aku masuk yah. "


hening tidak ada jawaban saat El mulai masuk ke dalam. karna tidak melihat ayana berada di depan ruangan, El pun semakin masuk ke dalam apartemen tersebut.


" ck, , kemana dia. di sini juga tidak ada, ,ah. . apa dia di kamar nya. yah hanya tempat itu yang belum aku periksan. baik lah ayo ke snaa. " racau El yang sudah berusaha mencari cari keberadaan nya ayana ada di mana.


ceklek, pintu kamar ayana yang di buka oleh El dari luar.


" kok gak bisa di buka. apa di kunci dari dalam oleh ayana. " gumam El pelan sambil tetap berusaha membuka pintu kamar nya ayana tersebut.


" yah pasti di kunci oleh ayana dari dalam, " gumam El akhir nya.


El berniat untuk mengetuk pintu kamar itu, namun sesaat kemudian gerakkan nya tersebut terhenti, El tidak ingin menganggu kesendirian ayana malam ini. El akan menunggu nya di luar dan esok pagi akan El jelaskan semua nya.


El pun beranjak dari depan kamar nya ayana, El berjalan menuju ke ruang keluarga untuk menuju sofa, El pun mulai merebahkan tubuh nya seutuh nya, rasa lelah pun juga mulai menggerogoti nya, hingga lama kelamaan pun El ikut ayana ke dalam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2