
El telah masuk kedalam mobil nya. masih di dalam mobil. El menangis dengan terisak isak di sana. walau laki laki ada kala nya rasa sakit itu tidak bisa di simpan.
El menangisi diri nya yang harus sial dalam hal percintaan . mendapat kan luka dari orang yang kita cintai. walau sakit dan merasa tidak bahagia kenapa tidak saling jujur satu sama lain.
setelah puas menangis , El menghidup kan mobil nya dan berlalu dari sana dan saat ini juga dia tidak ingin pulang ke rumah dan lebih tidak ingin melihat wajah istri nya amber.
El lebih memilih pulang ke apartemen nya yang dulu, sebelum dia menikah dengan amber. hanya kakak nya yang tau tempat itu.
sesampai nya di rumah, amber langsung berlari masuk berharap dia bisa berjumpa dengan El, dan menjelaskan semua nya. berharap semua nya bisa di perbaiki.
namun rencana hanya tinggal rencana, El tidak ada di rumah termasuk kakak nya El. dia sendirian di rumah yang besar itu. amber berjalan dengan gontai menuju ke kamar nya. dan merebah kan badan nya.
meratapi nasib diri nya yang begitu sial dan bodoh.
bodoh karna tidak mau berbicara dengan jujur kepada suami nya El dan sial nya kenapa harus bertemu dengan laki laki bangsat seperti arsen.
amber menangis dengan sangat keras, mengeluh dengan sesak. membuang rasa sakit di dalam dada nya.
alex yang ingin memberikan teh hangat kepada nyonya amber dan berniat untuk menghibur nya, karna dia tau saat ini nyonya amber pasti membutuhkan sandaran terlebih lagi tuan nya El dan tuan nya bima tidak ada di dalam rumah. amber sendirian di rumah besar ini.
alex membawa gelas yang berisikan teh hangat di dalam nya berjalan menuju kamar nya amber.
tok tok tok
"nyonya saya membawakan minuman hangat untuk nyonya agar nyonya merasa lebih baik."
alex berbicara namun tidak ada jawaban dari dalam .
alex mencoba membuka pintu itu dengan perlahan.
" nyonya saya masuk, permisi nyonya. ." kata alex dengan suara lantang.
amber yang mendengar suara alex yang ingin masuk langsung duduk dan menghapus air mata nya yang telah jatuh ke pipi mulus nya itu.
__ADS_1
alex melangkah dan menghampiri amber.
"nyonya minum ini agar lebih tenang nyonya. "
alex menyodorkan gelas tersebut ke arah amber.
" terima kasih lex. " kata amber tulus
alex menghembuskan nafas nya pelan, melihat raut wajah nyonya nya amber sungguh sangat tidak tega dan merasa iba, perasan sakit itu muncul lagi.
" nyonya apa ada yang bisa saya bantu. "
alex berbicara dengan nada pelan, jika saat ini dia bisa menghilangkan rasa sakit itu sedikit alex sungguh sangat bersyukur.
" tidak ada lex. dan terima kasih untuk ini. "
amber berbicara sambil mengangkat gelas teh tersebut ke atas.
alex berbicara dengan nada lemah lembut.
" aku tidak tau lex. jika aku menceritakan semua nya, apa El akan bisa menerima ku apa ada nya. aku takut lex setelah semua ini terjadi, apa dia tetap akan mencintai ku. "
" nyonya belum mencoba, tapi jika nyonya ingin tau apa pendapat tuan El, nyonya bisa menceritakan nya dulu kepada saya, jika saya bisa menerima nya saya rasa tuan El bisa menerima nya nyonya. karna tuan El mencintai nyonya bukan. "
alex mencoba membujuk amber untuk bercerita kepada nya, dan berharap nyonya dan tuan nya bisa hidup bahagia.
mendengar kata bahagia dari dalam hati nya, kenapa terbesit rasa tidak rela dalam hati nya, kenapa ada perasaan sakit jika membayang kan tuan dan nyonya amber nya ini hidup dalam kebahagiaan .
alex menggeleng gelengkan kepala nya mencoba membuang pikiran dan perasaan aneh nya saat ini.
amber yang melihat alex yang bertingkah aneh itu hanya bisa merasa terkejut.
" kamu kenapa lex, apa kau sakit. jika kau merasa pusing kau segera lah pulang. aku tidak apa apa sendiri di sini. "
__ADS_1
alex tiba tiba terkejut. dan melihat ke ara amber.
" tidak nyonya saya tidak apa apa, lalu bagaimana nyonya. apa nyonya siap berbagi cerita kepada saya. ."
Alex mencoba membujuk amber. tetapi amber tidak ingin karna dia belum merasa siap, dengan respon yang akan alex berikan nanti.
amber menggeleng kan kepala nya.
" maaf lex, aku belum siap ini terlalu mendesak . ."
"mmm. .baik lah nyonya, jika nyonya berubah fikiran nyonya bisa mencari saya. kalau begitu saya pamit undur diri dulu nyonya dan semoga nyonya selalu bahagia dan selamat malam. "
"terima kasih alex. "
setelah berpamitan alex berlalu dari sana. dan keluar memasuki mobil untuk pulang ke apartemen nya untuk mengistirahatkan badan nya yang terasa lelah.
amber yang tidak ingin ambil pusing lagi. hanya bisa pasrah dengan jalan apa yang akan El ambil kedepan nya. semua nya akan dia bahas besok pagi dan membiarkan semua nya merasa lebih tenang terlebih dahulu.
amber memilih untuk masuk kedalam kamar mandi dan bersiap siap untuk mengistirahatkan badan nya.
badan nya sudah terasa lelah begitu pun juga dengan hati nya.
di lain sisi.
ayana yang tidak tau harus apa hanya bisa nemilih untuk kembali ke rumah nya sebab sang kekasih juga tidak datang.
ayana telah berlalu dari sana sedari tadi.
dan dalam keadaan segar bugar sebab sesampai nya di apartemen nya ayana langsung menuju ke kamar mandi nya.
sekarang ayana sedang berdiri di balkon apartemen nya. mencari udara segar dan dengan memikirkan sang kekasih.
karna terakhir komunikasi dengan sang kekasih hingga sekarang. arsen tidak memberi kabar apa pun lagi. membuat ayana memikirkan hal yang tidak tidak.
__ADS_1