Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 120


__ADS_3

hari semakin berjalan dan mulai berganti dengan malam, El masih berada di apartemen nya. El berniat untuk menjemput ayana di toko nya. El yang sudah bersiap sedari tadi pun mengambil benda pipih milik nya untuk menghubungi ayana.


nada dering tersambung.


" hallo sayang. " jawab ayana.


" aku akan menjemput mu, tunggu aku di sana sayang . " kata El lembut.


" oke. kamu hati hati. " jawab ayana singkat, lalu diri nya pun mulai bersiap siap menunggu El di luar ruangan nya.


semua karyawan nya sudah pada pulang kecuali rana sang manager nya. sebab rana yang akan menutup toko kue tersebut. ayana di sana hanya berdua saja dengan rana, rana yang tengah keluar dari ruangan nya pun melihat ayana yang telah duduk di kursi sofa sambil memainkan benda pipih milik nya.


rana pun berjalan dengan pelan berniat untuk mengerjai bos nya tersebut.


" dor. " kata rana mencoba membuat ayana terkejut.


" aaakh. " teriak ayana terkejut dan benda pipih milik nya terlempar dari tangan nya tepat jatuh di hadapan mereka berdua.


" oo my god Hp ibuk. mati aku. " gumam rana pelan sambil meringis memikirkan apa yang akan terjadi pada diri nya setelah ini.


karna tidak ingin menambah masalah rana dengan cepat mengambil HP milik ayana. rana memeriksa nya dengan teliti.


" waduh. mati nih HP. " gumam rana dalam hati nya.


rana yang merasa bersalah pun menatap ke arah ayana dengan tatapan memelas nya. rana melihat ayana yang masih betah memegang sisi dada nya karna masih merasa terkejut. rana berjalan mendekat ke arah nya ayana dan ayana hanya menatap ke arah rana dengan tatapan sedikit kesal.


saat sudah lebih dekat dengan ayana rana pun mencoba untuk meminta ma'af. " ma'af buk, saya gak sengaja, ibuk boleh marah sama saya asal jangan pecat saya yah buk, hm. saya akan ganti rugi buk dan ibuk bisa potong dengan gaji atau bonus saya. agar ibuk bisa beli Hp baru lagi, hm karna seperti nya ini sudah mati, ma'af sekali lagi buk tadi saya hanya bercanda. " racau rana panjang lebar dan semakin merasa bersalah sebab Hp milik ayana tersebut tetap tidak ingin hidup walau sudah di cek dan di coba oleh rana.


" haa " hela'an nafas ayana terdengar.


" sudah lah tidak apa apa, lain kali jangan seperti ini. kemarikan Hp saya. " kata ayana mencoba untuk menahan rasa kesal nya. bagaimana tidak kesal, sang kekasih akan datang menjemput nya dan diri nya tidak akan tau jika El akan menghubungi nya lagi atau tidak.


" ba. . ik buk. ini. " kata rana gugup dan terbata sambil menyerahkan Hp ayana ke tangan nya ayana.


diam sesaat antara mereka berdua.


" apa ibuk ingin pulang? " kata rana memecah keheningan yang masih melihat ke arah ayana yang masih fokus kepada Hp milik nya, ayana masih berusaha untuk menghidupkan Hp tersebut namun tetap tidak berhasil. layar Hp tersebut masih menampilkan layar yang berwarna hitam.


" ha. bagaiaman ini. sama sekali tidak mau hidup. ck " gumam ayana dalam hati nya.

__ADS_1


" iya. " jawab ayana singkat.


" hm. apa ibuk ingin pulang bersama saya, saya akan mengantar ibuk, sebab ini sudah malam. " kata rana sedikit takut namun diri nya mencoba sekali lagi untuk berbuat baik agar bos nya tersebut tidak jengkel lagi kepada diri nya.


" tidak usah na. saya sudah ada yang menjemput, kamu pulang duluan saja. biar saya yang kunci pintu nya karna saya bawa kunci duplikat nya. " terang ayana menolak ajakan rana.


" hm baik lah buk. ibuk hati hati yah, kalau begitu saya duluan. " balas rana akhir nya mengalah. rana juga mulai tidak nyaman dengan situasi yang terjadi sekarang dan yah itu karna salah nya sendiri.


akhir nya di sana hanya tinggal ayana sendiri. ayana masih betah di posisi nya tersebut. ayana masih menunggu kedatangan nya El. ayana menunggu selama satu jam lebih dan tidak lama tiba lah El di sana.


El yang keluar dari mobil nya berjalan untuk masuk ke dalam toko. El sudah melihat di luar area toko yang sudah sepi , tanpa aba aba lagi El masuk ke dalam toko dengan langkah cepat nya .


saat memaski toko tersebut El tidak melihat ayana. El semakin masuk ke dalam. perasaan nya mulai was was dan merasa khawatir. sampai saat ini ayana masih belum terlihat oleh mata nya.


" sayang. kamu di mana? " kata El bersuara memangil ayana. namun saat masuk lebih dalam pun El tetap tidak melihat keberadaan ayana.


" sayang. " panggil El sekali lagi.


sedangkan orang yang di cari cari malah sibuk di area dapur asik menikmati secangkir susu coklat panas sambil duduk dengan anteng nya tanpa tau jika sudah ada orang yang mencari cari diri nya dengan perasaan cemas.


FLASBACK OFF.


karna sudah merasa bosan duduk terlalu lama ayana memilih untuk berdiri dari posisi nya, ayana berjalan mondar mandir sambil tetap menunggu kedatangan El .


kruk kruk kruk. bunyi perut ayana semakin kuat.


" lebih baik aku ke belakang dulu, mana tau ada yang bisa di makan atau di buat. " gumam ayana pelan dan berjalan menuju ke area dapur berniat untuk mengisi perut nya sedikit menjelang menunggu sang paman datang.


setelah sibuk mencari cari sesuatu akhir nya ayana hanya menemukan sekaleng susu coklat. mungkin semua bahan kue habis dan rana masih belum belanja mengisi dapur. ayana dengan telaten pun membuat susu hangat tersebut untuk diri nya dan berharap susu coklat ini bisa sedikit menganjal perut nya yang sedari tadi berbunyi.


siap membuat nya ayana pun mencari posisi nyaman nya untuk duduk dan menyantap susu hangat coklat tersebut.


FLASBACK OFF.


dan di sini lah ayana masih berada di area dapur sambil menikmati segelas susu coklat hangat, diri nya masih tidak mengetahui jika El sudah sampai di toko nya.


El yang merasa cemas karna masih tidak menemukan ayana pun berniat untuk menghubungi ayana. El mengutak atik benda pipih milik nya.


" tut tut tut. " nada yang terdengar oleh El.

__ADS_1


" kenapa tidak bisa di hubungi, kemana dia? kenapa Hp nya mati, ? ****. " racau El sambil mengumpat.


El semakin gusar di buat nya dan semakin panik, pikiran pikiran buruk mulai menghantui nya, El pun memilih untuk mengecek seluruh ruangan di toko ini, jika masih tidak menemukan ayana di sini, El akan memikirkan cara lain untuk mencari ayana.


El berjalan dengan terburu buru dari ruangan ke ruangan lain. semua sudah El periksa hanya tinggal area dapur yang tersisa. degup jantung El semakin berpacu dengan cepat, perasaan sesak dan takut mulai menggorogoti jantung nya.


" ini ruangan terakhir, semoga dia ada di sini. jika dia ada di sini aku akan secepat nya berpisah dari amber dan menikahi nya. " gumam El dalam hati nya sambil mengucap janji nya. yang hanya di ketahui oleh diri nya sendiri.


ceklek,


sepasang mata saling bertatapan.


" paman, kapan sampai? " tanya ayana merasa bahagia karna sudah melihat El di sini.


drap darp. langkah kaki El berjalan dengan cepat menghampiri ayana lalu grep. El langsung memeluk tubuh ayana yang sedang posisi duduk tersebut dengan pelukan yang erat.


" eeugh paman, nafas ku sesak. longgar kan sedikit pelukan nya. ada apa dengan paman? " racau ayana sambil merasa heran akan sikap paman nya ini.


" ha. kau benar benar membuat ku jantungan ayana . kenapa Hp mu tidak bisa di hubungi. ?? aku khawatir dan cemas. saat aku tiba aku tidak melihat mu, dan ternyata kau sedang asik asik nya disini sambil minum dengan nyaman, jangan membuat ku merasakan perasaan seperti ini lagi hm, dada ku rasa nya sesak dan aku juga sangat takut jika kau kenapa napa sayang, " kata El panjang lebar mencurahkan apa yang diri nya rasakan.


El yang masih memeluk tubuh nya ayana itu pun merasakan gerakkan di dada nya, yah ayana hanya memberikan jawaban nya dengam anggukkan pelan dari kepala nya saja.


El melerai pelukan mereka lalu El mencium ayana dengan lembut di bibir nya. perasaan lega tersebut sudah El rasakan. dan El semakin yakin dengan apa yang di rasakan nya saat ini terhadap ayana. perasaan takut ayana kenapa napa, perasaan takut ayana hilang dari dunia dan hidup nya sudah mampu membuat detak jantung El berpacu dengan sangat cepat. malah bisa membuat dada El mejadi sakit dan sesak. El sangat yakin jika diri nya sudah benar benar jatuh hati dan cinta kepada ayana keponakan nya sendiri, El sama sekali tidak memperdulikan kakak, kakak ipar nya bahkan istri nya sekaliagus saat ini . El ingin secepat nya menyelesaikan semua urusan yang bersangkutan dengan amber. setelah semua nya lancar El berniat akan menikahi ayana seperti janji nya beberapa menit yang lalu.


mereka masih asik dengan kegiatan tersebut, mereka saling melepas rindu dan perasaan yang mereka rasakan. El dan ayana masih enggan untuk melepaskan tautan bibir mereka. hingga deru nafas mereka semakin menipis.


" hah . . hah . . ha. " nafas mereka berdua yang ngos ngosan setelah sesi ciuman tersebut .


mereka saling pandang. " apa kau sudah selesai minum nya ? tanya El singkat.


" hm " jawab ayana singkat dan di iringi dengan anggukkan kepala nya dengan pelan.


" baik lah, mari kita pulang dan ma'af jika aku lama tiba di sini sebab jalanan tadi sangat macet. " jelas El kepada ayana.


" hm tidak apa apa, ayo kita pulang sayang. " jawab ayana merasa tidak masalah.


mereka berdua pun berjalan menuju pintu keluar toko dengan berdampingan dan ayana yang memeluk sebelah tangan nya El dengan sangat manja nya.


saat sudah di depan toko nya, ayana mengunci pintu toki tersebut dan berjalan bersama menuju ke arah mobil nya El, mereka yang sudah masuk ke dalam mobil tersebut pun berlalu menjauh dari toko nya ayana menuju ke gedung apartemen mereka.

__ADS_1


__ADS_2