
di kota paris.
FALSBACK ON.
amber mengirim pesan kepada El karna panggilan nya di abaikan oleh El. padahal amber saat ini sangat merindukan nya. amber sekarang hanya bisa pasrah karna El sedang tidak berada di paris. jika El berada di kota yang sama dengan nya amber pasti akan menemui El secara langsung .
karna ketika sekarang, alex mau pun bima tidak memperbolehkan amber untuk berjalan jauh. apa lagi untuk menemui El. alex dan bima memberi saran kepada amber untuk menunggu El kembali agar lebih mudah membahas masalah nya secara tatap muka.
namun hati nya tidak bisa di ajak kompromi. amber sangat merindukan El. merindukan kasih sayang El. semua nya sudah berubah. El nya yang dulu bisa berubah dengan cepat.
"aku merindukan mu El. maaf. . hiks. . hiks. . " amber menangis sendirian di dalam kamar nya.
akhir nya amber pun memilih untuk mengirim pesan kepada El. " El. kamu di mana? . apakah kita tidak bisa bertemu , aku merindukan mu dan maaf sayang. ku harap kamu mau memberikan satu kesempatan kepada ku untuk memperbaiki semua nya. "
FLASBACK OFF.
__ADS_1
El yang membaca isi pesan dari amber tersebut hanya bisa menghela nafas pelan. " kau sudah terlambat sayang. sungguh terlambat, hati ku sudah terlanjur sakit. jadi jangan salah kan aku ketika perubahan itu telah datang. " gumam El pelan menatap ke layar benda pipih nya.
ayana hanya bisa melihat dari jauh gerak gerik paman nya. dan sarapan dengan lahap karna ayana ingin cepat cepat pulang.
begitu pun dengan El. El yang tidak ingin lama lama di sini pun segera bersiap siap karna melihat ayana yang bergerak dengan cepat.
setelah sarapan mereka berdua pun segera bersiap siap . ayana pun akhir nya telah selesai berkemas untuk pulang ke rumah nya begitu pun El yang hanya duduk bersantai di atas sofa sambil menunggu ayana selesai.
" ayo paman. " kata ayana yang datang menhampiri El paman nya.
" sudah paman. " jawab ayana cepat.
" baik lah. ayo. " kata El sambil memegang tangan nya ayana sambil berjalan bersama dengan bergandengan tangan yang di pimpin oleh El di depan dan meninggalkan ruangan tersebut. ayana yang melihat tangan nya di genggam oleh paman nya tersebut hanya terdiam dan melonggo tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh paman nya saat ini.
" aaah. jantung ku, kenapa tidak normal begini. degupan jantung ku membuat nafas ku terasa berat. apa ini. , apa aku berdetak oleh si tua bangka ini. ck. yang benar saja. tolong lah jantung bersikap normal lah. jangan buat aku malu dan canggung lagi. " kata ayana dalam hati sambil melihat punggung El dari belakang dengan rona memerah di pipi nya.
__ADS_1
El yang tidak sadar akan apa yang di lakukan nya saat ini hanya bersikap seperti biasa. sedangkan ayana yang berada di belakang El sudah merona merah menahan panas di wajah nya.
mereka berjalan dengan santai tanpa menghiraukan mata orang orang di sana yang melihat ke arah mereka . mereka pun memasuki lift dan sampai lah di parkiran.
dan di sana lah El baru tau dengan apa yang dia lakukan. El menjadi gugup bukan main karna melihat tangan nya yang telah lancang memegang tangan nya ayana. El pun buru buru melepaskan pegangan tangan nya dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" ma. . af " kata El pelan sambil melihat ke arah lain.
ayana pun reflek melihat ke arah lain dengan menahan panas di wajah nya karna menahan malu dan canggung di antara mereka.
" iya tak pa. " jawab ayana singkat.
dengan gerakkan cepat El akhir nya masuk ke dalam mobil nya tanpa berkata apa apa lagi. begitu pun dengan ayana. dia pun juga langsung masuk ke dalam mobil.
mereka berdua pun akhir nya berlalu dari rumah sakit kembali ke hotel. dengan suasana hening tanpa suara karna saling menahan malu masing masing. ayana menoleh ke arah jendela untuk menghilangkan canggung. dan El pun memilih untuk fokus menyetir.
__ADS_1