
pagi menjelang. dengan matahari yang mulai menampakkan cahaya nya. para semua penghuni di bumi mulai terbangun dari mimpi indah mereka, untuk melanjutkan aktifitas kembali, melewati waktu seperti biasa.
ayana yang sudah terbangun dari tidur nyenyak nya pun, melirik jam di dinding, yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, " eeeugh " ayana merenggangkan otot otot nya agar lebih rileks.
" sudah pagi aja, selamat pagi dunia. semoga hari ini berlalu dengan damai. " gumam ayana sebelum bangkit dari tempat tidur nya.
setelah merasa tubuh nya sudah siap di gerakkan, ayana pun bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu, karna sudah menjadi rutinitas bagi ayana untuk mandi setiap pagi. ayana mandi dengan bersih dan berendam sebentar di battup selama beberapa menit, setelah itu baru lah ayana keluar dan memilih baju yang akan ayana pakai hari ini.
ayana mulai bersiap siap, dan keluar dari kamar nya untuk menuju ke dapur membuat sarapan yang enak. mood ayana pagi ini sangat baik, entah karna apa. yang penting ayana merasa bahagia dan tidak lupa pula sebuah senyuman selalu menghiasi bibir tipis nya ayana tersebut.
ayana mulai melakukan pekerjaan nya dengan telaten, tidak ada rasa kaku sedikit pun. karna ayana sudah terbiasa. ayana pun memulai untuk memasak, menyiapkan segala hal bentuk alat masak serta segala hal bentuk bahan bahan yang akan di masak. ayana dengan lihai menyiapkan semua nya. dan hari ini ayana ingin masak spagetti dan roti bakar dengan jus buah serta kopi susu untuk El. ayana melakukan nya dengan bersenandung karna merasa damai di dalam hati karna tidak mendapatkan ngangguan dari arsen. " na na na, , la la la. . " begitu lah suara nya ayana bersenandung dengan riang.
saat semua nya sudah selesai, ayana mulai menata semua masakkan nya di atas meja makan. dan membersihkan segala hal yang berantakan di dapur setelah ayana selesai memasak barusan. selang beberapa lama membereskan semua hal yang berantakan. ayana berdiri tidak jauh dari meja makan tersebut dengan ke dua tangan nya berada di pinggang , melihat ke arah meja makan dengan semua makanan yang sudah ayana masak barusan.
" ah, akhir nya selesai juga. masak beginian mah gampang buat aku, ehehehehe. ayo kita panggil paman gila itu untuk sarapan . " kata ayana dengan bangga .
ayana pun berlalu berjalan menuju ke kamar nya El berniat untuk membangunkan El , karna jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
tap tap tap. suara langkah kaki nya ayana. setelah sampai ayana mengulurkan tangan kanan nya untuk berniat mengetuk pintu kamar nya El.
__ADS_1
Tok tok tok. "paman. " panggil ayana. ayana masih berusaha untuk membangunkan El, tidak perduli mau berisik atau tidak. mau orang yang di dalam marah atau tidak. yang penting ayana sudah menjalankan satu tugas nya dengan baik.
di dalam kamar El , El yang masih tertidur pun merasa ternganggu dengan suara bisik dari luar kamar nya, " ck , siapa " kata El dengan nada kesal nya.
" aku paman, ayo sarapan. " ajak ayana dengan tidak peka sama sekali, jika kedatangan nya saat ini sangat mengganggu bagi El.
" ck. duluan lah, aku masih ngantuk " kata El.
" ya sudah, aku makan duluan. aku tinggal kan di atas meja. " kata ayana dan berlalu dari sana.
ayana duduk dan makan sendirian di meja makan tersebut. " ah, sendiri lagi. makanan ini rasa nya enak tetapi ada yang kurang. " kata ayana dengan nada sedih nya.
terasa sunyi saat makan hanya seorang diri. itu lah yang ayana rasakan saat ini. baik mama atau pun arsen pacar nya. jarang mempunyai waktu untuk diri nya. bahkan setelah memiliki hubungan yang lebih pun mereka berdua semakin menjauh, itu yang ayana rasakan.
beberapa lama kemudian El baru bangun dari tidur nya, El bangun dan segera bersiap siap menuju ke kamar mandi. setelah selesai El baru lah keluar dari dalam kamar nya, karna perut nya sudah merasa lapar minta di isi.
ceklek, suara pintu kamar nya El terbuka.
tap tap tap. langkah kaki El berjalan menuju ke arah dapur. El membuka tutup makanan tersebut. El melihat makanan itu terdiam " seperti nya enak " gumam El.
__ADS_1
El pun langsung duduk dan mulai menyantap makanan yang tersaji di meja makan dengan lahap. El terbangun di jam sembilan lewat setengah jam. karna tadi malam El baru tidur jam dua malam.
ayana sibuk bermain dengan benda pipih milik nya. melihat lihat sosial media atau hal lain nya. ayana yang mulai merasa haus pun, berniat untuk mengambil air putih ke dapur.
ceklek. tap tap tap, suara langkah kaki ayana yang berjalan menuju ke arah dapur. ayana berjalan dengan santai dan dari kejauhan ayana melihat El yang sedang makan dengan lahap.
" hahahahaha, lapar apa doyan tuh orang " gumam ayana pelan.
ayana berjalan mendekat ke arah nya El. " pagi menjelang siang paman. " sapa ayana lembut, dan berlalu melewati El yang sedang makan menuju lemari es untuk mengambil minuman dingin.
" uhuk. uhuk. " El terbatuk karna merasa terkejut.
" hahahahahaaha, santai paman . aku tidak akan minta kok, makan dengan pelan pelan. nih minum " kata ayana lalu menyodorkan segelas minuman untuk El tanpa sadar bahwa gelas yang ayana kasih barusan ke El adalah bekas diri nya barusan minum. El langsung mengambil nya dengan cepat. ayana yang baru sadar dengan apa yang dia lakukan pun langsung berteriak. " aaaaakh, pamaaaan "
El terkejut dan kembali mengalami tersedak, untuk ke dua kali nya. " uhuk uhuk, hei kau mau membunuh ku ha. " teriak El karna kesal.
" ma. . ma'af paman, aku salah. ta. . tapi. . gelas itu sisa ku paman, paman sudah meminum nya. aku salah kasih " kata ayana dengan menahan malu serta canggung.
" yah mau bagaimana lagi, sudah terlanjur. tidak bisa di kembalikan " kata El cuek dan kembali melanjutkan makan nya.
__ADS_1
ayana melonggo menatap El tidak percaya. " segampang itu kah " batin ayana berkata.
ayana yang melihat El tidak bergeming sama sekali setelah itu pun. memilih untuk masuk ke dalam kamar nya. El masih betah duduk di meja makan untuk menyantap makanan nya tanpa perduli akan sosok ayana.