
alex sudah berhasil berada di zona aman. sedangkan El dan bima masih dalam kondisi yang mencekam.
FLASBACK ON.
bima yang sudah tiba di lantai khusus ruangan CEO dan sekretaris tersebut pun mendengar suara dari ruangan nya El yang sedang bima lalui. bima berasumsi bahwa itu adalah seorang OB yang bekerja untuk membersihkan ruangan.
namun bima melirik jam yang ada di tangan nya. " jam sudah menunjukkan pukul delapan, kenapa OB masih bekerja di jam segini. seharus nya kan mereka melakukan pekerjaan nya pada pukul tujuh pagi. " gumam bima pelan yang posisi nya masih berada di dekat ruangan nya El.
" apa itu OB atau itu El " gumam bima sekali lagi.
bima sedikit penasaran dan mulai berjalan menuju ke pintu ruangan nya El untuk membuka pintu tersebut.
ceklek. pintu ruangan El terbuka oleh bima.
bima terkejut sebentar, karna dugaan pertama nya salah. dan yang benar adalah dugaan nya yang ke dua. bima melihat sosok adik nya di dalam ruangan tersebut. tanpa memberi kabar dan berita apa apa, El sudah duduk manis di kursi kebesaran nya tanpa ada rasa bersalah dan beban setelah menghilang beberapa hari ini.
" adik sialan. kapan kau kembali, kenapa tidak ada memberi kabar. " teriak bima dengan kesal dan berjalan masuk ke dalam dan duduk di sofa tanpa meminta izin dari yang punya.
" ck. kakak pikir aku anak kecil yang selalu di kekang, aku juga butuh udara segar. " jawab El tidak mau kalah.
__ADS_1
"ck bukan anak kecil kau bilang, tetapi kau malah lari dari masalah dan meninggalkan amber sendirian. " kata bima dengan telak.
" hahahaha. aku tidak meninggalkan nya, dia yang sudah meninggalkan aku duluan , aku hanya melakukan apa yang dia inginkan. " kata El membela diri.
" kau sebagai suami nya. harus nya berada di sisi nya saat dia lagi jatuh seperti ini , bukan nya malah melarikan diri tidak jelas. " bentak bima dengan kesal.
" jangan ajari aku untuk bertindak seperti apa. kakak sudah sangat tahu dengan jelas apa permasalahan nya. itu berawal bukan karna aku yang memulai nya, jadi kakak tidak bisa seenak nya untuk menyalahkan aku. " bentak El tidak mau kalah.
" haa, kau sebagai adik dan suami sangat kurang ajar. " bentak bima dengan kesal dan emosi.
" kakak tidak bisa menilai ku sebagai seseorang yang kurang ajar, kakak tau ke pribadian ku dari awal seperti apa setelah aku menikah dengan nya. tetapi dia yang mengabaikan aku dan malah nelakukan hal tersebut dengan pria lain, di mana hati kakak. saat melihat kondisi pernikahan adik kakak satu satu nya malah di tusuk dari belakang. kebahagiaan ku hancur kak. hati ku hancur. aku begitu mencintai nya tapi apa yang ku dapat. hanya rasa sakit dan rasa di abaikan. kakak gak paham dengan rasa itu karna kakak gak pernah meraskan nya bahkan kakak gak pernah mengalami nya. karna kisah cinta kakak selalu mulus dan terbalas. jadi salah jika aku mulai mejaga jarak dengan nya, karna luka sangat tidak mudah untuk di sembuhkan kak. " jelas El panjang lebar dan dengan menatap mata kakak nya dengan tajam.
ceklek. pintu ruangan nya El terbuka. alex melihat ke dua tuan nya dalam kondisi yang tidak menggenakkan. dan saat pintu ruangan nya El di buka oleh alex, bima serta El pun beralih menatap ke asal suara, bima dan El melihat sosok alex yang berada di ambang pintu tidak bergerak untuk masuk ke dalam. alex yang masih ingin nyawa nya tetap ada dan panjang pun memilih undur diri lebih dulu sebelum kenak amukkan dari ke dua tuan nya.
setelah alex undur diri tanpa berkata apa pun. bima dan El kembali ke suasana seperti tadi.
FLAS BACK OFF.
" kakak harap hubungan mu dengan amber bisa di perbaiki. sebentar lagi kakak dan calon kakak ipar mu akan menikah. kakak harap kau bisa menyelesaikan permasalahan kalian berdua dengan cepat. apa kau tidak kasihan dengan amber. jika kau mencintai nya dengan tulus, kakak rasa kau seharus nya tidak mempermasalahkan berita tersebut. dan menerima dia apa ada nya. " jelas bima tidak mau kalah.
__ADS_1
" hahahahaahaha, kakak sungguh lucu dan arogan. jika perkataan itu aku lemparkan untuk kakak dan kakak dalam posisi ku saat ini. apa yang akan kakak rasakan dan lakukan. apa kah kakak akan menerima nya dengan tulus walau hati kakak merasa bertolak belakang dengan apa yang akan kakak lakukan. akan kah kakak bahagia dengan apa yang kakak pilih tersebut. aku rasa jawaban nya TIDAK " kata El dengan penuh penekanan.
" karna jika dia berkata dengan jujur kepada ku sedari awal, cerita nya akan berbeda dan apa yang aku rasakan saat ini akan berbeda juga. kakak tidak tau kan, apa kah mereka melakukan nya hanya sekali ini saja atau sudah berkali kali. apa kakak bisa menjamin hal itu untuk ku. jika iya aku akan bertanggung jawab kepada amber dan menerima dia apa ada nya. tetapi jika sebalik nya, jangan salah kan aku apa tindakkan yang akan aku lakukan ke depan nya. karna ini hidup ku dan aku juga ingin bahagia. " bentak El kepada kakak nya karna tidak bisa menerima masukkan yang tidak masuk akal dari kakak nya tersebut.
" tidak mudah untuk menerima seseorang dengan tulus kak, jika seseorang tersebut sudah menjalani kisah hubungan dengan kita sedari awal sudah berbohong dan menutupi hal yang seharus nya tidak dia sembunyikan. karna akibat dari itu semua tidak lah sederhana dan mudah untuk di maafkan. " kata El sekali lagi.
bima terdiam seribu bahasa, tidak dapat mematah kan perkataan sang adik barusan.
" jika tidak ada yang ingin di bahas. kakak bisa keluar dari ruangan ku, aku ingin bekerja dengan tenang. dan aku mohon jangan bahas amber di depan ku. , biarkan ini menjadi urusan ku dengan nya saja. " kata El dengan dingin.
" haaa. baik lah. kakak minta ma'af, semoga apa pun pilihan mu kelak kau tidak akan menyesal. kakak minta ma'af jika sudah memaksa mu untuk melakukan hal yang tidak kau suka. kakak pergi dan selamat bekerja. " kata bima dengan tulus meminta ma'af.
" hm " jawab El singkat tanpa membalas menatap kakak nya. bima pun memilih untuk berlalu dari ruangan nya El. karna bima tau sifat nya tadi sangat egois. bima teringat akan mendiang istri nya tentang pesan terakhir nya tentang hubungan El dan amber.
" ma'af kan aku sayang, aku mungkin sudah tidak bisa untuk membuat mereka bersama lebih lama, ku harap kau tidak kecewa di sana. " gumam bima pelan di mana bima yang sudah berlalu dari ruangan nya El menuju ke ruangan nya.
saat hendak ingin fokus dengan pekerjaan nya. pikiran El tiba tiba berubah buyar dan mood nya juga sudah sedang tidak baik baik saja karna sehabis berdebat dengan sang kakak. El pun memilih untuk meninggalkan ruangan nya berniat untuk pulang kembali ke apartemen nya untuk menenangkan diri.
bima yang sudah tiba di dalam ruangan nya dan sudah duduk di kursi kebesaran nya, tidak tau jika El sudah bergerak berniat untuk meninggalkan kantor . bima pun mencoba untuk fokus kepada pekerjaan nya sekarang.
__ADS_1