Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 72


__ADS_3

masih di hari yang sama, arsen serta sang sekretaris nya yang bernama nana tersebut, masih berada di sebuah restoran ternama,dengan dua orang pria yang sudah berumur. mereka berdua masih sibuk bertemu dengan seorang klien, hingga arsen pun memilih untuk mengudur ke berangkatan nya untuk beberapa jam ke depan, agar kerja sama nya dengan klien nya ini bisa berjalan dengan lancar, dan arsen memilih untuk mengesampingkan masalah ayana terlebih dahulu . arsen sudah tau jika ayana sudah kembali ke kota paris dari mata mata nya. tetapi arsen tidak bisa berbuat apa apa, sebab bisnis nya saat ini sangat lah penting untuk perusahaan nya.


di sebuah ruangan yang mewah, mereka ber empat berkomunikasi dengan lancar dan baik, para klien pun juga memberikan tanggapan yang bagus untuk persentasi yang sudah nana jelaskan barusan.


" hasil yang pasti, saya setuju " kata klien tersebut.


" yah, saya juga " sambung klien satu lagi.


" baik lah tuan tuan, jika memang sudah setuju kita mulai kerja sama nya. " jawab nana dengan senyuman profesional nya.


arsen hanya membiarkan nana yang mengurus semua nya, arsen hanya memantau dari dekat dan hanya berbicara seperlu nya saja, dan hal itu pun tidak mmbuat para klien menjadi mundur. karna nilai infestasi dan keuntungan yang akan mereka dapat tidak main main, selagi mudah tanpa masalah. para klien tersebut pun tidak pernah menuntut atas sikap dingin nya arsen.


mereka berbincang dengan lama hingga bercampur dengan gurauan. tidak lama setelah itu pertemuan mereka pun berakhir, satu persatu klien arsen sudah berlalu dari sana, dan sekarang tinggal lah nana dan arsen di ruang makan tersebut.


" apa kau sudah memesan tiket nya, aku ingin langsung berangkat sekarang " kata arsen menatap ke arah nya nana.


"sudah tuan. jika sudah tidak ada hal yang lain lagi, kita bisa berangkat sekarang. " jawab nana santai.

__ADS_1


beberapa jam berlalu arsen yang sudah selesai dengan rapat nya pun, memilih untuk kembali hari ini juga ke kota paris. nana sang sekretaris pun sudah memesan tiket nya pada keberangkatan sore hari . mereka berdua pun bergegas menuju ke bandara tanpa membuang buang waktu sebab arsen sudah sangat marah kepada ayana, hingga menahan emosi hingga sekarang yang masih belum terlampiaskan.


" awas kau ayana, aku akan mendapatkan mu. dan membuat mu menderita lebih dari ini " gumam arsen yang masih berada di dalam mobil menuju ke bandara.


ayana yang sudah mulai merasa lapar pun memilih untuk memasak kembali ke dapur, karna waktu sarapan ayana tidak makan dengan benar, ayana hanya ingin membuat cemilan untuk menghilangkan rasa lapar nya saat ini.


tap tap, ceklek. pintu kamar ayana terbuka, ayana berniat untuk jalan ke dapur. tetapi ayana di kejut kan oleh sosok nya El yang sudah berada di meja makan lebih dulu.


" paman ngapain? " tanya ayana yang sudah mulai mendekat ke arah nya El.


" olahraga " jawab El asal.


" ck, gak usah sewot. " sambung El mulai malas berbicara karna mood nya sedang buruk.


" uuh, gitu ajha marah. " jawab ayana cemberut.


mereka pun saling diam kembali, ayana yang melihat El sedang makan es krim tersebut pun, mendadak ingin juga memakan dan merasakan nya. El makan tanpa perduli terhadap ayana yang melihat nya sejak tadi.

__ADS_1


glek. ayana menelan saliva nya karna ingin mencoba es krim tersebut .


" paman " panggil ayana lembut.


" hm " jawab El singkat tanpa menatap ayana dan masih asik dengan es krim nya.


" hm. . aku mau. apa boleeh. " kata ayana lembut dengan nada manja dan memohon.


" ck, ganggu saja kau bocah. " gerutu El.


" ih, paman boleh ya. aku mau coba paman. " bujuk ayana kepada El.


" haa, sedikit aja. gak boleh banyak banyak, aku masih mau. " lanjut El dengan kesal dan memberikan kap es krim tersebut kepada ayana dengan perasaan dongkol .


" yee, makasih paman, cup " tanpa sadar ayana memberikan ciuman di pipi nya El karna merasa bahagia.


deg. jantung El berhenti seketika. dengan tubuh yang tiba tiba membeku terdiam karna terkejut akan tindakan mendadak dari ayana.

__ADS_1


ayana merasa senang karna bisa merasakan es krim tersebut tanpa sadar apa yang telah dia lakukan barusan. ayana tanpa rasa malu pun langsung menyuapi sendok bekas El tersebut ke dalam mulut nya. satu suapan, dua suapan. ayana menikmati nya dengan bahagia.


" ternyata enak, paman pandai memilih rasa nya. aku suka " kata ayana yang masih betah menikmati es krim tersebut. sedangkan El berubah menjadi boneka yang diam tanpa memberikan respon, sebab El masih belum sadar akan ke terkejutan nya barusan.


__ADS_2