Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 130


__ADS_3

saat berada di apartemen El memilih untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu, El hanya ingin merasa lebih segar lagi karna masih menahan rasa emosi, El memilih mandi karna agar rasa sakit di kepala nya bisa hilang dengan cepat jika terkena air hangat, dan yah semua itu berhasil, rasa sakit di kepala nya hilang sesaat dan tubuh nya juga terasa segar dan ringan.


El yang sudah selesai dengan aktifitas nya memilih untuk keluar dari kamar dan tidak lupa pula El membawa benda pipih milik nya untuk berjaga jaga jika saat ayana menghubungi nya El akan tau dengan cepat. El pun berjalan menuju ke sofa, El berniat menunggu kedatangan ayana di ruang keluarga tersebut dan tangan kiri nya terulur untuk meletakkan benda pipih milik nya ke atas meja yang ada di hadapan nya tersebut.


dua puluh menit waktu berlalu menunggu kedatangan ayana, namun batang hidung ayana juga tidak terlihat. El mulai merasa tidak tenang sebab jarak dari taman ke sini hanya membutuh kan waktu lebih kurang tiga puluh menit saat berjalan santai dan jika ayana berjalan dengan cepat hanya membutuh kan waktu lima belas menit.


dan waktu saat El terakhir berbicara dengan ayana di telvon tadi sudah beberapa menit yang lalu serta di tambah diri nya yang juga sudah selesai mandi, itu bahkan sudah memakan banyak waktu, dan harus nya saat ini ayana sudah sampai di apartemen ini namun nyata nya ayana masih belum sampai.


El meraih benda pipih milik nya yang masih berada di atas meja tersebut dengan cepat, perasaan El semakin khawatir dan kalang kabut. El mengutak atik benda pipih milik nya berniat untuk menghubungi ayana, namun El semakin gelisah sebab nomor yang di hubungi nya saat ini sedang tidak aktif. El mencoba nya berkali kali namun tetap tidak ada hasil dan akhir nya El menghembuskan nafas nya secara kasar lalu mengusap wajah nya juga dengan kasar. detak jantung El berdegup dengan cepat karna tidak bisa menghubungi ayana.


" kamu di mana sayang? siht. " kata El mulai tidak karuan.


tidak ingin membuang waktu lagi, El keluar dari apartemen nya dengan tergesa gesa, El berniat untuk mencari ayana, saat sudah berada di luar, El dengan kesetanan nya berlari menuju ke taman. deru nafas el terdengar berat. perasaan nya berkecamuk saat ini, pikiran pikiran buruk mulai memenuhi isi kepala nya.


" haa, haaa. haa " helaan berat nafas El terdengar saat diri nya berhenti sejenak untuk mengatur pernafasan nya yang sedikit sesak karna berlari dengan cepat. mungkin jika ada lomba lari pasti El lah yang jadi juara pertama nya. saat sudah merasa baikan El kembali melangkahkan kaki nya dengan terburu buru berniat untuk menyelusuri setiap sudut di taman tersebut tanpa tertinggal, dan El berharap ayana masih berada di sini menikmati hari yang mulai sore. dan berharap ayana dalam keadaan baik baik saja. begitu lah pikiran El dan harapan dalam hati nya.


" ayana, kamu di mana. ? " panggil El meneriaki nama ayana saat masih dengan betah nya menelusuri setiap sudut taman dan tanpa henti nya meneriaki memanggil manggil nama ayana . dan El juga tidak lupa terus menghubungi nomor nya ayana saat mata nya sibuk melihat kesana kemari berharap jika diri nya terus mencoba menghubungi nomor ayana, El akan mendengar kan suara dari seberang telvon sana, namun lagi lagi harapan El semakin terkikis sebab sedari tadi mencoba untuk menghubungi nomor ayana hanya sahutan operator di seberang sana. dan hal itu semakin membuat El kalang kabut.


El mulai merasa lelah namun tidak menyulutkan rasa nya untuk mencari ayana, peluh keringat di tubuh nya juga sudah keluar dengan banyak, karna berlari ke sana kemari untuk mencari sosok ayana namun ayana tetap tidak di temukan di mana mana bahkan El juga sudah menanyakan kepada setiap pengujung yang ada di taman ini tentang sosok ayana, namun di antara mereka yang sudah El tanyai sama sekali tidak ada yang melihat sosok ayana.


" ha. haa. haaa. " helaaan nafas El kembali terdengar. El terpaksa beristitahat sejenak sebab kaki nya sudah merasa lemas dan sakit. karna tidak ingin menunggu lagi El kembali mengutak atik benda pipih milik nya berniat untuk menghubungi seseorang.


nada dering terhubung.


" hallo lex. temukan ayana sekarang juga. dan jangan banyak tanya, aku ingin kau mencari ayana pergi kemana dan laporkan pada ku dalam waktu satu jam. " terang El pada alex dengan cepat tanpa menunggu balasan dari alex.


dan panggilan tersebut pun di akhiri oleh nya sendiri, sedangkan alex yang saat ini berada di sebuah cafe dan sedang menikmati menu makan siang nya namun menjadi kacau dan tidak berselera lagi karna mendapat tugas dadakan dari sang tuan nya . yah alex baru saja bisa makan sekarang sebab diri nya sedari tadi sibuk dengan urusan perusahaan dan meeting dengan klien di luar. karna waktu nya sudah kosong alex memilih untuk mengisi perut nya terlebih dahulu, namun saat ingin menikmati menu makan nya alex mendapatkan sebuah telvon dari sang bos nya. dan parah nya lagi alex mendapatkan tugas nya mendadak sekali bahkan tuan nya tersebut hanya memberikan waktu selama satu jam saja.


" haaaaa, nasib nasib. " helaaan nafas alex keluar lalu merutuk sedikit kesal.


mau tidak mau alex pun pergi dengan cepat dari posisi nya saat ini, dan meminta kepada para pegawai cafe tersebut untuk membungkus kan makanan nya sebab alex akan lanjut makan nantik saat tiba di kantor. saat sudah selesai urusan nya di cafe tersebut alex harus kembali ke kantor jika ingin melaksanakan tugas dari tuan nya tersebut, sebab peralatan temput nya untuk berperang berada di kantor semua nya .

__ADS_1


saat sampai di kantor dan sekarang alex sudah berada di dalam ruagan khusus untuk nya. alex mulai berkutat dengan fokus pada layar laptop nya dan komputer kerja nya juga. pandanga alex terfokus dengan tajam serta tangan nya juga bergerak dengan lincah dan gesit saat mengutak atik keyboard tersebut.


alex sibuk dengan pencarian nya sedangkan El memilih untuk menuju ke kediaman nya berniat untuk menemui sang kakak. sebab ancaman sang kakak masih teringat dengan jelas di pikiran nya El saat ini. apa lagi ayana juga belum di temukan bahkan ayana juga belum kembali ke apartemen mereka sebab El sudah menghubungi sang penjaga di apartemen mereka tersebut. namun sang penjaga itu juga berkata tidak melihat ayana kembali dari tayangan CCTV di apartemen tersebut.


El mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi dan dengan menahan rasa emosi dan bercampur aduk di dalam dada nya, yah saat sudah menghubungi alex di taman barusan, El dengan cepat nya berdiri dan berlari untuk kembali ke apartemen. sebab pikiran El saat itu tiba tiba teringat akan ancaman sang kakak. dan El hanya ingin memastikan benar kakak nya yang berbuat atau tidak. dan di sinilah El berada. mengemudi kan mobil mewah nya dengan kecepatan gila nya menuju ke kediaman nya sendiri.


brum, ckkiiit. suara mobil yang terdengar serta suara ban mobil yang bergesekkan karna di rem mendadak. yah karna mengemudikan mobil nya dengan cepat El sudah tiba di kediaman nya. El masuk dengan tergesa gesa tanpa perduli jika yang berada di dalam rumah tersebut mendadak terkejut.


braaak. dengan kasar nya El menendang pintu rumah tersebut dengan kasar dan kuat.


" tuan ada apa tuan, ? " tanya para pekerja di sana yang sangat takut dengan perlakuan El barusan. El tidak memberikan respon kepada para pekerja tersebut, diri nya masuk dengan melangkah terburu buru masuk ke dalam rumah lebih dalam lagi dada nya sudah naik turun karna menahan emosi.


saat sudah berada di tengah tengah ruangan El berteriak dengan kuat.


" BIMAAA. KELUAR KAU SIALAN. " teriak Elard dengan kuat.


para pekerja hanya berani memperhatikan dari jauh sebab mereka takut terkena imbas nya, dan saat ada suara yang berteriak memangggil nama nya bima pun terkejut, sebab diri nya dan sang istri saat ini sedang berada di dalam kamar sedang sibuk memadu kasih di sore hari ini yang sebentar lagi menjelang malam.


" entah lah sayang, ayo kita turun. aku juga pensaran. " terang bima akhir nya. dan mereka berdua pun terpaksa menunda aksi bermesraan mereka terlebih dahulu. dan mulai merapikan kembali penampilan mereka dan saat sudah merasa siap bima dan lisa akhir nya memilih untuk keluar dari kamar nya dan turun ke bawah melihat siapa yang sudah membuat kehebohan.


" BIMAAAA KELUAAAR. " teriak El semakin menjadi jadi.


" ada apa El, kenapa kau membuat kehebohan dengan berteriak teriak seperti itu di sini. " bentak bima kepada El karna tidak suka melihat tingkah El yang kelewatan. sebab bima saat ini sudah berada di lantai yang sama dengan El saat ini dan bima pun menghenti kan langkah nya tepat di hadapan El.


" SIALAN, DIMANA KAU SEMBUNYIKAN DIA. " teriak El menggelagar.


bima dan lisa terkejut dan terdiam, mereka berdua sama sekali tidak mengerti apa yang barusan El katakan.


" apa maksud mu El. bisa jelaskan? aku sungguh tidak mengerti. " terang bima dengan sabar. sedangkan lisa hanya diam mendengar berada di sisi samping nya bima.


" apa kau yang menyembunyikan dia dari ku, katakan. !! " jelas El dengan tatapan tajam nya kepada bima.

__ADS_1


" siapa? aku ti. . oooh, yah wanita itu, hm tapi sayang aku belum melakukan apa pun. dan tanggapan mu salah tentang ku, apa kau berfikir bahwa aku yang mengambil wanita itu dari mu, hahahahahaha. aku belum melakukan apa apa El. aku baru hanya mengancam mu, sungguuh. aku sama sekali belum bertindak. em dan ku harap si wanita itu tidak di temukan lagi oleh mu. upps ma'af. hahahaha aku hanya merasa sedikit senang dan merasa kasihan pada mu. " terang bima dengan jujur lalu sedikit mengejek El biar kesal karna bima ingin membalas El sedikit karna masalah tadi pagi.


" KATA KAN DENGAN JUJUR, JIKA KAU BERBOHONG AKU AKAN HANCUR KAN APA YANG KAU MILIKI SAAT INI. " terang El kembali meledak ledak sebab tidak menemukan jawaban yang di inginkan nya.


" untuk apa aku berbohong, aku sudah berkata jujur. jika kau tidak percaya silahkan mencari tau sampai ke akar akar nya. " tantang bima.


El hanya melihat mata bima dengan tajam, memperhatikan dengan seksama apa kah tatapan yang diri nya lihat tersebut ada tersirat kepalsuan atau kebohongan. saat menatap mata bima dengan dalam El tidak menemukan kebohongan di sana.


" jangan mencari nya di sini, karna dia tidak ada di sini. sampai kau menangis darah pun tetap kau tidak akan menemukan nya di sini, sebab aku sudah berkata jujur. " terang bima sekali lagi meyakinkan El.


" apa kau serius? " tanya El mulai mereda.


dan hanya anggukkan yang di berikan oleh bima tanpa ragu sedikit pun.


" haaa, kemana dia. " gumam El pelan dengan mengusap wajah nya kasar.


bima melihat aura sang adik yang merasa frustasi tersebut pun merasa tidak tega.


" mau ku bantu? " tawar bima.


" tidak perlu, aku bisa sendiri . " gumam El pelan. lalu El mulai bergerak dari posisi nya membalikkan tubuh nya untuk berjalan meninggalkan rumah tersebut namun saat El mulai melangkah. langkah kaki nya terhenti karna mendengar perkataan dari sang kakak.


" apa kau masih tetap ingin menyembunyikan wanita itu, kapan kau akan mengenalkan nya pada kami? " kata bima dengan nada penasaran nya.


" belum waktu nya. " balas El singkat lalu berlalu dari sana, dan El pun kembali mencari keberadaan ayana di mana mana, El membawa mobil nya berkeliling tanpa kenal waktu dan lelah. perasaan El saat ini masih belum lega dada nya sangat terasa sesak dan sakit.


" kamu di mana sayang. ??? " gumam El mulai frustasi karna masih belum menemukan ayana di mana mana.


sedangkan alex saat ini masih berkutat dengan laptop dan komputer nya. pencarian nya sangat susah dan sulit. kadang banyak titik buntu dan belum pasti selama beberapa waktu berjalan. alex sama sekali tidak merasakan lapar saat ini sebab rasa penasaran nya lebih tinggi dengan masalah ini. Elard dan alex masih sibuk dengan apa yang mereka kerjakan dan memakan waktu lebih lama. sedangkan ayana masih belum sadar kan diri di suatu tempat akibat obat bius yang telah di hirup nya tadi siang.


semangat semua nya dan terima kasih atas dukungan nya. 😎😍😘🤩

__ADS_1


__ADS_2