Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 63


__ADS_3

" bagaimana hubungan mu dengan Elard? " tanya bima memecah keheningan.


" ba. . ik kok kak, cuma karna El lagi sibuk maka nya panggilan dan pesan ku masih belum di respon , tapi aku maklum kok. " jawab amber dengan hati yang tidak karuan. ada perasaan takut, gelisah serta sedih.


" hmm. nantik kakak akan bicara kepada El, biar kakak cari solusi nya bagaimana, tapi kakak tidak menjamin tentang hubungan kalian yang akan bertahan lama. " jelas bima berbicara tanpa memberikan harapan kosong untuk amber, agar amber tidak terlalu berharap kepada El tentang hubungan pernikahan mereka.


mereka pun kembali terdiam tanpa suara, .


" apakah aku akan berpisah dari mu El. apakah aku akan sanggup. sungguh rasa nyaa aku tidak rela, " monolog amber dalam hati.


mereka kembali terdiam. hingga benda pipih milik bima berbunyi, bima pun mengambil benda pipih nya di dalam saku jas nya. bima tersenyum lebar sebab nama yang tertera di layar benda pipih milik nya adalah calon istri nya yaitu lisa. bima pun mengangkat panggilan tersebut dengan hati yang berbunga bunga.


" baru saja memikirkan nya sebentar, ee. udah dia duluan yang menghubungi, pasti sudah rindu. " monolog bima dalam hati.

__ADS_1


" hallo sayang, apa kabar? " tanya bima dengan lembut dan masih dengan senyuman yang manis terhias di bibir nya saat ini.


" baik sayang, kamu di mana? apa sudah makan? bagaimana pekerjaan mu hari ini? hmmm. aku merindukan mu. " kata lisa bertanya panjang lebar dan mengungkap kan rasa rindu nya kepada bima. entah kenapa lisa beberapa hari ini sangat merindukan bima, terkadang pun saat tidur lisa masih terus memikirkan bima tanpa henti.


" hahahahaha, satu satu sayang bertanya nya kayak interview saja. oke aku jawab satu satu yah, aku juga merindukan mu sayang, bahkan sangat sangat merindukan mu saat ini . pekerjaan ku lancar dan terkendali, kabar ku sangat sangat baik, apa lagi sudah mendengar suara kamu tambah baik lagi malahan. ahahhaa" kata bima sambil sedikit menggoda lisa.


" iih, kamu nih lebay ah, " lisa berpura pura malu dan gambek, padahal di dalam hati mah berbunga bunga.


" hahaahha, kenapa malu sayang kan memang benar. kamu yang beri aku semangat. terima kasih sudah hadir dalam kehidupan ku. " kata bima dengan tulus serta senyuman yang masih belum pudar.


lisa dan bima pun masih asik berbicara, karna tidak enak di dengar oleh amber, bima pun berdiri dan berjalan menjauh beberapa meter dari posisi amber agar leluasa berbicara kepada lisa calon istri nya.


melihat itu amber merasa isi, hubungan kakak ipar dan calon istri nya sangat mesra dan bahagia tanpa rekayasa. sedangkan hubungan nya dengan suami nya sendiri malah semakin renggang.

__ADS_1


" apa cinta itu masih ada untuk ku El, apakah kau akan cepat berpaling dari ku dan menemukan wanita lain yang akan menggantikan posisi ku. jika waktu itu tiba akan kah aku bisa menerima nya dengan lapang dada, membuat mu untuk melepaskan ku karna sudah tidak menginginkan aku lagi untuk mengisi cinta dalam hati mu . tidak adakah kesempatan untuk ku sekali lagi untuk memperbaiki hubungan kita yang telah rusak ini. maaf, sungguh aku minta maaf. aku tidak ingin kehilangan mu El, cepat lah kembali El, aku ingin mencertikan semua nya, ku harap masih belum terlambat untuk berkata jujur kepada mu. " monolog amber dalam hati dengan rasa yang sangat sesak di dalam dada, memikirkan itu saja sudah hampir membuat diri nya ingin menangis lagi, untung amber masih bisa menahan air mata nya agar tidak tumpah, sebab saat ini amber masih berada di ruangan nya bima. amber tidak ingin kelihatan lemah di mata siapa pun, biar lah derita lara ini dia pendam sendirian.


karna tidak enak menganggu waktu kakak ipar nya, amber pun memilih untuk keluar dari ruangan nya bima dan lagi pula sudah tidak ada lagi yang akan di bahas antara mereka berdua. amber berlalu dari ruangan nya bima tanpa berpamitan terlebih dahulu karna tidak enak menganggu kakak ipar nya yang sedang asik bersenda gurau dengan calon istri nya.


tap tap tap.


ceklek, pintu ruangan bima terbuka dan amber pun sudah keluar dari sana, bima yang tidak sadar akan kepergian amber pun masih asik berbicara dengan lisa. karna posisi bima saat ini sedang menghadap ke jendela sambil berdiri dan membelakangi pintu dan sofa.


" huuuft, aku harus kemana , " kata amber lesu tidak bersemangat dan masih berdiri di depan pintu ruangan nya bima.


" ah, cari alex saja. pasti dia di ruangan nya. aku kesana saja. " kata amber lalu berjalan menuju ke ruangan nya alex yang tidak jauh dari ruangan nya bima dan El.


mereka bertiga berada di satu kantor, Elard ,bima dan alex.

__ADS_1


karna bima jarang ke kantor jadi yang lebih sering berada di kantor itu Elrad. alex tangan kanan kedua nya tapi lebih kuat kepada bima sebab bima ceo pertama sedangkan Elrad posisi ceo ke dua. tapi walau pun begitu tidak ada rasa iri di hati mereka berdua karna ikatan saudara yang kuar serta ajaran yang baik dari mendiang kedua orang tua mereka . beberapa waktu ini El tidak berada di kantor itu lah sebab nya kenapa bima berada di kantor untuk mengurus pekerjaan. jika ada rapat atau meeting yang tidak bisa di wakilkan atau memberikan tanda tangan untuk dokumen dokumen yang tidak bisa di wakilkan juga.


__ADS_2