Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 24


__ADS_3

pagi yang indah di hari sabtu.


arsen bangun dengan pagi sekali karna dia ingin membuat kejutan untuk ayana. yaitu memberi pelajaran kepada nya.


arsen yang sudah gagah dalam penampilan nya terus berjalan dengan berwibawa menuju area parkir apartemen nya. arsen telah memasuki mobil mewah milik nya dan telah berlalu dari apartemen nya menuju apartemen nya ayana.


Dia tidak tau jika ayana sudah tidak lagi berada di apartemen.


arsen mengendarai mobil nya dengan santai. selang beberapa menit, arsen pun sampai dan memarkikan mobil nya di parkiran dan berjalan dengan santai.


arsen tepat berada di depan pintu apartemen nya ayana dan mengangkat tangan kanan nya untuk mengetuk pintu itu karna arsen tidak tau sandi kode apartemen ayana yang baru.


tok tok tok.


" ayana ini aku. buka pintu nya. " arsen berbicara dengan nada lembut.


" ayana buka pintu nya, " tok tok tok.


suara ketukan pintu yang lembut lamban laun menjadi ketukan yang kasar dan tidak sabaran , begitu lah suara arsen yang memanggil beberapa kali dari suara yang lembut hingga suara yang keras. tidak ada jawaban dari dalam.


sudah beberapa kali arsen mencoba nya, tetap tidak ada respon dari dalam, arsen mulai emosi sehingga penghuni apartemen sebelah menjadi terganggu karna mendengar suara gaduh. penghuni itu pun memilih untuk keluar menegur sang pembuat onar.


" permisi tuan , anda mengganggu ketenagaan penghuni yang lain. jika ada masalah anda bisa meminta bantuan kepada penjaga apartemen ini. " kata penghuni itu dengan nada yang bersahabat.


arsen yang terkejut pun, hanya bisa menganggukkan kepala nya tanpa bersuara atau meminta maaf. arsen pun memilih pergi dari sana. untuk melaporkan keluh kesah nya kepada penjaga apartemen ini.


arsen kembali ke pos penjagaan, dan bertanya ke pada pos penjagaan itu, untuk meminta izin mengecek CCTV yang berada di lantai 7 apartemen itu.


" permisi pak, apa saya boleh melihat CCTV di area lantai 7 gedung ini sebab kekasih saya ayana. tidak terlihat dari kemarin pak, saya merasa khawatir karna saya baru dari sana. dan tidak ada respon sama sekali. " pinta arsen dengan sesedih dan sekhawatir mungkin. agar sang penjaga mengizinkan nya untuk bertindak tanpa ada halangan tertentu.


" baik pak. silah kan, " sang petugas pun mulai mengutak atik komputer yang ada di hadapan nya itu dengan lihai.

__ADS_1


terlihat lah dengan jelas area lorong dari lantai 7 itu. tempat di mana apartemen ayana.


arsen melihat dengan seksama, dan arsen terkejut bukan main karna melihat sosok ayana keluar dari apartemen itu dengan membawa koper yang besar pada hari kemarin.


arsen mengumpat kecil dan pelan namun dapat di dengar oleh sang petugas dengan samar.


" shiit, " kata arsen kesal.


" ada apa pak ?" tanya petugas itu, karna mendengar arsen bersuara pelan.


" a. . tidak ada apa apa pak. terima kasih kalau begitu pak saya undur diri dulu. " arsen pun berlalu dari sana dengan rahang yang mengeras, mata yang melotot tajam, karna emosi nya saat ini telah naik ke ubun ubun karna ayana.


arsen tidak tau jika ayana akan nekat pergi meninggal kan nya tanpa izin dan kabar. setelah mengetahui itu arsen langsung bergegas menuju ke toko utama nya ayana, arsen pikir ayana ada di sana.


selama berada di perjalanan nya arsen mengumpat dengan kasar penuh emosi sampai sampai setir mobil yang tidak bersalah pun menjadi amukkan nya arsen.


arsen yang telah tiba di toko utama nya ayana langsung masuk dengan terburu buru menuju ke ruangan nya ayana tanpa bertanya dan menoleh ke para pekerja ayana yang berada di sana.


para pegawai di sana hanya bisa saling bisik berbisik satu sama lain. karna kedatangan arsen membuat mereka gempar karna sang bos tidak ada berada disini.


sang manager toko itu pun datang dengan tergesa gesa menuju ke arah ruangan nya ayana. untuk menyusul pak arsen. sebab dia mendengar keributan dari arah luar ruangan nya.


karna sudah tau siapa yang datang manajer itu pun langsung menyusul arsen ke ruangan nya ayana setelah sampai manajer itu memberanikan diri untuk mengeluarkan suara walau ada perasaan takut. tapi dia harus bersikap profesional .


" ada apa tuam? apa ada yang bisa saya bantu? "tanya manajer itu kepada arsen sambil menundukkan kepala nya. karna dia tidak berani menatap ke wajah nya arsen, karna saat ini wajah nya arsen sangat menakutkan dengan tatapan yang tajam dalam mode ingin memakan orang.


arsen yang melihat ruagan nya ayana bersih tanpa penghuni pun kembali merasa emosi. sebab dia tidak tau ayana pergi ke mana jika bukan ke sini. arsen melotot kan mata nya ke arah manajer itu dan mendekati nya.


" kemana bos kalian, kenapa tidak ada di sini? " tanya arsen penuh emosi.


" sa. . sa. . saya tidak tau tuan, sudah beberapa hari ini ibu ayana tidak ke sini tuan, terakhir pesan nya , saya yang bertanggung jawab untuk mengurusi toko selama dia tidak kesini tuan. " jelas manajer nya ayana.

__ADS_1


karna mendengar penjelasan dari manajer sang kekasih nya membuat arsen emosi tingkat dewa lalu memukul meja kerja ayana dengan kuat menggunakan tangan kanan nya.


" bruuuuuuuk bruuuk. sialan. " pekik arsen dengan lantang.


nafas yang menggebu gebu dan dada yang naik turun karna emosi yang tinggi membuat sang manajer menjadi semakin takut pasal nya dia tidak tau masalah apa yang terjadi di antara bos dan sang kekasih. sehingga sang kekasih dari bos nya melampiaskan kemarahan nya di sini.


arsen kembali bersuara dengan nada yang tinggi dan dengan nafas yang naik turun.


" apa kau tidak tau kemana pergi nya dia. apa dia tidak ada bercerita apa pun pada mu haa. " arsen membentak sang manajer. sang manajer pun tersentak karna kaget .


" ti. . ti. .tidak ada tuan. " jawab manajer takut takut.


" ****. . kalian semua sampah. " teriak arsen kesal.


" cari tau dia pergi kemana jika tidak kalian semua akan dapat konsekuensi nya. apa kau dengar. " bentak arsen kuat kepada sang manajer nya ayana.


" ba. baik tuan. " jawab manajer lemah.


arsen pun berlalu dari sana, karna dia tidak menemukan ayana di sana, dia kembali ke mobil nya sebelum berangkat dari sana. arsen mengeluarkan benda pipih milik nya untuk menghubungi sekretaris nya nana.


nada dering tersambung.


" hallo tuan. " kata nana sang sekretaris arsen.


" kamu tolong cari keberadaan nya ayana saat ini ada di mana, saya mau kabar secepatnya . kamu mengerti. " tegas arsen.


" baik tuan. " jawab nana dengan cepat .


arsen pun memilih pergi dari sana dan menuju ke mini bar untuk menghilang kan stres yang datang.


hati nya juga tiba tiba sakit setelah kehilangan ayana yang saat ini dia tidak tau berada di mana.

__ADS_1


__ADS_2