Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 104


__ADS_3

sang bulan masih senantiasa menemani dua insan tersebut, cukup lama ayana bersandar di pundak nya El. mereka masih dalam keheningan menikmati sejuk nya angin malam serta indah nya langit di malam hari.


ayana yang takut El akan merasa penggal pun mulai bergerak untuk duduk dengan normal kembali. saat ayana yang sudah duduk dalam posisi normal El baru memalingkan wajah nya untuk menghadap ayana.


" kenapa? " tanya El yang tiba tiba bernada lembut. sebab El merasakan ayana tidak lagi bersandar di pundak nya.


" tidak ada apa apa paman, aku hanya takut paman merasa penggal. " jawab ayana polos.


" itu saja? atau ada alasan yang lain? " tanya El kembali.


"em, iya hanya itu, , tapi aku juga tidak ingin membuat paman merasa tidak nyaman. " jawab ayana kembali dengan perasaan yang tidak enak.


" sudah lah , jangan di pikirkan aku tidak keberatan sama sekali. aku nyaman dan juga merasa hangat, sungguh. ini malam yang indah menurut ku. " kata El dengan lembut dan santai, dan memang benar perasaan El malam ini sama sekali tidak merasa keberatan bahkan perasaan nya malam ini sungguh hangat dan nyaman di rasakan oleh El.


bluuus. wajah ayana tiba tiba memerah karna malu, namun dengan cepat ayana menepis nya agar paman nya tersebut tidak menyadari nya.


" hahahaha, paman pandai ngegombal. " kata ayana sambil tertawa dan sedikit meledek El.


" heeei, aku bukan ngegombal , memang itu yang terjadi bahkan kau sendiri yang bilang dan aku hanya mengiyakan nya walau dalam hati. " racau El dengan sedikit kesal karna ayana berfikir bahwa diri nya sedang ngegombal, sangat tidak masuk akal, karna memang semua yang terjadi dan terucap dari bibir El memang benar ada nya tanpa di buat buat.


" uduh uduh uduh. . ada yang marah ni. , hahahaha. santai paman aku hanya bercanda. " rayu ayana kepada El sambil di iringi dengan tawa.


"ck. " umpat El namun tidak di dengar oleh ayana,


mereka berdua pun kembali diam dalam keheningan dan pandangan mereka berdua masing masing sibuk melihat pemandangan ke arah langit. namun beberapa saat dalam keheningan ayana pun kembali bersuara dengan pandangan fokus menatap ke arah langit.


" mama lisa sama papa bima kemana paman ,? kenapa aku tidak melihat mereka? "

__ADS_1


" **** " umpat El dalam hati nya sebab El lupa tentang hal itu, bahwa sang kakak dan istri nya sedang berbulan madu, diri nya lupa memberitahukan berita tersebut kepada ayana.


"a, ,hahahaah. .mereka. . . mereka pergi berbulan madu " jawab El dengan gugup.


" what, bulan madu? " teriak ayana cukup kencang karna terkejut.


El dengan cepat menutup kedua telinga nya. " yah benar, bulan madu. " balas El dengan sedikit berteriak juga untuk membalas ayana.


" aakh. . paman kenapa berteriak telinga ku sakit. " jawab ayana dengan kesal sambil menutup ke dua telinga nya.


" sama " jawab El singkat.


" cih, kayak anak anak saling balas, ingat umur uda tua. " balas ayana dengan ledekan.


" apa kau bilang. walau aku tua tapi aku masih tampan dan plus berotot. perhatikan baik baik dengan mata minus mu itu. " balas El tidak mau kalah dan dengan penuh percaya diri nya memuji diri nya sendiri. saat El berkata seperti itu El dengan spontan memaju kan wajah nya ke hadapan nya ayana agar bisa di lihat oleh ayana dari dekat.


" cih, paman terlalu percaya diri, jangan terlalu percaya diri ntar paman di sebut orang gila " jawab ayana asal asalan. .


" apa kau bilang. " jawab El berteriak karna merasa tidak terima .


" hahahahahahaah, paman lucu, hanya karna itu saja sudah marah. aku hanya bercanda paman, ber - can - da " kata ayana sambil di iringi tawa lepas nya hingga mengeja kata bercanda tersebut satu persatu agar El mengerti dan tidak marah lagi.


"cih " umpat El kepada ayana, El juga tidak ingin memperpanjang nya lagi. karna rasa nya percuma sebab yang di lawan nya adalah bocah ingusan. itu lah oemikiran singkat El.


" kenapa mama dan papa tidak memberitahukan kepada ku jika mereka akan pergi bulan madu. apa aku tidak penting. ? " kata ayana dengan tiba tiba dan pertanyaan tersebut juga tiba tiba keluar dari benak nya.


deg. jantung El rasa nya seakan berhenti bekerja.

__ADS_1


" kenapa kau berfikir seperti itu? " tanya El kepada ayana dan ingin mencari tau apa yang ayana pikirkan dan rasakan saat ini.


" yah, itu perasaan yang tiba tiba muncul. , kita ada tapi tidak di anggap, kita dekat tapi tidak bisa berbicara. lalu apa guna nya keluarga jika saling menjaga jarak seperti ini. apa sebegitu susah nya untuk berbagi cerita kepada ku. ku rasa hanya kalian yang merasakan bahagia, tapi tidak dengan ku. " jelas ayana dengan raut wajah sendu nya dan juga ada rasa sesak di dalam dada nya.


" bagaimana cara nya menghibur seseorang yang lagi bersedih. ooh tuhan, " gumam El dalam hati nya karna melihat raut wajah sendu ayana. El merasa tidak tega dan juga merasa kasihan .


" aku gak tau harus menjawab apa, jika aku memberi alasan kau akan berfikir jika aku membela mereka, tapi satu hal, aku tau mereka pergi di saat kau tengah mengalami musibah tersebut. dan aku tidak menceritakan kejadian tersebut kepada mereka sebab aku merasa tidak tega jika harus mengatakan nya dan aku tidak ingin melihat raut wajah yang tidak enak untuk di lihat nanti nya. aku gak tau apa yang aku lakukan benar atau salah, tapi aku hanya ingin kakak ku bahagia setelah diri nya lama sendiri. " jelas El kepada ayana.


" eem, " jawab ayana singkat, ayana merasa sedikit sakit di dalam lubuk hati nya saat mendengar perkataan El barusan. apakah diri nya adalah anak yang durhaka karna merasa di tinggalkan dan tak di anggap , ?? apa perasaan yang ayana rasakan saat ini adalah salah? apa kah jika ayana hanya menginginkan kasih sayang dan perhatian dari mereka berdua juga salah??? apa ketika diri nya sudah menjadi dewasa seperti ini harus rela di abaikan?? .lalu apa guna diri nya di sini. ?? lalu diri nya harus apa. . ?? . begitu lah pertanyaan pertanyaan yang terlintas di pikiran nya ayana saat ini.


" sudah lah jangan di pikirkan, ambil sisi positif nya saja, mereka bahagia jika bersama " kata El kembali.


" iya paman benar " jawab ayana mengalah.


ayana tidak ingin memperlihatkan sisi lemah nya kepada El, biar lah diri nya pendam sendiri, rasa rindu, rasa sesak, rasa ingin di perhatiakan dan di beri kasih sayang. ayana tidak ingin El berfikir tentang diri nya yang bersifat egois dan merusak kebahagiaan mama dan papa bima nya kakak dari paman tiri nya saat ini.


grep. El langsung menarik tubuh nya ayana masuk ke dalam pelukkan nya. ayana pun melotot karna merasa terkejut.


" jika kau merasa sangat kesepian aku bisa menemani mu, " kata El dengan tulus.


" terima kasih paman , " balas ayana dengan tulus juga .


mereka berdua pun saling berpelukan memberikan kehangatan dan kenyaman satu sama lain . entah karna cuaca yang mendukung atau momen nya yang sedang pas. El mencium kening nya ayana dengan sedikit lama.


cup.


ayana yang sedikit terkejut di awal nya melototkan mata nya namun beberapa detik kemudian ayana memejamkan mata nya dengan perlahan menikmati sesi ciuman tersebut dengan dalam.

__ADS_1


ayana juga semakin mempererat pelukan diri nya di tubuh nya El. begitu pun juga dengan El yang tidak mau kalah oleh ayana, susana tersebut semakin terasa. mereka berdua sangat menikmati momen malam ini dan menyimpan nya sebagai memori terindah.


__ADS_2