
mereka berdua sudah masuk ke dalam apartemen nya El. tap tap tap. ayana melihat sofa dan berjalan menuju ke sana untuk duduk, karna tubuh nya terasa letih selama di perjalanan.
" kamar ku yang itu, kamar mu yang itu. " jelas El kepada ayana sambil menunjuk ke sebuah pintu dan beralih ke pintu yang lain nya, letak kamar mereka berhadapan. ayana yang melihat nya pun hanya menggangguk kan kepala nya tanda mengerti.
" jika kau lapar, bisa cari di dapur. aku tidak ingin melayani mu, dan ingat. penginapan disini tidak gratis. " kata El sambil menatap ayana dengan dingin.
" lakukan tugas mu. memasak untuk ku. mencuci baju ku dan membersihkan rumah. itu sebagai bayaran selama kau tinggal di sini. " jelas El kembali sambil menatap ayana dengan senyuman aneh nya.
" apa. paman serius. masa aku mengerjakan semua nya " kata ayana dengan nada kesal.
" hm. tidak apa apa jika kau tidak mau. kau bisa pergi dari sini " kata El tidak perduli.
" oke, aku akan pergi. kan paman yang bawa aku ke sini dan besikeras pula. dan sekarang malah menjadikan aku sebagai pembantu. aku gak mau. lebih baik aku tinggal di hotel. " kata ayana dengan nada kesal dan jengkel lalu berdiri untuk meninggalkan apartemen nya El. belum sampai di pintu tersebut ayana mendengar El berbicara. " jika kau pindah ke hotel, aku tidak akan menjamin keselamatan mu dari laki laki psikopat tersebut. itu urusan mu lagi. jangan mengganggu aku. karna itu pilihan mu sendiri. " jelas El lagi acuh tak acuh dan berdiri menuju kamar nya , ayana yang tadi nya sedang berjalan tiba tiba berhenti karna mendengar tentang arsen barusan. ayana kembali berfikir . " benar juga kata paman sinting itu. aku kan harus menjaga jarak dari arsen, jika aku bertemu dengan nya , aku gak akan bisa membela diri. aaakh, kacau. " ayana pun mengurungkan niat nya dan berbalik.
__ADS_1
" kau akan memanggil ku bocah. aku bisa bertaruh. jika kau tidak memanggil ku, aku akan mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa bantuan pembantu atau siapa pun selama seminggu, tetapi jika aku yang menang, semua nya aku limpahkan kepada mu, hahahaahha. dalam hitungan satu. . dua. . ti. " belum selesai El menghitung dalam hati nya, ayana memanggil nama nya. " paman " . El bersorak dalam hati akan kemenangan nya. " dasar bocah tengil. baru itu saja sudah takut. kan bisa sewa bodyguard. kenapa harus susah susah jadi pembantu. hahahahaha. mau aja di kibulin. dasar , polos nya terlalu maksimal. " kata El dengan senyuman kemenangan di bibir nya yang tidak terlihat oleh ayana.
" apa " jawab El dingin, seolah olah tidak ingin berbicara.
" a. . .ku jadi menginap di sini, bolehkan paman. " kata ayana memohon. dengan wajah melas nya.
" tapi kau ingin menginap di hotel, silahkan. aku tidak melarang mu, kau tidak mau kan tinggal di sini, jadi pergi lah. aku lelah mau istirahat. " kata El dingin lalu membalikkan tubuh nya untuk berjalan ke kamar nya. belum beberapa langkah El berjalan. El di kejutkan oleh sebuah tangan yang melingkar di perut nya.
deg.
" jika paman tidak mengizinkan aku tinggal di sini. aku akan menggunakan segala cara untuk di bolehkan tinggal di sini. termasuk dengan cara ini. aku akan memanfaat kan paman untuk mengusir arsen dalam kehidupan ku, walau dengan cara menggoda paman, dan membuat harga diri ku turun, aku tidak masalah asal aku jauh dan selamat dari arsen. karna seperti nya aku butuh paman yang jago berkelahi. karna aku bodoh sesaat berkata seperti tadi dan sempat melupakan keberadaan arsen yang masih menyangkut di hidup ku " monolog ayana dalam hati saat telah memeluk tubuh nya El dengan erat tanpa berfikir panjang dan tanpa aba aba.
" apa yang kau lakukan , lepas " bentak El mulai tidak suka.
__ADS_1
" tidak, jika paman izin kan aku tinggal di sini. aku akan lepaskan. " rengek ayana memohon.
" haa, kan kau sendiri yang ingin pergi. bukan aku usir. " kata El dengan kesal.
" i. . ya paman ma'af, aku lupa sesaat tentang psikopat itu, maka nya aku berkata seperti tadi. ma'afkan aku paman. aku akan lakukan apa pun yang paman suruh, asal paman mau membantu aku. " rengek ayana dengan memelas memohon untuk di berikan kesempatan.
" aa **** " umpat El dalam hati.
" kenapa pula aku harus malu dengan situasi ini, kan dia sendiri yang memeluk aku, dan uuuh. dada nya terlalu menempel sehingga aku bisa merasakan sesuatu yang ken. .jangan El, jangan gila, " El bermonolog dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepala nya untuk membuang pikiran kotor tersebut.
" baik lah, lepaskan aku. jika tidak kau akan tau akibat nya " bentak El kepada ayana.
ayana pun terkejut dan dengan spontan melepaskan pelukan nya. " jadi boleh paman, terima kasih " jawab ayana dan hendak mengulurkan tangan nya untuk memeluk El tapi dengan cepat El bantah. " stop, jangan lakukan tindakkan yang berlebihan. aku tidak suka dan tidak akan nafsu dengan apa yang kau lakukan. kau bukan tipe ku jadi jangan cari perhatian. " kata El dengan judes dan dingin. lalu berlalu dari sana masuk ke kamar untuk beristirahat.
__ADS_1
mendengar kata kata El barusan, ayana bersorak bahagia dalam hati " yeee, berhasil " kata ayana dalam hati.
sebelum El menghilang dari pandangan nya ayana berkata " terima kasih paman " dengan senyuman tipis si bibir nya dan sedang mendongkol dalam hati . " sialan tu paman, aku bukan tipe nya. tubuh aku sexy kayak begini. gak nafsu kata nya. paman normal atau gak sih, ah bagaimana jika aku goda, hahahahaha. gila ,gila ayana. jangan berlaku bodoh atau kau akan mendapatkan kata kata makian yang pedas. sudah lah. aku ke kamar saja mau istirahat. " ayana dan berlalu menuju kekamar nya. semua nya berlalu dengan semesti nya, ayana dan El menghabiskan waktu hanya di dalam kamar masing masing saja. karna tubuh mereka berdua sungguh sangat lelah setelah selesai penerbangan tersebut.