
ayana dan El saat ini sedang berada di ruang keluarga, mereka sedang menonton acara Tv untuk mengisi waktu kosong bersama. El yang duduk dengan santai di atas sofa sedangkan ayana memilih untuk merebahkan tubuh nya di sisi samping El sambil salah satu kaki nya di pijit oleh El dengan lembut.
saat asik menonton El teringat akan benda pipih milik nya, entah kenapa perasaan nya saat ini tidak nyaman dan gelisah. tanpa ba bi bu El langsung berdiri dari posisi nya
"mau kemana honey ?? " tanya ayana sambil menatap El yang sudah berdiri dari posisi nya.
" hm, ke kamar sebentar. " jawab El singkat.
" hm " jawab ayana singkat sambil menganggukkan sedikit kepala nya tanda mengerti.
El pun mulai berjalan dari posisi nya melangkah menuju ke kamar, saat sudah sampai dan masuk ke kamar nya, El berjalan ke sisi samping tempat tidur di mana Hp nya berada.
saat sudah berada di tangan nya, El berniat untuk membuka Hp nya tersebut. El sangat terkejut karna saat di buka layar Hp nya banyak sekali pesan dan panggilan yang masuk. baik dari kakak nya. dari amber. bahkan dari alex.
" ada apa ini, gak biasa nya mereka seheboh ini menghubungi ku. " gumam El dalam hati nya dan bertanya tanya.
tanpa membuang buang waktu lagi, El pun mulai membuka pesan yang masuk dari sang kakak, sebab El berfikir tidak biasa nya sang kakak menghubungi nya seperti ini jika tidak ada hal yang penting.
saat sudah memulai membuka dan membaca pesan dari sang kakak nya El terdiam.
deg. deg. deg. jantung nya berdetak kuat.
dengan perasaan marah dan emosi, El mulai mengganti pakaian nya dengan pakaian yang gagah di tubuh nya, krna sang kakak sudah mulai menganggu ketenagaan nya hari ini. El tidak akan tinggal diam atau pun menurut.
saat sudah merasa siap dengan penampilan nya El pun keluar dari kamar untuk menghampiri ayana terlebih dahulu, saat sudah melangkah mendekat ke arah ayana, ayana tiba tiba berdiri dari posisi nya, karna ayana melihat sang paman dengan pakaian yang berbeda dengan yang tadi. saat mereka sudah saling berhadapan dan berdiri dengan jarak hanya setengah meter saja ayana masih diam membisu menunggu sang paman berbicara.
" sayang. aku keluar sebentar, malam aku akan pulang, jika kamu ingin keluar kabari aku, cup. " terang El lalu memberikan ciuman hangat di bibir nya ayana.
" paman mau kemana? " tanya ayana penasaran .
" aku harus ke kantor sayang, ma'af meninggal kan mu sendirian di rumah, ada pekerjaan mendadak. alex menghubungi ku tadi. " jelas El berbohong.
" baik lah paman, tidak apa apa, hati hati sayang dan cepat pulang. aku akan masak yang enak. " balas ayana dengan lembut dan dengan senyuman yang manis tentu saja.
" pasti sayang. aku pergi. " kata El akhir nya membuat mereka berdua berpisah sesaat. ayana dan El pun berjalan beriringan sebab ayana ingin mengantar El sampai ke pintu apartemen mereka. yah apartemen mereka ðŸ¤.
ceklek. pintu di buka oleh El, lalu El pun pergi meninggalkan ayana sendirian di apartemen tersebut.
selepas kepergian El, ayana merasa tidak bersemangat dan bayang bayang yang tidak tidak pun mulai merasuk ke pikiran nya. karna tidak ingin merasa stres dan hilang mood, ayana memilih untuk keluar dari apartemen mencari udara segar. ayana pun mulai melangkah kan kaki nya mulai berkemas kemas dan berniat untuk keluar.
saat sudah selesai ayana pun keluar dari apartemen nya, mencari ketenangan entah kemana langkah kaki membawa nya , sedangkan El saat keluar dari apartemen tersebut hingga berada di perjalanan, emosi dan rasa marah nya kepada sang kakak masih belum reda. El semakin mempercepat laju kendaraan nya agar cepat lebih sampai ke kediaman nya .
saat sudah sampai di kediaman nya, El turun dari mobil nya dengan cepat, melangkahkan kaki nya dengan tegap menuju masuk ke dalam rumah nya dan tidak lupa tatapan mata nya yang tajam serta raut wajah nya yang dingin.
saat sudah masuk lebih dalam ke rumah nya, El langsung melangkah ke ruang keluarga karna pasti semua nya sedang berkumpul di sana begitu lah pemikiran El saat ini. dan saat sudah di ruangan tersebut ternyata pemikiran El benar, semua nya berada di sana, kakak nya, kakak ipar serta istri nya amber dan juga alex.
tap tap tap. langkah kaki yang terdengar dengan tegas.
semua telinga yang mendengar langkah kaki tersebut langsung menatap ke asal suara. semua mata yang ada di ruang keluarga tersebut melebar sempurna sebab baru pertama kali melihat raut wajah nya El yang sedang diri nya keluar kan. aura El saat ini sangat menyeramkan dan menakutkan. aura yang gelap seperti malaikat maut yang sedang berjalan. bima hanya bisa meneguk saliva nya dengan kasar sebab diri nya tau sifat sang adik kandung nya ini. jika sudah mengeluarkan aura gelap seperti ini tanda nya emosi El sangat sangat tinggi, ini pernah terjadi sebelum nya saat kedua orang tua mereka meninggal.
__ADS_1
tanpa menunggu izin dan tanpa bersuara El langsung duduk di sofa single, El duduk dengan gagah dan tegas dan tidak lupa pula tatapan tajam dan aura dingin nya.
glek. amber, lisa dan alex sudah di pastikan menelan saliva nya dengan kasar. aura saat El sudah tiba sungguh sungguh berubah mejadi sesak dan tertekan. mereka bertiga hanya bisa terdiam membisu saling menundukkan kepala mereka menghadap lantai, sedangkan bima mencoba mengatur pernapasan nya untuk berbicara kepada sang adik nya, bima tau hal gila apa yang akan terjadi jika emosi El tersalurkan. karna tidak ingin membuat keributan yang gila dan heboh. bima hanya ingin berbicara dengan baik baik kepada sang adik.
" apa ada hal yang ingin kamu katakan El pada kakak?? " tanya bima memecah keheningan.
masih hening tidak ada respon, El masih betah menatap wajah mereka satu persatu dengan tatapan tajam menusuk.
" Elard. " panggil bima sekali lagi.
" hal apa kakak? bisa jelaskan!! " tanya El pura pura bodoh.
" haa, kakak sudah tau yang sebenarnya El, jadi kakak hanya ingin kau jujur. " terang bima mencoba membujuk El.
" apa yang kakak ketahui, ? katakan saja " cerca El.
" kakak tau kalau kau sedang bermain dengan wanita , katakan pada kakak siapa wanita itu . " terang bima.
" cih, jadi karna itu kakak mengirim pesan seperti itu, kakak tidak ada hak di sini, mau wanita itu ada atau tidak nya itu bukan urusan kakak. jadi tidak usah ikut campur urusan ku. " gertak El dengan dingin.
" ELARD. ," bentak bima yang sudah di sulut emosi .
" APA?? " jawab El tidak kalah tinngi.
" jangan kakak kira aku takut sama kakak, aku menuruti semua perkataan kakak karna aku masih menghormati kakak sebagai kakak kandung ku, jadi jangan mencoba memancing kegilaan ku, kakak tau siapa aku. apa kakak ingin mengulang nya lagi. ? " kata El dengan dingin.
" haa. bagaimana dengan amber El, dia istri mu. semesti nya kau jaga perasaan nya, " terang bima kemudian meredam emosi nya, karna bima tidak ingin melihat El menggila sebab jika itu terjadi akibat nya tidak akan main main.
" aku akan mencerai kan nya. beres " kata El tidak ambil pusing sebab perasaan nya terhadap juga sudah mati.
" Elard. " teriak amber tidak terima.
" DIAM. " bentak El meninggi.
" kau tidak ada hak bersuara di sini, karna ini semua terjadi karna ulah mu, selama lima tahun berjalan pernikahan kita tidak ada yang istimewa. jadi jangan salah kan aku membuang mu, karna aku tidak mencintai mu lagi. jadi terima lah konsekuensi dari apa yang kau lakukan dulu. " terang El dengan tatapan tajam nya.
amber hanya terdiam sesaat, lalu. " tapi El aku istri mu kau ti. . . " perkataan amber terhenti sebab El berbicara dengan cepat.
" yah kau istri ku tapi tidak untuk beberapa hari ke depan, aku akan secepat nya mengurus surat perpisahan kita . kata kata istri dan suami di antara kita hanya sebatas NAMA DAN SEBATAS TULISAN DI SELEMBAR SURAT , karna selama lima tahun kau tidak pernah menajalan kan tugas mu sebagai ISTRI . jadi jangan salahkan aku jika aku dapat semua hal tersebut dari wanita lain. " tegas El dengan dingin nya dan penekan di setiap kata yang mulai membuat nya muak.
amber tercekat tidak mampu membela diri sebab apa yang El katakan benar ada nya. bima, lisa, amber dan alex kembali terdiam .
" kakak, aku peringat kan sekali ini saja. aku harap kakak mendengar nya dengan baik. jangan sekali kali mengancam ku atau kakak akan terima konsekuensi nya, selama ini aku mengalah bukan berarti aku tidak mampu, jika aku mau jabatan CEO di perusahaan bisa aku dapat kan dalam satu jam dari sekarang , tapi karna aku masih menghormati kakak jangan ganggu kehidupan ku . INGAT ITU. " terang El dengan dingin nya menatap ke arah bima.
" dan satu hal lagi JADI LAKI LAKI JANGAN JADI PENGECUT, KEJAR JIKA INGIN JIKA TIDAK AKAN MENDAPAT KAN PENYESALAN . " sindir El untuk alex namun pandangan El menatap lurus ke depan.
" apa maksud nya El? " tanya amber penasaran.
" tidak ada , sudah selesai. aku pergi , INGAT, JANGAN MENCARI TAU IDENTITAS WANITA ITU, JIKA KALIAN MASIH MELAKUKAN NYA, KALIAN AKAN BERHADAPAN DENGAN KU. " kata El dengan tegas lalu berdiri dari posisi nya melangkah keluar dari kediaman nya.
__ADS_1
amber, bima dan lisa terdiam dengan pikiran mereka masing masing , sedangkan alex saat ini detak jantung nya sudah berubah menjadi cepat. alex sadar perkataan terakhir El barusan adalah untuk diri nya.
" apa bos sudah tau. hmm, tapi bagaimana bisa tau. aaah, kepala ku pusing memikirkan nya belum lagi aura bos yang gelap tadi. bikin merinding bulu kuduk ku. " gumam alex dalam hati nya.
alex bisa berada di sana karna di hubungi oleh bima pagi tadi karna menanyakan perihal Elard. bima berfikir jika alex tau siapa wanita itu. tapi nyata nya jawaban yang di berikan oleh alex sangat tidak memuaskan diri bima, maka dari itu bima mengirim pesan yang berisi ancaman ke El agar diri nya langsung pulang , dan benar saja pancingan tersebut di sambut oleh El.
FLASBACK ON.
saat sibuk berfikir bima teringat akan alex. lalu bima pun menghubungi alex pagi itu juga.
" hallo. kamu di mana lex?? ke tempat ku sekarang. " kata bima singkat.
" di luar bos, baru selesai meeting dengan klien. ini baru mau ke kantor, baik bos . " balas alex. lalu alex pun pergi dari sana menuju ke kediaman bos nya.
saat sudah di sana dan sudah berada di ruang keluarga tersebut. alex di pandang oleh bima dengan tatapan menilisik nya.
" a. , ada apa tuan?? " tanya alex gugup karna merasa di intimidasi.
" duduk lex. " kata bima .
" baik tuan . " .
" begini lex, aku harap kau berkata dengan jujur saat aku bertanya . apa kau tau jika El sedang dekat dengan seorang wanita. ? " jelas bima.
" hm, tidak tuan, saya tidak sepenuh nya tau tuan. " terang alex.
" wanita, hm ayana kan wanita dia keponakan bos El, jadi aku tidak salah jawab kan, walau aku pernah melihat mereka bersama tapi kan tidak mungkin. " gumam alex dalam hati nya.
" apa kau sudah jujur lex. " tanya bima sekali lagi.
" sudah tuan. " jawab alex yakin.
" ha, baik lah. " jawab bima pasrah.
" memang kenapa tuan? " tanya alex penasaran.
" kata amber, Elard saat ini sedang bermain dengan wanita lain, dan El juga berniat menceraikan amber. " terang bima.
alex hanya terdiam tidak tau harus memberikan respon seperti apa, numun yang jelas saat mendengar kabar perceraian amber hati alex langsung berbunga bunga.
" haa. baik lah hanya ada satu cara. " putus bima.
bima pun mengutak atik benda pipih milik nya.
" datang ke kediaman sekarang atau kau tidak akan melihat wanita itu lagi, jika aku tau dia , dia akan habis di tangan ku tanpa bisa melihat matahari esok hari. " isi pesan singkat bima yang diri nya kirim untuk El dan pesan ini lah yang membuat El emosi dan marah saat di apartemen.
FLASBACK OFF.
El langsung menuju ke unit apartemen nya, El ingin menenangkan diri menghabiskan waktu bersama ayana.
__ADS_1