Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 37


__ADS_3

El pun menghubungi kakak nya bima dengan perasaan kacau.


nada dering tersambung.


" hallo kak, apa benar pesan yang kakak kirim kan pada ku itu serius atau kakak hanya sedang berbohong menyuruh ku untuk pulang. " kata El dengan nada yang serius.


" aku serius Elard felix ghazi" jawab singkat sang kakak.


El hanya menelen saliva nya dengan kasar. sebab sang kakak telah menyebut nama nya dengan lengkap itu berarti sang kakak sedang tidak bermain main.


" lalu aku harus apa? aku sedang tidak ingin berjumpa dengan nya kak. hati aku masih sakit dan belum siap. " jelas El.


" pulang lah El, amber membutuh kan mu. kasihan dia. apa kau sudah melihat berita nya? " tanya bima.


" belum kak. memang berita apa? " tanya El penasaran.


" nantik kakak kirim kan. dan setelah kau melihat berita tersebut itu terserah keputusan mu. kakak tidak bisa memaksa diri mu lagi El. " kata bima dengan pasrah.


" baik lah kak dan terima kasih. "


panggilan pun terputus. tut tut tut.


bima langsung mengirimkan kabar berita itu kepada El. dan El pun sudah menerima nya dan membaca nya betapa terkejut nya El saat itu membaca berita tentang amber istri nya yang tengah bersama laki laki di sebuah kamar.

__ADS_1


" itu lah mengapa selama ini kau menolak ku amber. apa karna ini amber. apa karna laki laki bajingan ini. akkkh. . " El teriak dengan kuat, sebab hati nya merasa sakit karna El menikah dengan amber selama 5 tahun lama nya ,El sama sekali belum menyentuh amber karna amber selalu memberi penolakkan kepada El. dan El pun tidak marah akan penolakkan nya amber, El mencoba untuk menerima nya dan membiarkan amber mengejar karir nya yang selalu menjadi ambisi nya amber. El tidak pernah berfikir amber akan tega kepada nya hingga sampai seperti ini. hati nya sangat sakit karna di khianati oleh orang yang dia cintai selama ini. El tidak pernah meminta apa pun kepada amber, El menjalankan tugas sebagai suami dengan baik. memberi perhatian dan kasih sayang. namun yang El dapatkan saat ini hanya rasa sakit yang dalam.


" aaaaaaakkh. . sia sia perjuangan ku selama 5 tahun amber. kau menyakiti ku, sangaaat amber. " kata El pelan dengan wajah yang tertunduk, air mata El keluar dengan sendiri nya karna El tidak kuat menahan sakit di dada nya.


ayana yang mendengar suara teriakkan pun terlonjak kaget. " ada apa dengan nya? " kata ayana pelan sambil melihat ke arah pintu kamar nya El.


" sudah dua kali suara teriakkan itu ku dengar . apa dia baik baik saja, teriakkan nya begitu kuat. apa jangan jangan dia terjatuh di kamar mandi. waduh,., bisa gawat nih kalau ada apa apa dengan nya,. aku yang jadi tersangka nya. ah. . lebih baik aku cek saja biar lebih aman. " kata ayana panjang lebar sambil berjalan menuju ke kamar nya El.


tok tok tok.


"paman, apa kau baik baik saja. aku hanya ingin memastikan karna aku dengar kau berteriak tadi. " kata ayana cukup keras dengan perasaan khawatir.


El pun terkejut mendengar suara dari luar kamar nya. ,El lupa jika saat ini dia sedang tidak sendirian di sini.


" ****. . aku lupa bocah itu. "


" mm. . baik lah paman. " kata ayana dengan rasa kesal karna mendengar jawaban dari El.


" bodoh, kenapa aku sok perhatian dengan nya kan jadi nya aku yang kenak bentak . ah sudah lah, lebih baik aku ke kamar ku sekarang untuk beristirahat. setelah istirahat nantik aku akan memasak. " kata ayana berlalu dari kanar nya El dan menuju ke kamar nya yang berada di sebelah kamar nya El.


ceklek. pintu kamar yang ayana tempati terbuka dan ayana pun masuk ke dalam melihat ke sekeliling.


"tempat yang nyaman, aku rasa aku akan betah berlama lama di sini. " kata ayana sambil cengengesan sendiri.

__ADS_1


El yang masih berada di kamar nya tidak jadi untuk keluar untuk menemui ayana, sebab hati nya saat ini lagi sedang kacau memikir kan semua masalah nya.


di lain tempat.


amber yang sudah beberapa hari tiba di rumah, dan masih dalam keadaan belum stabil selalu di temanin oleh alex. dan saat ini mereka sedang bersama duduk di bangku taman .


" lex. kapan El akan pulang? " tanya amber kepada alex.


" hm. aku tidak tau nyonya sebab saya juga belum bisa menghubungi tuan El sampai sekarang. " jawab alex menjelaskan.


" apa nyonya merindukan tuan? " tanya alex sambil menatap ke arah nya amber.


" hmm. " kata amber sambil menganggukkan kepala nya dengan pandangan lurus kedepan.


alex yang melihat itu pun hanya bisa menelan rasa sakit di dada nya. yah selama alex dekat dengan amber. perasaan nya alex sudah dapat Alex pastikan. bahwa alex sudah jatuh cinta pada nyonya nya sendiri.


dan dengan berat hati alex harus memendam rasa cinta nya dengan dalam. agar tidak ada yang tahu , karna alex tidak ingin merebut sesuatu hal apa pun dari tangan tuan nya.


alex akan menjadi pelindung untuk amber. menjadi teman serta sahabat untuk berbagi cerita. itu saja sudah cukup bagi alex karna dengan cara itu lah alex bisa berada di dekat nya amber dan sudah cukup merasa bahagia dengan kedekatan yang terjalin saat ini.


alex menghembuskan nafas nya. " huuuuft. . mungkin tuan masih sibuk nyonya dan sebentar lagi juga akan pulang. nyonya yang sabar yah. " kata alex menghibur amber.


" baik lah lex. aku hanya merindukan nya. " kata amber lemah.

__ADS_1


" saya tau nyonya. " kata alex menganggukkan kepala nya.


hari ini pun berlalu dengan begitu saja dan dengan waktu yang berlalu dengan cepat, bahkan sinar mentari pun sudah terganti dengan sinar rembulan yang indah.


__ADS_2