Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 86


__ADS_3

ayana yang sudah menata rapi semua barang barang nya akhir nya bisa bernafas lega. tidak lama setelah itu pintu kamar ayana di ketuk dari luar.


Tok tok tok. " nona ini saya, boleh saya masuk. saya membawa pesanan nona " kata pekerja tersebut.


" a. iya, masuk saja, pintu nya tidak di kunci. " jawab ayana dengan ramah. ayana yang sedang berdiri di dekat meja rias itu pun mulai mendekat beberapa langkah ke arah pintu untuk berniat menyapa pekerja tersebut.


" selamat sore nona. ini pesanan nona. saya letak kan di sini " kata pekerja itu yang sudah masuk ke dalam kamar nya ayana dan sedang meletakkan sebuah piring berisi cemilan dan juga segelas jus buah.


" terima kasih, oea. nama mu siapa? aku tidak tau nama mu jadi aku bingung harus memanggil mu dengan panggilan apa. " kata ayana dengan ramah dan mencoba untuk perkenalan agar lebih dekat.


" eem, nama saya caca nona. umur saya dua puluh satu tahun nona. " jawab caca dengan sopan.


" oooh, nama aku ayana. umur aku dua puluh tiga tahun. " balas ayana dengan senyuman manis nya.


" kita cuma beda dua tahun nona. saya kira umur nona sekitar umur belasan tahun. ee ternyata sudah dua puluh tiga. awet muda nona ih. hehehehe " goda caca kepada ayana.


" bisa ajha kamu ca, em gak apa apa kan kalau aku panggil nama aja ke kamu. " tanya ayana ramah.


" gak papa kok kak. em kalau aku boleh manggil kakak. " tanya caca ragu ragu.


" tentu boleh. tapi kalau kita berdua aja. jangan di depan orang orang yah. " jawab ayana dengan senyuman nya.

__ADS_1


" tentu kak. kalau begitu aku permisi dulu kak, selamat beristirahat kak. " kata caca dengan ramah dan berlalu dari kamar nya ayana.


" terima kasih ca. " kata ayana sedikit berteriak sebab caca sudah berada di ambang pintu kamar nya. caca pun hanya membalas dengan mengangguk kan kepala nya pelan.


tinggal lah ayana sendiri di dalam kamar nya tersebut, ayana yang sudah mengunci pintu kamar nya kembali duduk di depan meja rias tersebut. sambil meminum jus buah itu dan memakan cemilan nya dengan lahap. ayana menghabiskan semua nya dalam beberapa menit sebab saat ini perut nya dan dahaga nya sangat sangat tidak bisa di ajak berteman.


setelah habis semua nya tidak bersisa. baru lah ayana merasa hidup kembali sebab perut dan tenggorokan nya sudah di isi dan di aliri oleh air. hehehehehe.


ayana yang cukup merasa kenyang sekarang memilih untuk beristirahat sebab tubuh nya sangat lelah. ayana pun merebahkan tubuh nya ke atas tempat tidur untuk menuju ke alam mimpi.


" nanti saja mandi nya, aku lelah. " gumam ayana pelan yang sudah mengambil posisi wenak untuk tidur. ayana pun mulai menutup mata nya agar bisa tertidur.


arsen yang sudah berada di apartemen nya hanya duduk dengan berantakan di sofa nya, dengan meminum minuman yang beralkohol. hari ini arsen sangat putus asa sebab masih belum menemukan di mana ayana berada. anak buah nya sungguh sangat bodoh, tidak bisa menemukan ayana. hanya satu orang.


" bodoh. . bodoh. . kalian bodoh " teriak arsen di dalam apartemen nya meluap kan kekesalan nya sendirian.


" kamu di mana ay. pulang lah . aku mencari mu. , aku menunggu mu di sini. bagaimana cara nya aku menemukan mu , beri aku petunjuk ay. " gumam arsen pelan dan sudah tidak dalam kesadaran normal. arsen saat ini sudah mabuk berat karna meminum minuman beralkohol itu hingga habis tiga botol.


" aaaaaaakh. brengsek. " teriak arsen kembali sambil melempar sebuh gelas yang diri nya pegang ke arah lantai.


" praangg " suara gelas yang pecah karna lemparan dari arsen. gelas tersebut hancur berkeping keping dan berserakkan di mana mana. namun arsen sama sekali tidak perduli. arsen hanya ingin ayana kembali kepada nya.

__ADS_1


arsen memang mencintai ayana, namun rasa takut itu terkadang membuat nya kehilangan rasa rasional yang di miliki nya. karna trauma yang terjadi di masa lalu membuat arsen berubah, kadang lembut kadang kembali menjadi arsen yang kasar. rasa sakit di masa lalu masih menghantui diri arsen hingga terkadang arsen juga mengalami mimpi buruk tentang mendiang kekasih nya dahulu.


arsen yang sudah minum terlalu banyak pun akhir nya tepar tidak sadar kan diri di sofa empuk milik nya itu, sepulang dari kantor arsen menyuruh nana membeli minuman beralkohol tersebut dan menyuruh nana untuk mengantar nya ke apartemen nya sebelum arsen sampai, semua nya sudah di kerjakan oleh nana dengan baik, dan di sini lah arsen saat ini. arsen masih menggunakan pakaian kerja nya hanya jas nya saja yang arsen lepaskan. selebih nya arsen masih memakai nya dengan utuh. baik sepatu. baju kemeja putih milik nya serta celana panjang berwarna hitam. arsen tidak terpikir kan saat ini untuk mengganti baju nya atau membersihkan tubuh nya, yang saat ini arsen pikirkan hanya lah ayana dan hanya nama ayana yang arsen sebut saat diri nya sudah tidak sadar kan diri.


waktu pun berlalu semakin senja menuju awan yang gelap.


alex yang sudah selesai dengan tugas nya pun memilih untuk masuk ke kediaman nya bima untuk membersihkan tubuh nya dan berniat untuk beristirahat walau sebentar.


saat sampai di kamar nya alex menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih agar tubuh nya merasa segar. setelah selesai melakukan ritual mandi nya alex duduk di sofa dengan menyandarkan tubuh nya sepenuh nya di sisi sofa tersebut.


" semoga hari bahagia tuan besok lancar, aku harus memastikan nya sendiri agar tidak terjadi yang tidak di inginkan. " gumam alex pelan dengan pandangan yang menatap ke arah langit langit kamar nya.


alex kembali terdiam . " bagaimana kabar nya, apa dia sudah kembali ceria atau kah masih murung seperti tadi. aaaahk, ingin sekali aku menemui nya, tapi alasan apa yang akan aku berikan jika dia bertanya, haaa. sungguh rasa rindu dan cinta ini menyiksa ku rasakan. " gumam alex sambil mengacak ngacak rambut di bagian belakang kepala nya yang tidak gatal, alex merasa putus asa karna memikirkan tentang amber.


" sabar lex. nanti saat makan malam kau juga bertemu dengan nya. hanya menunggu satu jam lagi " gumam alex kepada diri nya.


alex pun mulai melakukan aktifitas yang di sukai nya, yaitu membaca buku. buku apa pun , yang penting alex membaca nya karna alex menyukai nya . baik buku cinta. fantasi. horor. buku tentang ilmu apa pun akan alex baca. alex pun dengan fokus membaca sebuah buku yang ada di tangan nya buku yang bertema tentang percintaan .


kamar alex berada di lantai satu. sama dengan ayana yang juga berada di lantai satu. posisi kamar mereka agak jauh. kamar alex di bagian depan. sedangkan ayana posisi kamar nya sedikit masuk ke dalam tidak jauh dari dapur. walau pun mendapatkan kamar di dekat dapur tidak membuat ayana berkecil hati. di mana pun tempat nya ayana bisa beradaptasi dengan cepat.


semua nya berlalu dengan aktifitas mereka masing masing hingga sampai menunggu waktu makan malam tiba. dan berkumpul kembali.

__ADS_1


__ADS_2