Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 61


__ADS_3

kembali dengan ayana,


deg deg deg.


ayana merasakan detak jantung yang hebat di dalam dada nya, entah kenapa bisa tiba tiba. wajah ayana merasa panas serta malu karna melihat wajah nya El.


" tampan , aku terpesona. " gumam ayana pelan tanpa sadar.


" ah, bodoh bodoh bodoh. apa yang aku katakan barusan. jangan ngehalu ayana, dia paman mu dan akan jadi keluarga mu. jangan menyamping. hahahahahaah. eh kok malah bilang jangan menyamping. memang aku uda gak normal apa sampai bilang jangan menyamping. ah otak otak otak, lagi konslet nih kayak nya,karna selesai menangis " kata ayana pelan sambil menoyor noyor kepala nya pelan.


ayana yang sudah merasa tenang pun ,memilih untuk keluar dari kamar sambil membawa koper milik nya dan berjalan ke arah ruang tengah yang saat ini di tempati oleh El.


" ayo paman, nanti kita telat ke bandara nya. " suara ayana mengejutkan El yang sedang asik bermain dengan benda pipih milik nya.


" ah. iya, aku ke kamar ambil barang. " jawab El dan berdiri untuk kekamar nya mengambil barang.


mereka pun sudah bersiap siap, memeriksa kembali apa ada barang yang terlupa atau tidak, di saat semua nya sudah oke dan pasti, mereka pun keluar dari kamar nya El dan tidak lupa pula ayana memakai alat pelindung penyamaran agar tidak ketahuan oleh arsen baik anak buah nya.

__ADS_1


mereka berkendara menggunakan mobil El yang di kemudikan oleh supir pribadi El menuju ke bandara, selama di perjalanan semua nya hening tanpa suara dengan kegiatan masing masing. ayana bermain dengan benda pipih nya sedangkan El sibuk membaca koran hari ini.


lisa yang rencana nya akan pergi ke kota paris besok, memilih untuk mengirimkan barang barang nya terlebih dahulu ke sana, agar ketika lisa akan berangkat. lisa tidak merasa repot. karna lisa ingin memberikan kejutan kepada bima. terpaksa lisa mengirimkan barang barang nya ke hotel terdekat agar tidak ketahuan oleh bima. jika nanti barang barang nya lisa di kirim kan ke kediaman nya bima gagal total semua kejutan yang sudah lisa rencanakan.


" sudah siap pak? " tanya lisa kepada supir pribadi nya. yang sedang memasuki barang barang lisa ke bagasi mobil yang akan membawa mereka ke bandara.


" sudah bu. tinggal berangkat. " jawab supir itu sopan.


" hm. kita berangkat sekarang. " jawab lisa dan berjalan masuk ke dalam mobil, sang supir itu pun bergegas bergerak untuk ikut masuk ke dalam mobil dan berlalu dari kediaman nya lisa menuju ke bandara.


ceklek. pintu mobil lisa telah di buka oleh supir nya.


" terima kasih pak " jawab lisa sambil tersenyum ramah. lisa adalah tuan yang ramah dan tegas. banyak orang yang menyukai sosok lisa dalam memimpin. tetapi beda hal saat bersama ayana. sang supir itu pun bergegas ke belakang mobil untuk mengeluarkan barang barang milik tuan nya yang lumayan banyak, lisa pun mau tidak mau harus menunggu sebentar saat barang nya di keluarkan semua nya, saat asik menunggu lisa melihat seseorang yang dia kenal, dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


tidak jauh dari posisi nya lisa, El dan ayana pun sampai. mereka berdua turun dari mobil, dan semua barang barang mereka sudah di turunkan oleh sang supir. El dan ayana pun berlalu dari sana untuk masuk ke dalam bandara. dan tanpa terduga mata lisa melihat ke arah mereka.


" itu ayana kan. tapi siapa laki laki yang ada di sebelah nya. " tanya lisa pada diri nya sendiri dengan perasaan penasaran akan laki laki yang ada di sebelah nya ayana, karna tidak terlihat dengan jelas sebab terhalang oleh tubuh nya ayana.

__ADS_1


" ck, apa dia sudah putus dengan pacar nya itu. " kata lisa pelan. sebenarnya lisa tidak ingin ikut campur masalah pribadi nya ayana. karna sekarang lisa dan ayana ada hubungan anak dan ibu walau pun hanya di atas kertas. banyak keluarga yang tidak suka kepada ayana dan menjelekkan ayana di depan nya. bahkan sampai memberikan foto segala, lisa belum kenal dengan sosok nya arsen tapi lisa sudah pernah melihat foto nya, dari keluarga nya yang memberikan nya untuk membuat lisa marah dan benci kepada ayana.


" jika kau membuat nama ku malu, aku akan membuang mu tanpa belas kasih. jadi jaga lah kepercayaan yang aku berikan ayana. " gumam lisa pelan.


" sudah nyonya. " kata sang supir, dan hal itu membuat lisa tersentak sesaat, dan berbalik ke arah supir tersebut.


" terima kasih pak. bapak tunggu saya sebentar di sini, saya gak akan lama kok. " kata lisa dengan senyum ramah nya. lisa pun berlalu dari sana sambil membawa barang nya dengan mesin angkat barang yang ada di bandara.


lisa dan ayana berbeda jalur, ayana dan El pun sudah memasuki area nya untuk berangkat karna pesawat nya akan lepas landas , dan berjalan menuju ke pesawat yang akan membawa mereka berdua terbang tinggi di langit.


ayana dan El duduk bersebelahan di ruangan vvip dan untuk saat ini ayana aman dari gangguan nya arsen.


" ah aman, gak ada orang gila yang ganggu " kata ayana dalam hati terasa lega.


Arsen yang masih di jakarta, masih di sibukkan dengan urusan nya tentang pekerjaan bersama klien baru nya. maka nya arsen belum sempat untuk mengurusi ayana.


lisa yang sudah beres dengan urusan nya pun, memilih untuk berlalu dari bandara.

__ADS_1


__ADS_2