Menggoda Paman Tiri

Menggoda Paman Tiri
episode 42


__ADS_3

pagi hari yang cerah di jakarta.


"eeeugh " El terbangun dari tidur nya. jam menunjukkan pukul 7 pagi. El bergerak untuk duduk sebentar sebelum membersihkan wajah nya.


El melirik ke arah nya ayana, namun ayana juga masih belum sadar. El pun mulai bangkit mendekat ke arah nya ayana untuk memastikan apa kah demam nya sudah turun apa belum.


El mengulurkan tangan kiri nya memegang kening ayana, " demam nya sudah turun. tapi kenapa dia masih belum sadar. " El bergumam pelan tepat di samping nya ayana.


melihat belum ada reaksi dari ayana, El pun memilih untuk ke kamar mandi membasuh wajah nya agar merasa lebih segar.


ceklek " pintu kamar mandi terbuka.


" haa. " hembus nafas ayana lega.


ayana sebenarnya sudah bangun terlebih dahulu dari El, namun karna melihat paman nya ada di sana ayana merasa canggung dan merasa tidak enak. maka nya ayana memilih untuk pura pura tidur.


Flasback on.

__ADS_1


ayana yang mulai sadar membuka mata nya perlahan. walau berat ayana berusaha untuk membuka nya dan melihat ke sekeliling ruangan tersebut, karna ayana merasa asing dengan langit langit ruangan itu. dan ketika mata ayana melihat lihat ruangan kamar itu ayana terkejut . sebab ayana melihat sosok paman nya sedang tertidur di atas sofa dengan wajah yang tampan.


ayana sama sekali tidak berpaling dari wajah nya El. namun ayana mulai tersadar dengan situasi dia saat ini yang berada di kamar rawat rumah sakit.


" hm. kenapa aku bisa ada di rumah sakit. apakah aku demam. tapi siapa yang membawa aku kesini. hmm apa paman? " gumam ayana pelan dan melihat ke arah nya El.


" tapi jika memang paman yang membawa aku kemari, lalu siapa yang memakaikan baju untuk ku. seingat ku aku tidak berpakaian dengan layak saat malam itu. apa jangan jangan paman. aaaaakh. . tidak tidak tidak , tidak mungkin paman yang. . akkkkh. . " " kata ayana dalam hati dengan wajah yang merasa panas serta rasa malu datang menghampiri.


ketika melihat ada pergerakkan dari arah paman El, ayana langsung cepat cepat memperbaiki posisi nya agar El tidak merasa curiga. ayana kembali menutup mata nya padahal dia sudah sadar.


Flasback off .


selang beberapa lama El kembali keluar dan mendekat ke arah nya ayana. namun ayana tetap juga belum sadar. El pun memilih untuk keluar dari kamar mencari sarapan untuk diri nya sendiri. nanti setelah ayana sadar dia bisa langsung makan bersama.


ceklek " suara pintu kamar ruang rawat ayana terbuka dan El sudah keluar dari sana meninggal kan ayana sendirian.


" hhhhhhhuft. akhir nya paman pergi juga. " kata ayana pelan sambil melihat ke arah pintu.

__ADS_1


ayana hanya bisa menunggu El datang kembali. sementara diri nya mencoba untuk menghilangkan rasa malu dan canggung agar tidak terlihat aneh di depan paman nya nanti.


" oke ayana. bersikap santai lah. jangan gugup. . huuuft. . huuuuft. . santai ayana. . huuuuft. . huuuft. . " begitu lah ayana di dalam ruangan rawat tersebut. bergumam sendiri untuk menghilangkan perasaan malu nya dengan menarik nafas nya lalu menghembuskan nya dengan pelan, begitu terus sampai perasaan hati nya menenang.


selang beberapa lama tiba lah El di kamar rawat ayana, dengan membawa beberapa bungkus plastik di tangan nya. dan meletakkan nya di atas meja.


namun sebelum itu El melihat ayana yang sudah terduduk di tempat tidur nya. " kau sudah sadar. bagaimana tubuh mu. apa sudah enakkan? " tanya El pada ayana sambil mendekat ke arah nya ayana.


" su. . sudah paman. " kata ayana gugup tanpa menoleh ke arah nya El. sebab rasa malu dan canggung tersebut kembali menghampiri diri nya karna kedatangan El.


" bodoh. . bodoh. . kenapa pakai gugup segala sih. kenapa juga harus malu dan canggung. belum tentu juga paman yang melakukan nya kan. bisa jadi pegawai hotel yang melakukan nya. yah pasti begitu " kata ayana dalam hati untuk meyakinkan diri nya agar bersikap normal.


melihat ayana hanya terdiam membuat El kembali memandang ke arah nya dengan tatapan menelisik. karna gerak gerik ayana yang mencurigakan. sebab saat ayana terdiam tadi kepala ayana bergerak menggeleng dan terus tiba tiba menganggukkan kepala nya. melihat itu El menjadi ikut berfikir. " apa sakit nya parah, sampai mempengaruhi fungsi otak nya. " kata El dalam hati.


asik melamun dengan pikiran masing masing mereka berdua di kejutkan oleh suara pintu terbuka. dan mereka berdua pun beralih menatap ke arah pintu secara bersamaan.


ceklek .

__ADS_1


seorang perawat datang dan masuk kedalam untuk mengecek kembali kondisi ayana bersama seorang dokter.


__ADS_2