
ayana yang masih sibuk dengan urusan dapur pun melakukan nya dengan senang hati. ayana melakukan nya dengan lihai dan masakkan nya selalu terasa enak di lidah setiap yang mencoba masakkan nya , bahkan para pekerja di sana sudah mengakui kehebatan ayana dalam urusan memasak, sebab saat ayana pertama kali memasak di dapur tersebut ayana sempat memberikan separuh dari masakkan yang diri nya masak untuk para pekerja di sana untuk mencoba nya.
akhir nya beberapa waktu bergelut dengan alat dapur ayana yang di bantu oleh para pekerja tersebut pun selesai dalam urusan dapur. menu makanan untuk sarapan pagi sudah selesai di buat oleh mereka.
ayana yang di bantu oleh para pekerja juga sudah menyusun semua menu dengan rapi di atas meja makan,
" semua nya sudah di susun. saya akan panggil tuan dan nyonya amber nona. " kata caca kepada ayana.
ayana yang masih sibuk di dapur pun mau tidak mau membiarkan caca yang memanggil paman dan tante nya tersebut untuk turun ke bawah sarapan dan lagi pula ayana tidak ingin jika orang orang yang bekerja di rumah ini mencurigai sifat nya yang ingin mendekati sang paman.
" em. " jawab ayana singkat.
caca pun berlalu dari posisi nya berjalan menuju ke lantai dua, tap tap tap. caca sampai lebih dulu di kamar nya amber.
tok tok. " nyonya , sarapan sudah selesai. " kata caca sedikit berteriak.
" iya, aku akan turun ." jawab amber singkat.
amber yang masih tidak mood tersebut mau tidak mau pun mulai bersiap siap untuk membersihkan tubuh nya, amber masih berada di dekat pintu dan belum beranjak dari sana. karna mendengar ada yang mengetuk pintu nya baru lah amber mulai bergerak.
" baik nyonya " balas caca singkat. lalu caca berlalu dari sana menuju ke kamar nya El yang ad di ujung lorong.
"haa " hela nafas amber berhembus.
amber pun mulai bergerak untuk masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan tubuh nya, mau fisik sakit atau mental yang sakit ayana harus tetap pergi ke kantor sebab prioritas amber adalah perusahaan, dan sekarang pun perusahaan sedang dalam masalah seperti ini. dan menurut amber jika sekarang waktu nya belum tepat untuk berbicara kepada El, dan jika diri nya terlalu memaksakan kehendak nya El akan semakin jauh. amber sangat percaya diri jika cinta El hanya untuk diri nya sebab El sudah bertahan dan setia hanya pada nya. pasti saat ini El juga akan memilih untuk tetap bertahan di sisi nya.
" aku harap kamu bisa menunggu aku El. aku akan menyelesaikan semua nya terutama masalah dengan laki laki bajingan itu. " gumam ayana pelan saat diri nya sedang mandi dan di guyur oleh air sower.
tap tap tap suara langkah kaki caca nya, dan tok tok tok. " tuan, sarapan sudah selesai tuan. " kata caca kepada El.
" sebentar lagi aku turun. " jawab El singkat.
" baik tuan. " balas caca singkat lalu caca pun mulai berlalu dari sana untuk kembali ke dapur berniat untuk membantu ayana kembali.
" ck, aku akan bertemu dengan nya lagi, merusak mood pagi pagi. " rutuk El merasa kesal karna mood nya kembali jelek karna memikirkan amber.
" aah sudah lah. hadapi saja " gumam El pelan dan pasrah. El pun mulai bergerak dari kamar nya untuk sarapan di bawah, sebab El sudah bersiap siap sedari tadi El pun tidak perlu berlama lama lagi berada di dalam kamar nya.
tap tap tap, suara langkah kaki El berjalan.
ayana yang masih sibuk di dekat meja makan pun tidak mengetahui kedatangan nya El, El pun yang berjalan saat itu sudah mulai mendekat ke arah nya ayana.
" jika amber setiap pagi seperti ini, apa aku akan menjadi suami yang sempurna?? aah mungkin betapa bahagia nya aku jika amber seperti ini. " gumam El dalam hati nya yang masih setia memandang ke arah nya ayana.
__ADS_1
drrrrrk. suara kursi di tarik.
ayana pun menoleh dengan cepat.
" paman, " panggil ayana dengan hati yang tiba tiba merasa bahagia karna melihat sang paman yang berada di hadapaan nya saat ini.
"em " jawab El singkat. posisi El pun sudah duduk di sisi kursi di sebelah nya ayana berdiri.
tanpa basa basi ayana pun mulai mengambil kan menu sarapan untuk El dan El pun juga tidak menolak nya. El hanya memperhatikan setiap gerak gerik nya ayana.
" ini paman, coba lah. menu baru " kata ayana dengan lembut.
" em " jawab El singkat lalu mulai memakan sarapan nya tanpa canggung.
ayana yang sudah mengambil kan makanan untuk El pun memilih bergerak dari posisi nya saat ini dan memilih duduk di kursi yang berhadapan dengan El, sebab ayana tidak ingin bergerak terlalu cepat dan agresif. karna saat ini tente amber nya masih berada di rumah.
tap tap tap. suara langkah kaki yang mendekat.
drrrrk. suara kursi di tarik dan ternyata itu adalah amber. amber memilih duduk di sebelah nya ayana.
" tante " sapa ayana ramah.
" em " jawab amber singkat dan tanpa membuang buang waktu lagi amber memulai menyantap menu sarapan nya tanpa berniat melihat atau melirik ke arah nya El.
" aiiis sudah lah. " gumam ayana akhir nya.
tidak lama setelah itu terdengar suara El yang berbicara. " bibi buat kan saya kopi. "
" baik tuan " balas sang bibi dengan cepat dan segera membuat kan kopi untuk diri nya.
amber yang sudah selesai dengan sarapan nya pun memilih untuk berlalu pergi dari posisi nya saat ini untuk segera pergi kekantor nya sebab jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
" aku pergi sayang, " kata amber kepada El dan melirik nya sedikit. dan tanpa menunggu jawaban dari mulut El. , amber memilih untuk berjalan dengan cepat tanpa menoleh ke arah nya ayana bahkan ayana pun tidak di sapa oleh amber.
El sama sekali tidak memberi respon kepada amber. amber yang sedikit berharap dalam hati nya berfikir jika El akan merespon nya kembali namun ternyata semua yang di harapkan salah dan diri nya terpaksa harus menelan kekecewaan.
amber pun mulai berlalu berjalan menjauh dari ruang makan menuju ke luar. sedangkan ayana saat ini yang duduk berhadapan dengan El pun berniat untuk pindah tempat duduk ke samping nya El karna keberanian nya timbul sebab sang tante telah pergi dari sini.
ayana yang berniat bergerak tadi pun tidak melihat sekeliling nya dan. . .
brak,, tubuh nya beradu dengan tubuh caca dan ayana pun berteriak " aaaaaaakkkkh .. iiiiiisssh . . panas"
El yang asik menikmati makan nya pun terkejut karna mendengar teriakkan nya ayana, dan El semakin terkejut dengan apa yang di lihat nya , bagaimana tidak, saat ini baju nya ayana yang di bagian sisi dada nya basah karna terkena tumpahan kopi panas yang di bawa oleh caca.
__ADS_1
" ma'af nona saya tidak sengaja, ,ma'af nona. " kata caca dengan panik. mereka bertabrakan karna saat ayana bergerak tadi tidak memperhatikan situasi dan saat caca berjalan saat membawa kopi panas terseut pun juga tidak menduga jika nona nya akan bergerak secara tiba tiba seperti ini.
ayana yang merasakan panas di area sisi dada nya pun mulai mengusap ngusap dengan pelan agar rasa panas tersebut akan hilang. caca yang ikutan panik pun juga mengikuti mengusap ngusap sisi dada nya ayana yang terkopi panas tersebut sambil berkata kata ma'af beberapa kali.
" sudah, jangan di tekan tekan seperti itu, itu akan semakin meradang dan baju nya akan semakin lengket di kulit. " teriak El tanpa sadar lalu dengan cepat diri nya berdiri dari posisi nya berjalan mendekat ke arah nya ayana.
grep. sebelah tangan ayana di genggam oleh El dan El menatap caca dengan tatapan tajam nya.
" bersihkan " kata El dingin, lalu menarik ayana berlalu dari sana menuju ke lantai atas.
" ba. . baik tuan " balas caca gugup dan ketakutan .
El menarik ayana dengan kuat, diri nya pun berjalan dengan langkah yang cepat membawa ayana menuju ke kamar nya. entah apa yang di rasakan El saat ini tapi yang jelas diri nya dalam keadaan emosi dan ingin marah. tapi karna apa El sendiri tidak paham.
ceklek. pintu kamar El di buka oleh nya, dan El masih menarik sebelah tangan nya ayana hingga mereka berdua tiba di sisi tempat tidur nya El.
" duduk " perintah El dingin.
" tapi paman . . "
" duduk ." perintah El sekali lagi. dan mau tidak ayana duduk di tepi tempat tidur El dengan kondisi yang gugup juga menahan sakit.
" buka. " kata El singkat dan dingin.
" apa? " tanya ayana bingung.
" ck. . buka baju mu jika tidak ingin luka siraman itu akan menjadi parah, aku akan oleskan obat nya. jadi cepat buka, jika kau berlama lama sakit nya akan semakin kuat dan luka itu akan meradang. " jelas El, lalu dia bergerak menuju ke sebelah lemari hias di sisi samping tempat tidur nya untuk mengambil obat oles untuk luka bakar.
ayana ragu ragu untuk melakukan nya tapi rasa sakit karna siraman air panas tersebut semakin menjadi jadi sakit nya dan mau tidak mau ayana menuruti perintah nya El untuk membuka baju nya.
ayana yang sudah membuka baju nya pun merasa gugup dan malu karna diri nya hanya menggunakan penutup untuk menutup dua bongkahan tersebut .
El yang sudah berjalan mendekat ke arah nya ayana pun perlahan menatap ayana tanpa berkedip sebab diri nya melihat pemandangan yang membuat hasrat nya tiba tiba timbul.
gleg . El menelan ludah nya kasar, sebab pandangan mata El masih setia menatap ke arah dua bongkahan yang indah milik ayana. El dengan cepat menepis pemikiran kotor nya tersebut karna melihat sisi dada nya ayana yang tengah memerah karna terkena siraman kopi panas tersebut .
El yang bergerak tanpa izin lebih dulu itu pun langsung duduk di sisi samping nya ayana, . . " jangan bergerak aku akan mengobati nya. " kata El dingin namun di dalam hati nya , El semakin gelisah karna melihat pemandangan yang memancing hasrat para laki laki tersebut.
" iiiisssh. sakit paman. . pelan pelan " racau ayana saat jari telunjuk milik nya El mulai menyentuh sisi dada mya ayana yang terkena siraman kopi panas tersebut.
El mengolesi obat salep di sana dengan pelan sambil menahan hasrat nya, El juga merasa tiba tiba gugup dan merasa udara di sekitar nya menjadi lebih panas sebab saat El melihat raut wajah nya ayana yang menahan rasa sakit atau mendengar suara ayana yang meracau berkata sakit seperti ini membuat akal sehat El mulai terkontaminasi oleh pikiran pikiran yang kotor dan mesum.
El pun dengan cepat mengolesi luka ayana tersebut dengan obat sebab El tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak tidak antara diri nya dan ayana.
__ADS_1
terus dukung diri ku yaaah. terima kasih semua nya. 😘😘😘😍 semangat dan sehat selalu. 😘😘😘😍😍😍