
El masih betah duduk di kursi meja makan tersebut, tanpa sadar semua makanan yang sudah di masak oleh ayana tersebut habis tanpa tersisa.
El yang sudah merasa kenyang pun memilih untuk kembali ke kamar, tanpa berniat untuk membersihkan sisa tempat makan nya itu.
sesampai nya di kamar milik nya , El menghidup kan lagu lewat benda pipih nya yang tersambung dengan pengeras suara yang terhubung melalui perangkat dan memasang volume nya dengan kencang, El sengaja menyetel sebuah lagu karna perasaan El saat ini masih terasa kacau. rasa nya El masih belum siap untuk bertemu dengan amber. dan pernikahan kakak nya tinggal dua minggu lagi.
" haaa, apa yang harus aku lakukan sekarang, rasa nya berat am. aku tidak sanggup berhadapan langsung dengan mu, apa lagi setelah melihat berita itu. haaa, apa kah kau begitu membenci ku. hingga tidak bisa membalas cinta ku hingga sekarang " gumam El dengan rasa yang sedih. El berbaring di atas tempat tidur nya dengan posisi terlentang. El menikmati setiap ritme, melodi yang di dengar oleh nya. hingga membuat El menjadi ikut terhanyut akan nyanyian tersebut.
di tempat lain. ayana yang sibuk bermain dengan benda pipih nya, mendengar dengan sayu sayu suara lagu yang di putar. ayana berdiri dari posisi nya saat ini yang berada di atas tempat tidur mendekat ke arah pintu nya. ayana mendekat kan salah satu telinga nya di dekat pintu untuk mendengar kan suara lagu tersebut.
" hahahahaahaha, galau dia. ck, dasar labil " ledek ayana dengan pelan, yang hanya bisa di dengar oleh nya. ayana merasa tidak perduli lagi karna ayana sudah mengetahui nya, jika sang paman resek tersebut sedang galau. ayana tidak mengetahui hal apa yang telah di alami oleh El dan ayana sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui nya , karna kehidupan nya sendiri pun masih belum bahagia, ayana pun memilih untuk kembali ke posisi awal nya.
di lain kota, tepat nya di kota jakarta.
lisa yang sudah bersiap siap sedari tadi akhir nya akan berangkat sekarang juga ke kota paris tanpa sepengetahuan nya bima. tetapi sebelum berangkat meuju ke bandara, lisa terlebih dahulu menghubungi bima.
nada dering tersambung.
__ADS_1
" hallo sayang, " sapa bima dengan lembut.
" hm, hallo juga sayang, bagaimana kabar mu. aku rindu " kata lisa dengan manja.
" aku juga sayang, sabar yah. dalam empat hari ke depan aku akan ke sana sayang, sekalian untuk menjemput mu datang ke sini, kita berangkat sama sama menuju ke kota paris. kamu tunggu aku di sana dan jangan nakal " goda bima dengan tertawa pelan.
" hahahaha, iya iya sayang, hm. sayang, aku menghubungi mu saat ini karna ada sesuatu hal yang ingin aku sampai kan. " jelas lisa kepada bima.
" apa sayang, katakan lah. aku akan mendengarkan nya dengan senang hati, hehehehe" jawab bima menggoda.
" huuuft, iya juga yah. kamu benar. ma'af aku sempat lupa sayang. tidak apa apa asal kamu tetap setia dan tetap cinta pada ku " goda bima kembali.
" hahahahahaa, iya sayang. hati dan diri ku hanya untuk mu, hm. kalau gitu aku tutup dulu yah sayang, soalnya aku masih sibuk . jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya sayang. i miss you " kata lisa kembali.
" iya sayang, kamu juga jaga kesehatan dan jangan lupa makan, i miss you to " jawab bima dengan sedikit tidak rela.
" huuuuft, makin rindu aja ni, di tambah gak bisa di hubungi, aah. lisa, lisa. " gumam bima pelan saat panggilan tersebut terputus. dan tidak di dengar oleh alex serta amber.
__ADS_1
panggilan mereka berdua sudah berakhir. lisa pun dengan tergesa gesa menuju ke bandara untuk berangkat ke kota paris tanpa sepengetahuan nya bima. lisa berangkat ke bandara dengan di antar oleh supir pribadi nya sendiri.
selang beberapa lama sampai lah lisa di bandara, lisa turun dari mobil nya, dengan membawa satu tas kecil saja di tangan nya, sebab barang barang nya yang lain sudah lisa terbang kan lebih dulu dan sudah berada di hotel tempat lisa akan menginap di kota paris tersebut. tidak memakan waktu yang lama, lisa sudah memasuki pesawat dan akan siap lepas landas. menuju ke kota paris.
kembali ke bima, bima yang saat ini sedang sarapan bersama amber serta alex, mereka makan bertiga di satu meja yang sama, alex dan amber hanya saling diam tanpa berbicara. bima tidak mencurigai atau pun merasa aneh dengan tingkah alex baik amber. karna mereka berdua sudah biasa seperti itu. kadang ramah kadang saling diam satu sama lain.
alex sudah tiba di kediaman nya bima pada pukul tujuh pagi, sebab bima pergi ke kantor nya bersama alex, itu kenapa saat ini mereka bertiga sarapan bersama di satu meja yang sama. walau terasa canggung bagi alex dan amber mereka tetap menahan nya. agar bima tidak merasa curiga dengan hubungan mereka, yah padahal memang belum ada apa di antara mereka.
selesai sarapan bima dan alex bergegas menuju ke luar rumah untuk berangkat ke kantor. tapi sebelum itu bima berpamitan kepada amber, karna bima sudah menggangap amber sebagai adik perempuan nya.
" kakak berangkat am. baik baik di rumah, jika ada apa apa hubungi kakak atau alex. " kata bima dengan lembut dan sudah berdiri dari posisi nya, dan di ikuti oleh alex.
" hm, iya kak. hati hati di jalan " jawab amber dengan senyuman manis nya.
bima dan alex pun mulai berlalu dari sana meninggalkan amber sendirian di meja makan tersebut, .
" haa, kapan kau pulang El. aku rindu " gumam amber pelan yang sudah tidak lagi berselera untuk melanjutkan sarapan nya. amber langsung berdiri dari posisi nya berjalan menuju ke kamar nya. rasa nya saat ini amber sama sekali tidak bersemangat, karna rasa rindu yang di rasa kannya membuat dada nya saat ini terasa sesak dan juga sakit.
__ADS_1