
Gedung yang berjulang tinggi sudah di rubah menjadi gedung yang sangat indah, hari ini, ya hari ini Maura dan Arel akan mengadakan acara lamaran. Para tamu yang diundang satu persatu sudah berdatangan untuk menghadapi acara lamarannya, saat ini Maura masih berada di dalam kamar sedang menghias wajahnya.
Gaun berwarna biru muda dengan hiasan permata di bagian dadanya membuat Maura semakin terlihat sexy, dengan sedikit hiasan di wajah semakin membuat Maura terlihat cantik.
"Kau terlihat begitu cantik sayang,"Dewi menghampiri Maura dia berdiri di belakang maura yang saat ini sedang duduk di meja rias.
"Terimakasih aunty, aku rasa isabel nanti lebih terlihat cantik dari aku saat ini," ucap Maura tersenyum.
"Itu sudah pasti Maura," jawab isabeal yang memang bersamanya.
"Kau cari saja dulu pria yang mau menikahi mu dengan keadaan mu yang seperti itu," ucap Dewi kesal.
"Aunty!" Maura tidak menyangka dewi berkata seperti itu dengan anaknya sendiri.
"Walau pun tidak ada pria yang mau denganku, aku yakin hidup ku lebih bahagia nanti Mom," jawab isabeal dengan sinis. Dia tidak marah sama ibunya, Isabel sangat tau jika Ibunya begitu menyanyangi nya namun karena kecerobohannya membuat Ibunya kecewa.
"Siapa bilang tidak ada yang mau denganmu Isabel," ucap Maura.
__ADS_1
"Momy," Jawab isabel.
"Aunty belum tau saja,"ucap Maura
"Sudah sudah jangan bahas yang belum pasti, sekarang ke mana Arel, Maura, acara sudah mau di mulai tapi Arel belum juga datang," ucap Dewi membuat Maura menyambar ponselnya.
Ponsel sudah di tanggan, berapa kali menghubunginya namun tidak aktif.
"Bagai mana?" tanya isabel.
"Nomornya tidak aktif," Jawab Maura dengan wajah cemas.
Setelah Dewi keluar Isabel menghampirinya dan berkata" Tidak perlu cemas," ucapnya.
Waktu terus saja berputar Marvel sudah terlihat gusar, sudah setengah jam mereka menunggu namun Arel belum juga datang, Maura sudah tampak panik sudah puluhan kali dia menghubungi Arel namun belum juga aktif, marvel menghampiri Maura yang masih di dalam kamar bersama Isabel.
"Maura apa Arel sudah bisa di huhungi?" tanya Marvel.
__ADS_1
"Belum Ded," Jawab Maura lirih.
"Jika sampai dua puluh menit Arel belum juga datang, Dedy akan membubarkan acara ini," ucap Marvel, dengan ke marahan di hati, Marvel melangkah pergi.
Setelah Marvel pergi, air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya berderai juga, Isabel menghampirinya dia langsung memeluk Maura.
Marvel yang emosi langsung mendekati zoe. Tidak perduli lagi dengan acara ini, semua tamu sudah di bubarkan, para tamu yang datang berbisik bisik membuat Marvel begitu kesal, ada yang menghina putrinya ada yang menjelekan keluarganya, itu semua akibat pria yang tidak tahu diri.
"Cari tahu di mana dia berada!" ucap Marvel dengan kemarhaan.
"Serahkan semuanya sama gue," ucap Zoe melangkah pergi.
Maura begitu terpukul atas luka yang di berikan Arel padanya, sunguh pria yang begitu pintar menyembunyikan sesuatu, marah benci kecewa menjadi satu saat ini, dia menghapus air matanya dengan kasar saat Marvel masuk ke kamarnya.
"Tidak perlu menangis!" ucap marvel memeluk Maura. usapan lembut tidak henti hentinya Marvel berikan, dia tau pasti putrinya begitu terpukul.
"Beruntung kamu tidak jadi menikah dengan pria yang tidak berguna sepertinya, jadi tidak perlu menangis." ucap marvel. Maura semakin memeluk marvel, dia tersenyum saat marvel menghapus air matanya, walau pun dia begitu hancur tapi dia tidak mau terlihat begitu menyedihkan depan ayahnya.
__ADS_1
Isabel yang masih bersamanya tidak kalah sedihnya, teryata semua pria bajingan.