Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
bab 39


__ADS_3

Selama siksa berada di rumahnya marvel dan putri sering sekali bertengkar, putri tau dia tidak berhak menentukan siapa yang boleh atak tidak tinggal di sana, dia sadar diri dia pun di sana tidak ada bedanya dengan siksa yang hanya numpang di sana. namun tidak ada salahnya bukan jika dia tidak mau ada perempuan lain berada di sana.


Akhir akhir ini putri sering sekali datang menemui dewi, hanya dewi lah teman yang mau mendegarkan isi hatinya.


Dewi mengajak putri untuk ngobrol di kamarnya. dewi tau sahabatnya ini sedang kesal.


"Ada apa? jangam bilang loe masih kesal sama wanita itu?"


"Dia mau rebut marvel dari gue, gue menikah sama marvel karena kesalahan tapi apa gue salah jika udah ada rasa sayang di dalam hati gue buat marvel."


"Apa pun yang wanita itu katakan atau lakukan jangan pernah loe terbawa emosi, loe hadapi dia dengan otak jangan dengan hati karena kalau loe hadapi dia dengan hati yang ada loe makan hati."


"Tiga hari yang lalu, gue lihat Kak Biyan bersama kekasihnya. Kenapa sih setiap gue suka sama cowok, cowok itu sudah punya kekasih. Apa gue nggak pantas untuk bahagia," lirih dewi


"Elu ngeliat Kak Biyan di mana?" ucapnya menatap intens wajah Dewi.


"Di Mall, sewaktu gue nganter bunda belanja," jawabnya.


"Mungkin kliennya Wi, bukan pacarnya, soalnya gue udah tanya sama suami gue, dia bilang Bian belum punya cewek. Yang deket sih banyak, elu tau sendiri lah, Kak Bian kan orangnya cepat akrab sama siapa aja," ucapnya mengambil salah satu bantal lalu menaruhnya di atas pahanya.


"Gue nggak tau itu pacarnya atau bukan. Perempuan itu sih kelihatan nggak suka banget sama gue, pas Kak Bian nyapa gue.”


"Kak Bian, tau kalau elu suka sama dia?"


"Belum, gue takut Dia nggak tertarik sama gue."


"Mana ada nggak tertarik, orang temen gue semok gini," godanya.

__ADS_1


"Rese Lo!" umpatnya menarik rambut Putri pelan.


“Put, masa dokter Rian chat gue terus, semenjak gue ke rumah rumah Lo dianter dia."


"Terus elu tanggepin nggak?"


"Hanya sesekali gue balas.”


"Kenapa? Dokter Rian tampan kaya gitu, ya ... walaupun masih lebih tampan laki gue."


"Idih ....”


"Biasa aja kali tampang Lo!” Putri melempar bantal yang ia pegang ke arah Dewi.


"Niatnya gue kesini mau curhat, eh malah elu yang curhat sama gue."


"Kenapa? Suami Lo kurang gagah?” ledek Dewi.


Marvel sudah berada di dalam rumah, menunggu kepulangan istrinya sambil duduk di taman belakang.


Siska tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung menghampirinya dengan pakaian yang sangat seksi.


"Vel," sapa Siska lalu duduk berhadapan dengannya.


Melihat Siska Marvel menelan salivanya dengan susah. Bagaimana tidak, Siska memakai baju yang sangat rendah di bagian dadanya.


Walaupun Marvel sudah tidak punya perasaan apa-apa namun ia laki-laki normal. Marvel mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Sis, lebih baik kamu keluar dari rumah ini. Aku tau kamu tidak mencari apartemen," seloroh Marvel.


"Kamu tega mengusir aku? Aku di sini tidak punya siapa-siapa. Hanya kamu yang aku kenal Vel."


"Aku sudah mempunyai istri, aku mau menjaga perasaannya, aku harap kamu mengerti."


"Baik, aku akan pergi dari rumahmu. Sebelum aku pergi, aku ingin memelukmu untuk yang terakhir,” ucap Siska memohon.


Putri yang sudah pulang, diam-diam melihat suaminya sedang bicara bersama Siska. Ia akan melihat sampai sejauh mana perempuan itu bertindak.


Marvel bangun dari duduknya, Siska pun bergegas bangun. Mata hitam Siska melihat keberadaan Putri, lalu dia dengan sengaja memeluk Marvel dan tersenyum dengan licik.


Putri melihatnya dengan ekspresi datar. Seperti tidak ada api cemburu yang membakar hatinya. dia berjalan santai menghampiri mereka.


"Apa sudah selesai?" tanya Putri setelah mendekatinya.


Marvel terperanjat kaget setelah mendengar suara sang istri, lalu ia melepaskan pelukan Siska. marvel begitu takut jika putri marah dan meningalkannya jujur dia sudah begitu mencintai putri.


"Sayang ini tidak seperti yang kamu pikir,” ucap Marvel mendekati Putri, Siska diam-diam tersenyum senang.


Putri tersenyum ke arah suaminya. "Tidak perlu kawatir, aku tidak apa-apa,” ucapnya mencium bibir Marvel secara tiba-tiba.


Marvel yang mendapatkan ciuman mendadak dari sang istri segera membalasnya. Setelah Marvel membalas ciuman itu, Putri segera melepaskan ciumannya.


"Aku tidak mau melihat perempuan ini lagi Kak," ucapnya menunjuk Siska lalu beranjak pergi.


Marvel menoleh ke arah Siska lalu menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Kemasi barang-barangmu!” perintah Marvel seraya beranjak menyusul istrinya.


,”Engga dikasih jatah deh gue," batin Marvel.


__ADS_2