
Kelopak mata putri perlahan lahan terbuka dia menatap sekeliling ruangan mencari keberadaan sang suami. Putri hanya diam dengan perasaan yang sulit di artikan, menggingat kegiatan semalam membuat putri tersenyum sendiri.
Putri bangun dari tempat tidurnya. Bola matanya tertuju melihat jam yang terpasang di dinding kamarnya, waktu sudah menunjukan pukul sepuluh siang. dia beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi. Usai membersihkan diri, dia lantas turun ke lantai bawah. Karena dirinya sudah merasa lapar.
Sesampainya di bawah, Putri melihat Bi Darni yang sedang duduk menonton televisi. Perlahan, dia berjalan mendekati Bi Darni yang sedang fokus menonton, bibi pun tak sadar dengan kedatangan Putri.
"Bi!" sapa Putri.
Manik mata wanita paruh baya itu melihat ke arahnya."Kamu sudah bangun?" tanyanya
Putri hanya tersenyum sebagai jawabannya"Bi,Kak Marvel ke mana?" tanyanya seraya duduk di sebelah Bi Darni
"Tuan Marvel sudah pergi ke kantor. "
"Owh," jawabnya singkat.
"Bibi sudah membuat makanan untukmu. Lebih baik kamu makan. Bukankah tenagamu sudah habis terkuras” ucap bi Darni seraya menggedipkan sebelah matanya bermaksud untuk menggoda Putri.
"Apaan sih, Bi," ucap Putri tersenyum malu-malu." Apa Ibu sudah makan?"tanya putri.
"Belum kamu duluan aja. Ibu lagi seru nonton sinetron itu," ucap Bu Darni menunjuk acara televisi.
Putri bangun dari duduknya. Perutnya sudah terasa lapar, lebih baik dia makan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Jangan sampai lupa makan Bi. Nanti gara-gara sinetron bibi sakit," ucap Putri berjalan menuju meja makan.
Marvel yang sedari tadi mengerjakan pekerjaannya, kini menghentikan kegiatannya. DIa merentangkan tangannya sejenak, menghilangkan rasa pegal-pegal di sekujur tubuhnya. Pria itu menyadarkan kepalanya di sandaran kursi sembari memejamkan mata. Entah kenapa tiba-tiba dirinya teringat kegiatan panasnya bersama Putri semalam.
Mulai hari ini gue mencoba mencintainya.
Sesaat kemudian dia tersentak kala mendengar suara pintu di buka secara tiba-tiba. Joe muncul dari balik pintu sambil terengah.
Tatapan tajam Marvel membuat Joe menelan salivanya dengan susah.
"Ada apa?" tanya Marvel sinis.
Joe berjalan mendekati bosnya. Lalu dia berbisik ditelinga Marvel tanpa menghiraukan tatapan galak Marvel.
"Loe mau apa?" tanya Marvel menatap nggeri asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Tidak perlu, disini cuma ada kita berdua." ucapnya sinis.
Joe mengaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal. Kenapa dia melakukan hal sebodoh itu.
"Cepat katakan ada apa?" Marvel mulai geram, pasalnya Joe hanya diam saja sedari tadi.
"Di depan ada Jeny."
__ADS_1
"Mau apa dia? Jangan biarkan dia masuk Joe."
"Sesuai perintah bos." ucap Joe berjalan keluar ruangan dia juga malas berurusan sama wanita seperti jeny di harap marvel sudah bisa melupakan jeny.
Setelah melihat Joe keluar Jeny berjalan mendekatinya tanpa tau jika dia mau di usir.
"Kenapa loe lama sekali." gerutu Jeny.
Joe hanya diam tanpa niat menjawabnya tapi tatapan matanya terlihat jelas sekali jika dia sama sekali tidak suka jeny mencari Marvel.
"Minggir gue mau masuk." ucap Jeny mendorong joe.
"Maaf, Anda tidak di perbolehkan masuk." cegah Joe.
"Apa maksud loe. gue enggak diperbolehkan masuk." geram Jeny.
"Lebih baik anda keluar, karna Bos Marvel tidak bisa di ganggu." ucap Joe sinis.
"Gue enggak mau, Loe Jagan kurang ajar, " ucap jeny kesal
"Keluar, atau skurity yang menarik anda." ucap Joe geram.
"Ck, menyebalkan." ucap Jeny melangkah meninggalkan Joe yang masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Sementara Marvel yang melihat dari dalam ruangannya. Bernapas lega paska melihat wanita yang melangkah meninggalkan kantornya.
Jeny yang sangat emosi langsung masuk kedalam mobilnya. Jeny membawa mobil dengan kekesalan di hati, lihat saja akan dia buat Marvel menyesal.