
"Apa yang kau lakukan?" Dewi begitu terkejut setelah membuka matanya melihat seseorang pria tepat berada di wajahnya.
Dengan gaya coolnya Zoe menjauhkan wajahnya dari hadapan Dewi, walaupun dalam hati Zoe dia pun tidk kalah terkejut.
Zoe yang hendak membangunkan Dewi tanpa sengaja tubuhnya terhuyung hinga akhirnya membuat wajah mereka berdekatan dan tanpa Zoe duga tiba tiba Dewi membuka matanya.
"Mau sampai kapan kita berada di sini?" tanya Zoe dengan dingin. padahal jantungnya sudah berdenyut dengan cepat.
Dewi hanya diam dia melihat ke sana ke mari, ya ampun teryata dia ketiduran.
"Aku turun di sini saja," Dewi hendak membuka pintu namun segera di tahan oleh Zoe.
"Jangan membuat aku dalam masalah, Nona."
Dewi mengeryitkan alisnya, apa maksud pria ini.
"Cepat katakan di mana alamat rumah mu?" tanya Zoe dengan ketus
"Jalan saja, tidak jauh lagi."
__ADS_1
Mobil sudah berhenti tepat di depan kosan Dewi, membuka pintu mobil lalu turun dari sana.
"Makasih banyak," ucapnya dengan malas.
Zoe tidak menjawab dia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, lebih baik dia segera pulang. Sungguh hari ini begitu melelahkan.
Dewi melangkah masuk dengan terburu buru, Entah kenapa malam yang sunyi membuat bulu kuduknya merinding.
Tanpa membersihkan diri Dewi bergegas masuk ke kamar menutup seluruh tubuhnya mengunakan selimut, Itu dia lakukan karena ia begitu takut.
Di tempat lain Putri yang sudah terbiasa tidur dengan gaya seenaknya tidak menyadari bila dia tidur satu ranjang dengan Marvel.
dia begitu heran melihat kaki Putri berada di perutnya dengan posisi Putri yang telungkep.marvel memilih bangun lebih baik dia tidur di sofa saja.
Udara pagi yang begitu dingin membuat Putri bangun dari tidurnya, manik matanya melihat jam yang berada di sisi meja, jam sudah menunjukan pukul lima pagi.
Saat hendak menurunkan kakinya Putri melihat Marvel yang tidur di sofa dengan posisi meringkuk, Mungkin pria itu kedinginan pikirnya, dengan cepat putri mengambil selimut dan menyelimutinya.
Karena sudah waktunya Sholat subuh dengan segera Putri mandi, dia mandi dengan cepat takut tiba tiba Marvel bangun dan melihatnya hanya mengunakan handuk. Bila sampai hal itu terjadi sungguh sangat memalukan.
__ADS_1
Setelah selesai Sholat tujuan putri yang pertama adalah dapur, dia ingin membuat sarapan untuk Marvel dan bi Darni
Namun baru saja dia menuruni tangga ekor matanya menangkap beberapa makanan sudah terhidang di atas meja.
Bi Darni berjalan menuju meja makan dengan tangan yang sedang membawa semangkuk sup.
"Bibi, apa yang Bibi lakukan?"
"Hanya membuat sarapan," jawabnya sambil tersenyum.
"Seharusnya Bibi tidak usah melakukan apapun."
"Tidak apa Put, lagi pula hanya membuat sarapan. Bagai mana malam mu, apa ada yang sakit?" tanya Bibi sambil tersenyum penuh arti membuat Putri tersipu malu.
"Biar aku saja yang melakukan," Melihat bibi yang hendak membuat teh untuknya.
Putri yang tau Marvel cuti kerja dengan sengaja tidak membangunkannya, biarkan dia tidur sepertinya dia sangat kelelahan.
Menikmati sarapan hanya berdua dengan bi Darni itu sudah membuat Putri bahagia, Entah lah hatinya begitu senang melihat bi Darni ada bersamanya.
__ADS_1
Bibi yang sudah mau mengurus dan menjaga nya itu sudah dia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri