
Putri berlari tergesa-gesa setelah mendengar suara mobil berhenti tepat di halaman rumah tersebut. semoga itu Marvel dia sudah sangat bosan.
Putri berdiri di dekat pintu, dia sudah sangat bosan seharian berdiam diri di rumah yang sebesar ini rasanya dia sudah ingin lari dari rumah tersebut.
Suara langkah kaki begitu terdengar dari arah dalam membuat Putri sedikit memundurkan dirinya dari depan pintu.
Marvel berjalan dengan langkah yang pasti membuka tas yang berada ditangan nya mengambil sebuah kunci yang ia letkan di dalamnya.
Dengan gerakan cepat tangan laki laki tersebut sudah berhasil membuka pintu. Saat Marvel hendak masuk ia di kagetan dengan seorang perempuan cantik yang sedang menatapnya dengan begitu tajam.
"Kau, kenapa masih di sini?" tanya Marvel dengan heran.
Putri masih menatapnya dengan sorot mata yang begitu tajam tanpa berkedip sedikitpun. kesal dan marah menjadi satu saat mendengar ucapan laki laki tersebut. bagai mana mungkin dia bisa keluar bila di kunci dari luar?
"Jangan menatap ku seperti itu," ujar Marvel. "Kenapa kau belum pulang?" tanyanya lagi.
"Tuan pikir saya bisa membuka pintu tanpa kunci," ucap Putri dengan ketus.
"Astaga, maaf aku melupakan mu dan mengunci pintunya." ucap Marvel. namun tidak ada rasa bersalah sedikit pun dari wajahnya.
Putri pun hendak melangkahkan kakinya, ia sudah ingin pergi dari rumah tersebut, namun langkahnya terhenti ketika suara berat seseorang memanggilnya.
__ADS_1
"Kau mau kemana?" pangil Marvel.
"Aku, tentu saja mau pulang," ucap Putri dengan cepat dan hendak melangkah.
"Siapa yang mengijinkan mu pulang? siapakan aku air hangat," ucal Marvel dengan tegas.
"Ck menyebalkan." Putri menyusul Marvel yang lebih dulu pergi. Tanpa mengetuk terlebih dahulu Putri masuk ke kamar begitu saja, Marvel yang saat itu sedang membuka bajunya seketika menoleh. Reflek Putri menutup matanya. Ternoda sudah mata sucinya melihat dada bidang Marvel yang begitu terlihat seperti roti sobek.
Marvel diam saja memperhatikan Putri yang masih berdiri di depan pintu sambil menutup matanya, gadis yang aneh.
"Mau sampai kapan kau berdiam di situ?" tegur Marvel.
Putri yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi sedang ngomel ngomel sendiri, bagai mana tidak harinya begitu menyedihkan setelah memutuskan menjadi seorang pembantu. ia tidak bisa nongkrong bersama sahabatnya lagi.
Sambil menggerutu Putri mengisi air ke dalam bad up mengatur suhu di dalamnya.Tanpa dia duga Marvel masuk begitu saja dengan handuk yang melilit di bagian pinggangnya saja.
"Akh ... kenapa Tuan masuk?" teriak Putri.
"Kau lama sekali, aku sudah tidak tahan dengan tubuhku yang lengket," ujar Marvel hendak membuka handuknya.
"Eh Tuan mau apa?" seketika jantung putri berdetak begitu cepat.
__ADS_1
"Mandi," Jawabnya dengan santai.
dengan cepat putri berlari jangan sampai dia melihat tubuh Marvel yang sempurna itu bisa hilaf dia.
"Dasar pria aneh," gerutunya
"Sebelum pulang siapkan aku makan malam terlebih dahulu," teriak Marvel dari arah dalam.
"Dasar pria menyebalkan."
Waktu sudah menunjukan pukul delapan malam putri sudah berada di dalam mobil yang sudah dia pesan melalui aplikasi onliennya.
Ponsel yang berada di dalam tasnya tiba tiba bunyi membuyarkan lamunannya.
Tangan lentiknya mengambil benda pipih tersebut, senyumnya mengembang ketika melihat nama seseorang yang tertera di layar ponselnya.
"Hallo, kangen gue sama loe, kenapa loe baru hubungi gue," ucap Putri setelah mengangkat ponselnya.
"Sibuk gue, karna ulah loe nih, kerjaan gue semakin bertambah," jawab Dewi dengan nada yang meninggi.
"Ha ha ha ha," tawa Putri semakin pecah setelah mendengar sahabatnya menggerutu. namun dia begitu senang punya sahabat seperti dewi yang mau menolong nya
__ADS_1